Pengaruh Design Bola Golf terhadap Jarak Tempuh Bola dengan ANOVA Satu Arah

Asha Aruni Mawardani

2024-05-30


Library :

# install.packages("knitr")
# install.packages("rmarkdown")
# install.packages("prettydoc")
# install.packages("equatiomatic")

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bola golf adalah alat yang sangat penting dalam permainan golf. Desain bola golf dapat mempengaruhi kinerja pemain dalam memainkan permainan. Salah satu faktor yang mempengaruhi jarak tempuh bola adalah desain bola golf. Desain bola golf dapat mempengaruhi kecepatan dan arah bola ketika dihantam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain bola golf terhadap jarak tempuh bola.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa desain bola golf dapat mempengaruhi kinerja pemain golf. Misalnya, penelitian oleh L. Gregory Appelbaum, PhD; Yvonne Lu; Rajan Khanna dan Kimberly R. Detwiler (2016) menunjukkan bahwa perbaikan relatif yang signifikan untuk kelompok SVT dalam tiga tugas (Near-Far Quickness, Target Capture, dan Go / No- Go) dalam memukul bola softball. Hal ini menunjukkan bahwa desain bola dapat mempengaruhi kinerja pemain dalam memukul bola.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah ANOVA satu arah untuk melihat adanya pengaruh desain bola golf terhadap jarak tempuh bola. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas tentang bagaimana desain bola golf mempengaruhi kinerja pemain golf dalam memainkan permainan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain bola golf terhadap jarak tempuh bola menggunakan metode ANOVA satu arah.

2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.

Statistika deskriptif berfungsi untuk menggambarkan karakteristik suatu sampel data, seperti ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data. Penyajian data statistik pada dasarnya ada dua bentuk: bentuk penyajian dengan tabel-tabel dan bentuk penyajian dengan grafik-grafik.

Jenis statistika deskriptif umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Penyajian Data: Penyajian data meliputi cara menampilkan data dalam bentuk tabel, grafik, atau histogram untuk memudahkan analisis dan interpretasi.

  2. Pemusatan Data: Pemusatan data meliputi ukuran pemusatan data seperti rata-rata, median, dan modus yang digunakan untuk menggambarkan posisi data pusat.

  3. Penyebaran Data: Penyebaran data meliputi ukuran penyebaran data seperti standar deviasi dan range yang digunakan untuk menggambarkan seberapa jauh data berbeda dari data pusat.

2.2 Asumsi ANOVA

Asumsi ANOVA adalah prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa data yang dianalisis memenuhi persyaratan-persyaratan dasar sebelum melakukan analisis ragam.

2.2.1 Asumsi Normalitas Galat

Uji normalitas galat adalah suatu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas sangat penting dalam analisis statistik karena data yang tidak berdistribusi normal dapat mempengaruhi hasil analisis yang dihasilkan. Uji normalitas digunakan sebagai syarat sebelum melakukan analisis statistik parametrik, seperti uji ANOVA, untuk memastikan bahwa data berdistribusi normal.

Jenis uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Shapiro-Wilk, uji ini digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini berbasis pada statistik yang digunakan untuk menghitung nilai probabilitas bahwa data berdistribusi normal.

Hipotesis:

\[ H_0: \text{Residual menyebar normal} \] \[ H_1 : \text{Residual tidak menyebar normal} \] Keputusan :

Jika p-value > α, maka keputusan Terima H0. Disimpulkan bahwa residual yang digunakan sudah berdistribusi normal

Jika p-value < α, maka keputusan Tolak H0. Disimpulkan bahwa residual yang digunakan tidak berdistribusi normal

2.2.2 Asumsi Homogenitas Ragam

Uji homogenitas ragam adalah suatu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah ragam galat yang diperoleh dari beberapa perlakuan berdistribusi homogen atau tidak. Uji homogenitas ragam sangat penting dalam analisis statistik karena data yang tidak berdistribusi homogen dapat mempengaruhi hasil analisis yang dihasilkan.

Pada penelitian kali ini menggunakan Uji homogenitas ragam Breusch-Pagan, yakni suatu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah ragam galat yang diperoleh dari beberapa perlakuan berdistribusi homogen atau tidak.

Hipotesis:

\[ H_0: \sigma_1^2 = \sigma_2^2 = \cdots = \sigma_k^2 \] \[ H_1: \text{Setidaknya ada satu atau lebih ragam yang berbeda} \]

Keputusan :

Jika p-value > α, maka keputusan Terima H0. Disimpulkan bahwa data mempunyai ragam galat yang homogen

Jika p-value < α, maka keputusan Terima H0. Disimpulkan bahwa data mempunyai ragam galat yang homogen

2.3 ANOVA Satu Arah

ANOVA satu arah (One Way Anova) adalah sebuah metode analisis statistik yang digunakan untuk membandingkan rata-rata dari lebih dari dua kelompok yang memiliki satu variabel bebas. Metode ini digunakan untuk menguji pengaruh atau efek terhadap variabel dependen yang disebabkan oleh suatu faktor yang terdiri dari beberapa level faktor.

Tujuan dari ANOVA satu arah adalah untuk mengetahui pengaruh atau efek terhadap variabel dependen yang disebabkan oleh suatu faktor yang terdiri dari beberapa level faktor. Kriteria pengujian ANOVA meliputi F-test dan uji asumsi. F-test digunakan untuk membandingkan rata-rata dari berbagai kelompok data, sedangkan uji asumsi digunakan untuk memastikan bahwa data memenuhi asumsi ANOVA, seperti normalitas, heterokedastisitas, dan random sampling.

Hipotesis:

\[ H_0: \mu_1 = \mu_2 = \mu_3 = \cdots = \mu_k \] \[ H_1: \text{Setidaknya ada satu atau lebih rata-rata yang berbeda} \] Keputusan :

  • Jika \(F_{hitung} > F_{tabel}\), maka tolak \(H_0\).
  • Jika \(F_{hitung} \leq F_{tabel}\), maka gagal untuk menolak \(H_0\).

Selain itu, juga dapat dilihat berdasarkan nilai \(p\), yaitu sebagai berikut.

  • Jika \(p\)-value \(\leq \alpha\), maka tolak \(H_0\).
  • Jika \(p\)-value \(> \alpha\), maka gagal untuk menolak \(H_0\).

3 SOURCE KODE

3.1 Library

library(dplyr)
## 
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
## 
##     filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     intersect, setdiff, setequal, union
library(tidyr)
## Warning: package 'tidyr' was built under R version 4.3.3
library(AOV1R)
## Warning: package 'AOV1R' was built under R version 4.3.3
library(tseries)
## Warning: package 'tseries' was built under R version 4.3.3
## Registered S3 method overwritten by 'quantmod':
##   method            from
##   as.zoo.data.frame zoo
library(car)
## Warning: package 'car' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: carData
## Warning: package 'carData' was built under R version 4.3.3
## 
## Attaching package: 'car'
## The following object is masked from 'package:dplyr':
## 
##     recode

3.2 Input Data

Jarak <- data.frame(
  Design1 = c(206.32, 207.94, 206.19, 204.45, 209.65, 203.81, 206.75, 205.68, 204.49, 210.86),
  Design2 = c(217.08, 221.43, 218.04, 224.13, 211.82, 213.9, 221.28, 229.43, 213.54, 214.51),
  Design3 = c(226.77, 224.79, 229.75, 228.51, 221.44, 223.85, 223.97, 234.3, 219.5, 233),
  Design4 = c(230.55, 227.95, 231.84, 224.87, 229.49, 231.1, 221.53, 235.45, 228.35, 225.09)
)
Jarak
##    Design1 Design2 Design3 Design4
## 1   206.32  217.08  226.77  230.55
## 2   207.94  221.43  224.79  227.95
## 3   206.19  218.04  229.75  231.84
## 4   204.45  224.13  228.51  224.87
## 5   209.65  211.82  221.44  229.49
## 6   203.81  213.90  223.85  231.10
## 7   206.75  221.28  223.97  221.53
## 8   205.68  229.43  234.30  235.45
## 9   204.49  213.54  219.50  228.35
## 10  210.86  214.51  233.00  225.09

3.3 Mengubah Bentuk Tabel

Jarak <- Jarak %>% pivot_longer(c(Design1, Design2, Design3, Design4))
names(Jarak) <- c("Design","Jarak.Bola")
Jarak$Design <- as.factor(Jarak$Design)
Jarak
## # A tibble: 40 × 2
##    Design  Jarak.Bola
##    <fct>        <dbl>
##  1 Design1       206.
##  2 Design2       217.
##  3 Design3       227.
##  4 Design4       231.
##  5 Design1       208.
##  6 Design2       221.
##  7 Design3       225.
##  8 Design4       228.
##  9 Design1       206.
## 10 Design2       218.
## # ℹ 30 more rows

3.4 Asumsi Anova

3.4.1 Asumsi Normalitas Galat

f1 <- as.formula("Jarak.Bola ~ Design")
model1 <- aov(f1, Jarak)
model1$residuals %>% shapiro.test()
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  .
## W = 0.97927, p-value = 0.6624

3.4.2 Asumsi Homogenitas Ragam

model1 %>% lmtest::bptest()
## 
##  studentized Breusch-Pagan test
## 
## data:  .
## BP = 5.2611, df = 3, p-value = 0.1536

3.5 ANOVA Satu Arah

oneway <- aov(Jarak.Bola ~ Design, data=Jarak)
summary(oneway)
##             Df Sum Sq Mean Sq F value   Pr(>F)    
## Design       3 2991.0   997.0   53.03 2.73e-13 ***
## Residuals   36  676.8    18.8                     
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

3.5.1 Menghitung DB

N <- nrow(Jarak)
p <- Jarak$Design %>% unique() %>% length()
DBt <- N - 1
DBp <- p - 1
DBg <- N - p
DBt; DBp; DBg
## [1] 39
## [1] 3
## [1] 36

3.5.2 Menghitung Jumlah Kuadrat

perlakuan.mean <- aggregate(Jarak.Bola ~ Design, Jarak, mean )[,2]
n <- aggregate(Jarak.Bola ~ Design, Jarak, length)[,2]
grand.mean <- mean(Jarak$Jarak.Bola)
JKt <- sum((Jarak$Jarak.Bola - grand.mean)^2)
JKp <- sum(n*(perlakuan.mean - grand.mean)^2)
JKg <- JKt - JKp
JKt; JKp; JKg
## [1] 3667.814
## [1] 2990.99
## [1] 676.8244

3.5.3 Menghitung Kuadrat Tengah

KTp <- JKp / DBp
KTg <- JKg / DBg
KTp;KTg
## [1] 996.9966
## [1] 18.80068

3.5.4 Menghitung Statistik F

Fp <- KTp/KTg
pVal <- pf(Fp, DBp, DBg, lower.tail = F)
Fp;pVal
## [1] 53.02982
## [1] 2.731991e-13

3.5.5 Membentuk Tabel ANOVA

data.frame(
  SK = c("Perlakuan", "Galat", "Total"),
  DB = c(DBp, DBg, DBt),
  JK = c(JKp, JKg, JKt),
  KT = c(KTp, KTg, NA),
  Fhit = c(Fp, NA, NA),
  p.Val = c(pVal, NA, NA)
)
##          SK DB        JK        KT     Fhit        p.Val
## 1 Perlakuan  3 2990.9898 996.99660 53.02982 2.731991e-13
## 2     Galat 36  676.8244  18.80068       NA           NA
## 3     Total 39 3667.8142        NA       NA           NA

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Asumsi Normalitas Galat

Berdasarkan hasil uji Saphiro Wilk, diperoleh P-value sebesar 0.6624. Karena P-value > alpha(0.05), maka didapatkan keputusan terima H0 yang artinya residual menyebar normal.Sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas residual dalam ANOVA terpenuhi.

4.2 Asumsi Homogenitas Ragam

Ragam Berdasarkan hasil uji Breusch-Pagan test, diperoleh p-value sebesar 0.1536. Karena P-value > alpha(0.05), maka didapatkan keputusan terima H0 yang artinya data mempunyai ragam galat yang homogen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi homogenitas varians dalam ANOVA terpenuhi.

4.3 ANOVA Satu Arah

Dari Hasil ANOVA didapatkan p-value < alpha. Karena p-value kurang dari alpha dengan menggunakan taraf nyata 5%, maka didapatkan keputusan tolak H0. Sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari desain bola golf terhadap jarak tempuh bola. Desain-desain bola golf tersebut berbeda secara signifikan dalam hal pengaruhnya terhadap jarak tempuh. Ini berarti bahwa variasi dalam desain bola golf berkontribusi secara signifikan terhadap perbedaan dalam jarak tempuh bola golf.

5 KESIMPULAN

Hasil ANOVA menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari desain bola golf terhadap jarak tempuh bola. Desain-desain bola golf tersebut berbeda secara signifikan dalam hal pengaruhnya terhadap jarak tempuh. Ini berarti bahwa variasi dalam desain bola golf berkontribusi secara signifikan terhadap perbedaan dalam jarak tempuh bola golf.

6 DAFTAR PUSTAKA

Miranti, A. (2018). Pengaruh metode latihan imagery dan koordinasi mata tangan terhadap hasil latihan memukul bola softball pada atlet UKM Softball-Baseball UNNES (Tesis Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang). Program Studi Pendidikan Olahraga, Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Wahyuni, M. (n.d.). Statistik deskriptif untuk penelitian olah data manual dan SPSS versi 25. Bintang Pustaka Madani.