Analisis Angka Harapan Hidup di Benua Asia Tahun 2015 Menggunakan Uji Kruskal Wallis


Angka harapan hidup adalah perkiraan usia rata-rata yang diharapkan seseorang akan hidup dalam suatu populasi pada saat kelahiran mereka. Ini adalah ukuran umum yang digunakan untuk menggambarkan tingkat harapan hidup dan kualitas hidup dalam suatu negara atau wilayah.

Angka harapan hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sistem perawatan kesehatan, tingkat kemiskinan, pendidikan, sanitasi, gizi, akses terhadap air bersih, keberlanjutan lingkungan, tingkat kejahatan, dan stabilitas politik. Negara-negara dengan sistem perawatan kesehatan yang baik, ekonomi yang stabil, dan kualitas hidup yang tinggi cenderung memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Angka harapan hidup di Benua Asia bervariasi di setiap negara. Namun, secara keseluruhan, angka harapan hidup di Asia tinggi dibandingkan dengan benua lainnya.

Uji Kruskal-Wallis adalah sebuah uji statistik non-parametrik yang digunakan untuk membandingkan median dari tiga atau lebih kelompok yang independen. Uji ini merupakan alternatif non-parametrik untuk uji ANOVA satu arah parametrik. Uji Kruskal-Wallis didasarkan pada peringkat data daripada pada nilai sebenarnya, dan dapat digunakan ketika data tidak memenuhi asumsi normalitas atau homogenitas varians yang diperlukan untuk uji ANOVA parametrik.


Library

library(rmarkdown)
## Warning: package 'rmarkdown' was built under R version 4.2.3
library(knitr)
## Warning: package 'knitr' was built under R version 4.2.3
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.2.3

Import Data

Data yang digunakan merupakan data angka harapan hidup negara-negara di benua Asia pada tahun 2015 dengan format excel. Data kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu :

Asia Tenggara : Negara Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philipines, Singapore, Thailand, dan Vietnam

Asia Selatan : Negara Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan, dan Sri Langka

Asia Tengah : Negara Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyz Republic, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan

Asia Timur : Negara China, Japan, dan Mongolia

#Input Data
library(readxl)
angka_harapan_hidup_di_asia <- read_excel("D:/semester 4/sistem informasi manajemen/angka harapan hidup di asia.xlsx")
print(angka_harapan_hidup_di_asia)
## # A tibble: 10 × 4
##    `Asia Tenggara` `Asia Selatan` `Asia Tengah` `Asia Timur`
##              <dbl>          <dbl>         <dbl>        <dbl>
##  1            75.3           71.5          63.4         75.9
##  2            68.6           70.4          72           83.8
##  3            70.8           68.6          70.7         69.1
##  4            66.5           77.7          70.1         NA  
##  5            75.5           69.5          67.7         NA  
##  6            65.8           66.6          70.9         NA  
##  7            70.6           76.3          NA           NA  
##  8            82.7           NA            NA           NA  
##  9            76.1           NA            NA           NA  
## 10            75.1           NA            NA           NA

Analisis Data

Melakukan analisis data untuk membandingkan angka harapan hidup di Benua Asia 2015 dengan uji Kruskal Wallis

#Uji Kruskal Wallis
kwTest <- kruskal.test(angka_harapan_hidup_di_asia)
print(kwTest)
## 
##  Kruskal-Wallis rank sum test
## 
## data:  angka_harapan_hidup_di_asia
## Kruskal-Wallis chi-squared = 2.4131, df = 3, p-value = 0.4912

Penentuan Hipotesis

Tingkat Signifikansi

Digunakan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0.05

Daerah Kritis

H0 ditolak jika H > Chi-square tabel dengan derajat bebas k-1 pada taraf signifikansi alpha atau jika p-value < 0.05. Didapat nilai chi-square tabel sebesar 7.814.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Kruskal Wallis chi-squared (H) sebesar 2.4131 dengan derajat kebebasan sebesar 3, nilai p-value 0.4912, dan didapatkan nilai tabel chi-square sebesar 7.814. Dengan tingkat signifikansi 5%, didapat nilai chi-square hitung = 2.4131 < chi-square tabel = 7.814 dan p-value = 0.4912 > 0.05. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa H0 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan secara signifikan angka harapan hidup di Benua Asia.