Menjaga kesehatan anak-anak adalah kunci untuk masa depan bangsa yang berkualitas. Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk mencapai tujuan ini. Imunisasi dapat membantu melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular yang berbahaya, seperti Hepatitis B dan campak. Di benua Asia, cakupan imunisasi Hepatitis B dan Campak telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini berkat upaya pemerintah dan organisasi internasional dalam mempromosikan program imunisasi. Namun, masih terdapat beberapa negara di Asia dengan cakupan imunisasi yang rendah. Upaya perlu terus dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi di semua negara di Asia, sehingga dapat mencapai target global. Selain cakupan imunisasi, Angka Kematian Anak Balita (AKB) juga merupakan indikator penting untuk mengukur kesehatan anak-anak. AKB menunjukkan jumlah kematian anak balita per 1.000 kelahiran hidup. Penurunan AKB menunjukkan bahwa semakin banyak anak balita yang berhasil diselamatkan dari penyakit dan kematian.
Regresi linear berganda adalah suatu metode statistik yang digunakan
untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dependen (\(Y\)) dengan dua atau lebih variabel
independen (\(X\)). Analisis regresi
linear berganda merupakan pendekatan yang tepat untuk mengidentifikasi
hubungan antara cakupan imunisasi Hepatitis B dan Campak dengan Angka
Kematian Balita di benua Asia pada tahun 2012. Persamaan regresi linear
berganda adalah sebagai berikut.
\[\hat{Y} =
\beta_0+\beta_1X_1+\beta_2X_2+...+\beta_nX_n+e\]
dengan
\(\hat{Y}\) : Variabel dependen
\(X_1,X_2,...,X_n\) : Variabel independen
\(\beta_0\) : konstanta,
\(\beta_1,\beta_2,...,\beta_n\) : koefisien regresi
\(e\) : error
Dalam melakukan analisis regresi linear berganda di Software Rstudio diperlukan beberapa library. Oleh karena itu, sebelum dilakukan uji lebih lanjut, terlebih dahulu harus mempersiapkan library yang diperlukan. Beberapa library yang diperlukan dalam analisis ini adalah sebagai berikut.
library(readxl)
library(dplyr)
library(knitr)
library(psych)
library(DT)
library(prettydoc)
library(yaml)
library(lmtest)
library(zoo)
library(car)
library(ggplot2)
library(markdown)Data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data Angka Kematian Balita, cakupan imunisasi Hepatitis B dan cakupan imunisasi Campak di benua Asia pada tahun 2012.
data <- read_excel("C:/Users/Lenovo/Downloads/Sistem Informasi Manajemen/Data CM2 SIM.xlsx")
datatable(
data,
options = list(pageLength = 10),
rownames = FALSE,
colnames = c("Y", "X1", "X2"),
class = 'display',
)Keterangan :
\(Y\) : Angka Kematian Balita (per 1.000 kelahiran hidup)
\(X_1\) : Cakupan imunisasi Hepatitis B (HepB3) pada anak usia 1 tahun (%)
\(X_2\) : Cakupan imunisasi Campak yang mengandung vaksin dosis pertama (MCV1) pada anak usia 1 tahun (%)
Statistik deskriptif adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan, merangkum, dan menginterpretasikan kumpulan data yang dimana mencakup berbagai teknik yang membantu dalam memahami karakteristik dan distribusi data melalui ukuran-ukuran seperti rata-rata (Mean), kuartil 1 (Q1), median (Q2), kuartil 3 (Q3), nilai minimum (Min), dan nilai maksimum (Max).
summary(data)## Y X1 X2
## Min. : 2.80 Min. :58.00 Min. :33.0
## 1st Qu.:12.95 1st Qu.:84.50 1st Qu.:65.0
## Median :30.90 Median :95.00 Median :91.0
## Mean :31.79 Mean :89.78 Mean :77.7
## 3rd Qu.:41.75 3rd Qu.:98.00 3rd Qu.:97.5
## Max. :82.80 Max. :99.00 Max. :99.0
Berdasarkan analisis statistik deskriptif diatas, dapat diketahui bahwa Angka Kematian Balita (\(Y\)) memiliki gambaran statistik terendah karena memiliki nilai data terkecil sehingga gambaran statistiknya juga kecil. Berbanding terbalik dengan cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)) yang memiliki gambaran statistik tertinggi karena memiliki nilai data terbesar sehingga gambaran statistiknya juga bernilai tinggi.
Untuk memvisualisasikan hubungan antara variabel dependen dan independen yaitu dengan scatterplot. Berikut merupakan scatterplot untuk setiap variabel independen \(X_1\) dan \(X_2\) terhadap variabel dependen \(Y\).
ggplot(data, aes(x = X1, y = Y)) +
geom_point(color = "black", size = 3) +
geom_smooth(method = "lm", formula = "y ~ x", color = "red", fill = "grey", alpha = 0.3) +
labs(x = "X1", y = "Y", title = "Scatterplot Y vs X1")Dari plot diatas dapat dilihat bahwa plot linear ke kiri sehingga dapat diketahui bahwa Angka Kematian Balita (\(Y\)) memiliki hubungan negatif dengan cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)). Ini berarti bahwa ketika \(X_1\) meningkat, nilai \(Y\) juga cenderung menurun.
ggplot(data, aes(x = X1, y = Y)) +
geom_point(color = "black", size = 3) +
geom_smooth(method = "lm", formula = "y ~ x", color ="red", fill = "grey", alpha = 0.3) +
labs(x = "X2", y = "Y", title = "Scatterplot Y vs X2")Dari plot diatas dapat dilihat bahwa plot linear ke kiri sehingga dapat diketahui bahwa Angka Kematian Balita (\(Y\)) memiliki hubungan negatif dengan cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)). Ini berarti bahwa ketika \(X_2\) meningkat, nilai \(Y\) juga cenderung menurun.
model_mkt = lm(Y ~., data=data)
summary(model_mkt)##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -30.857 -6.967 -3.648 8.178 25.731
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 149.1127 21.5934 6.905 3.85e-07 ***
## X1 -1.0154 0.2880 -3.526 0.00173 **
## X2 -0.3367 0.1354 -2.487 0.02025 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 13.41 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.6478, Adjusted R-squared: 0.6185
## F-statistic: 22.07 on 2 and 24 DF, p-value: 3.64e-06
Berdasarkan output, didapatkan persamaan model regresi linear
berganda sebagai berikut. \[\hat{Y} =
149,1127-1,0154X_1-0,3367X_2\]
Adapun interpretasinya sebagai berikut.
Nilai koefisien regresi untuk intercept yaitu sebesar 149,1127. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semua variabel independen yang meliputi cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)) dan cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)) bernilai 0, maka Angka Kematian Balita (\(Y\)) adalah bernilai 149,1127 per 1.000 kelahiran hidup.
Setiap kenaikan 1% pada variabel cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)), maka akan menurunkan Angka Kematian Balita (\(Y\)) sebesar 1,0154 per 1.000 kelahiran hidup.
Setiap kenaikan 1% pada variabel cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)), maka akan menurunkan Angka Kematian Balita (\(Y\)) sebesar 0,3367 per 1.000 kelahiran hidup.
Model regresi tersebut menghasilkan nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,6185 atau 61,85% yang berarti bahwa sekitar 61,85% Angka Kematian Balita (\(Y\)) dapat dijelaskan oleh variabel independen yang ada dalam model regresi, yaitu cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)) dan cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)). Sementara itu sisanya yaitu sekitar 38,15% tidak dapat dijelaskan oleh model tersebut karena mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model.
Uji Hipotesis
\(H_0\) : \(\beta_0=\beta_1=\beta_2=0\) (\(X_1\) dan \(X_2\) secara simultan tidak berpengaruh
signifikan terhadap \(Y\))
\(H_1\) : Setidaknya ada satu \(\beta_i\neq0\) dengan \(i=0,1,2\) (Setidaknya ada satu \(X_i\)) yang berpengaruh terhadap \(Y\))
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika \(p_{value}<\alpha=0,05\)
Statistik Uji
summary(model_mkt)##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -30.857 -6.967 -3.648 8.178 25.731
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 149.1127 21.5934 6.905 3.85e-07 ***
## X1 -1.0154 0.2880 -3.526 0.00173 **
## X2 -0.3367 0.1354 -2.487 0.02025 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 13.41 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.6478, Adjusted R-squared: 0.6185
## F-statistic: 22.07 on 2 and 24 DF, p-value: 3.64e-06
Uji Hipotesis
\(H_0\) : \(\beta_i=0\) dengan \(i=0,1,2\) (\(X_i\) tidak berpengaruh signifikan terhadap
\(Y\))
\(H_1\) : \(\beta_i\neq0\) (\(X_i\) berpengaruh signifikan terhadap \(Y\))
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika \(p_{value}<\alpha\)
Statistik Uji
summary(model_mkt)##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -30.857 -6.967 -3.648 8.178 25.731
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 149.1127 21.5934 6.905 3.85e-07 ***
## X1 -1.0154 0.2880 -3.526 0.00173 **
## X2 -0.3367 0.1354 -2.487 0.02025 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 13.41 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.6478, Adjusted R-squared: 0.6185
## F-statistic: 22.07 on 2 and 24 DF, p-value: 3.64e-06
Untuk konstanta, karena \(p_{value}=3,85e-07<0,05\), maka berarti \(H_0\) ditolak yang berarti konstanta berpengaruh signifikan terdahadap variabel dependen Angka Kematian Balita (\(Y\)).
Untuk variabel cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)), didapatkan \(p_{value}=0,00173<0,05\), maka berarti \(H_0\) ditolak yang artinya variabel cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Angka Kematian Balita (\(Y\)).
Untuk variabel cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)), didapatkan \(p_{value}=0,02025<0,05\), maka berarti \(H_0\) ditolak yang artinya variabel variabel cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Angka Kematian Balita (\(Y\)).
Uji Hipotesis
\(H_0\) : Data residual berdistribusi
normal
\(H_1\) : Data residual tidak
berdistribusi normal
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis \(H_0\) ditolak jika \(p_{value}<\alpha\)
Statistik Uji
shapiro.test(model_mkt$residuals)##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: model_mkt$residuals
## W = 0.96611, p-value = 0.5031
Hipotesis
\(H_0\): Tidak terjadi gejala
multikolinearitas
\(H_1\): Terjadi gejala
multikolinearitas
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai VIF >
10
Statistik Uji
vif(model_mkt)## X1 X2
## 1.526881 1.526881
Uji Hipotesis
\(H_0\) : Tidak terdapat
autokorelasi
\(H_1\) : Terdapat
autokorelasi
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika \(p_{value}<\alpha\)
Statistik Uji
dwtest(model_mkt)##
## Durbin-Watson test
##
## data: model_mkt
## DW = 1.8448, p-value = 0.3167
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Hipotesis
\(H_0\): Variansi sisaan bersifat
homogen
\(H_1\): Variansi sisaan bersifat tidak
homogen
Taraf Signifikansi
\(\alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai \(p_{value}<\alpha=0,05\)
Statistik Uji
bptest(model_mkt)##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model_mkt
## BP = 1.231, df = 2, p-value = 0.5404
| Uji Asumsi | Keterangan |
|---|---|
| Uji Normalitas Residu | Memenuhi |
| Uji Multikolinearitas | Memenuhi |
| Uji Non-Autokorelasi | Memenuhi |
| Uji Homoskedastisitas | Memenuhi |
Berdasarkan hasil analisis regresi diatas, diperoleh model regresi linear berganda sebagai berikut. \[\hat{Y} = 149,1127-1,0154X_1-0,3367X_2\] Berdasarkan Uji F dan Uji t, dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen yaitu cakupan imunisasi Hepatitis B (\(X_1\)) dan cakupan imunisasi Campak (\(X_2\)) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Angka Kematian Balita (\(Y\)). Berdasarkan uji asumsi klasik, semua uji asumsi yakni uji asumsi normalitas residu, uji non multikolinearitas, uji non autokorelasi, dan uji homoskedastisitas terpenuhi sehingga model regresi layak digunakan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini cukup dapat diandalkan dalam melakukan prediksi mengenai Angka Kematian Balita.