Model regresi linier berganda (multiple linear regression) mengasumsikan antara sebuah variabel respon y (dependent variable) dan sebuah himpunan dari variabel prediktor x (independent variable). Model regresi linier berganda dengan k variabel prediktor dan satu variabel respon y, persamaan regresi linier berganda dapat ditulis sebagai berikut:
\[ Y = \beta_0 + \beta_1 X_1 + \beta_2 X_2 + \beta_3 X_3 + \epsilon \]
Di mana:
- \(Y\) adalah
variabel dependen.
- \(X_1\),
\(X_2\), dan \(X_3\) adalah variabel independen.
-
\(\beta_0\) adalah intercept,
yaitu nilai rata-rata \(Y\) ketika
semua variabel independen bernilai nol.
- \(\beta_1\), \(\beta_2\), dan \(\beta_3\) adalah koefisien regresi untuk
masing-masing variabel independen \(X_1\), \(X_2\), dan \(X_3\). Koefisien ini mengukur perubahan
rata-rata dalam \(Y\) untuk setiap unit
perubahan dalam variabel independen yang sesuai, dengan asumsi variabel
lain tetap konstan.
- \(\epsilon\)
adalah kesalahan residu atau error term, yang mewakili
variabilitas dalam \(Y\)
Selain itu untuk mengetahui apakah model regresi tersebut adalah model yang tepat, maka harus dilakukan pula uji asumsi yang teridiri dari uji normalitas, uji non autokorelasi, uji non multikolinearitas dan uji heterokedastisitas. Apabilah telah memenuhi keempat uji asumsi tersebut maka dapat dikatakan bahwa model regresi tersebut merupakan model yang tepat.
Sebelum masuk ke pengujian, kita akan menginstall packages yang dibutuhkan dalam pengujian ini. Berikut merupakan packages yang dibutuhkan:
library(lmtest)
## Loading required package: zoo
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
library(car)
## Loading required package: carData
library(readxl)
library(knitr)
library(readr)
library(rmarkdown)
Data yang digunakan adalah data tahun 2014 pada wilayah Amerika baik
utara, tengah maupun selatan yang mencakup 34 negara. Diambil 4 variabel
yaitu:
- \(Y\) =
Life_expectancy
- \(X_1\)
= GDP_per_capita
- \(X_2\) = Alcohol_consumption
-
\(X_3\) = Infant_deaths
data <- read_excel(path = "C:\\Users\\ASUS\\Documents\\data CM2.xlsx")
data
## # A tibble: 34 × 7
## No Country Region Life_expectancy GDP_per_capita Alcohol_consumption
## <dbl> <chr> <chr> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 1 Costa Rica Centr… 79.4 11355 3.12
## 2 2 Argentina South… 75.9 13568 7.93
## 3 3 Dominican Re… Centr… 73 6547 5.23
## 4 4 Chile South… 79.5 13367 7.92
## 5 5 Honduras Centr… 74.3 2256 2.42
## 6 6 Bahamas The Centr… 72.8 31689 9.22
## 7 7 Jamaica Centr… 74 4890 3.2
## 8 8 Uruguay South… 77.2 15609 6.15
## 9 9 Sao Tome and… Centr… 69.1 1554 5.63
## 10 10 Brazil South… 74.7 9215 6.91
## # ℹ 24 more rows
## # ℹ 1 more variable: Infant_deaths <dbl>
Dari statistik deskriptif kita akan mendapatkan Nilai Minimal (Min), Kuartil 1 (Q1), Kuartil 2 atau Median (Q2), Kuartil 3 (Q3), Rata-Rata (Mean), dan Nilai Maksimal (Max) setiap variabel yang digunakan.
summary(data)
## No Country Region Life_expectancy
## Min. : 1.00 Length:34 Length:34 Min. :62.10
## 1st Qu.: 9.25 Class :character Class :character 1st Qu.:72.80
## Median :17.50 Mode :character Mode :character Median :74.15
## Mean :17.50 Mean :74.34
## 3rd Qu.:25.75 3rd Qu.:76.30
## Max. :34.00 Max. :81.80
## GDP_per_capita Alcohol_consumption Infant_deaths
## Min. : 1371 Min. :1.690 Min. : 4.60
## 1st Qu.: 5000 1st Qu.:3.842 1st Qu.:12.32
## Median : 7990 Median :5.735 Median :14.20
## Mean :11382 Mean :5.748 Mean :15.99
## 3rd Qu.:13518 3rd Qu.:7.690 3rd Qu.:18.40
## Max. :55675 Max. :9.660 Max. :54.10
Berdasarkan hasil statistika deskriptif diatas, dapat diketahui bahwa Alcohol_consumption memiliki gambaran statistik terendah karena memiliki nilai data terkecil sehingga gambaran statistiknya juga bernilai kecil. Berbanding terbalik dengan GDP_per_capita yang memiliki gambaran statistik tertinggi karena memiliki nilai data terbesar sehingga gambaran statistiknya juga bernilai tinggi.
Dilakukan pengujian regresi berganda pada tahap ini. Selain itu, pada tahap ini juga akan diperoleh plot yang akan menyatakan hubungan antara variabel dependen y dengan setiap variabel independen x.
attach(data)
modelreg <- lm(Life_expectancy ~ GDP_per_capita+Alcohol_consumption+Infant_deaths)
summary(modelreg)
##
## Call:
## lm(formula = Life_expectancy ~ GDP_per_capita + Alcohol_consumption +
## Infant_deaths)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -3.549 -1.042 0.003 1.231 3.609
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 7.963e+01 1.392e+00 57.192 < 2e-16 ***
## GDP_per_capita 5.738e-05 3.779e-05 1.518 0.139
## Alcohol_consumption -1.172e-01 1.882e-01 -0.623 0.538
## Infant_deaths -3.297e-01 4.255e-02 -7.749 1.21e-08 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 1.943 on 30 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.7541, Adjusted R-squared: 0.7296
## F-statistic: 30.68 on 3 and 30 DF, p-value: 2.846e-09
Diperoleh nilai p-value < 0,05 sehingga semua variabel independen x signifikan terhadap variabel dependen y.
plot(GDP_per_capita, Life_expectancy)
Dapat dilihat bahwa plot linear ke kanan sehingga dapat diketahui bahwa GDP_per_capita memiliki hubungan positif dengan Life_expectancy. Nilai p-value dari GDP_per_capita adalah yang terbesar sehingga plot linearnya terlihat tidak begitu jelas dibandingkan yang lainnya.
plot(Alcohol_consumption, Life_expectancy)
Dapat dilihat bahwa plot linear ke kiri sehingga dapat diketahui bahwa Alcohol_consumption memiliki hubungan negatif dengan Life_expectancy. Nilai p-value dari Alcohol_consumption adalah yang terkecil sehingga plot linearnya terlihat lebih jelas dibandingkan yang lainnya
plot(Infant_deaths, Life_expectancy)
Dapat dilihat bahwa plot linear ke kiri sehingga dapat diketahui bahwa Infant_deaths memiliki hubungan negatif dengan Life_expectancy. Nilai p-value dari Infact_deaths adalah yang terkecil sehingga plot linearnya terlihat lebih jelas dibandingkan yang lainnya
Selanjutnya adalah uji asmsi, jika memenuhi semua uji asumsi maka dapat dikatakan bahwa model regresi tersebut tepat.
shapiro.test(modelreg$residuals)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: modelreg$residuals
## W = 0.98151, p-value = 0.819
Dapat dilihat bahwa nilai p−value = 0,819 > α (0,05) maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa residu berdistribusi normal.
dwtest(modelreg)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: modelreg
## DW = 1.7817, p-value = 0.2689
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Dapat dilihat bahwa nilai p−value = 0,2685 > α (0,05) maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa tidak terjadi autokorelasi.
vif(modelreg)
## GDP_per_capita Alcohol_consumption Infant_deaths
## 1.670147 1.593545 1.318806
Karena semua nilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
bptest(modelreg, studentize = FALSE, data = data)
##
## Breusch-Pagan test
##
## data: modelreg
## BP = 2.9864, df = 3, p-value = 0.3937
Dapat dilihat bahwa nilai p−value = 0,3937 > α (0,05) maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat homoskedastisitas residu.
Berdasarkan hasil pengujian di atas, maka diperoleh model regresi berganda sebagai berikut.
Y = 7.963e+01 + 5.738e-05\(X_1\) - 1.172e-01\(X_2\) - 3.297e-01\(X_3\)
Interpretasi:
- Jika nilai
GDP_per_capita, Alcohol_consumption dan
Infant_deaths konstan maka Life_expectancy akan
bernilai 7.963e+01
- Setiap kenaikan 1 satuan
GDP_per_capita atau \(X_1\)
akan menaikkan Life_expectancy sebanyak
5.738e-05
- Setiap kenaikan 1 satuan
Alcohol_consumption atau \(X_2\) akan menurunkan
Life_expectancy sebesar 1.172e-01
-
Setiap kenaikan 1 satuan Infant_deaths atau \(X_3\) akan menurunkan
Life_expectancy sebesar 3.297e-01
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa GDP_per_capita, Alcohol_consumption, dan Infant_deaths berpengaruh signifikan terhadap Life_expectancy karena nilai p-value yang dihasilkan < 0,05. Model regresi ganda tersebut memiliki R-squared Adjustednya sebesar 0,7296 atau 72,96% yang berarti bahwa Life_expectancy 72,96% dipengaruhi oleh faktor GDP_per_capita, Alcohol_consumption, dan Infant_deaths sedangkan sisanya sebesar 27,04% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model.
Selain itu, model regresi tersebut adalah model yang tepat karena telah memenuhi keempat uji asumsi yaitu uji normalitas, uji non autokorelasi, uji non multikolinearitas dan uji heterokedastisitas, maka dapat dikatakan bahwa model regresi tersebut merupakan model yang tepat.