Yovieto Dimas Sherrio (M0722078)
Analisis regresi adalah suatu metode atau teknik analisis hipotesis penelitian yang digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel satu dengan variabel lain, yang dinyatakan dalam bentuk persamaan matematik (regresi). Tujuan utama dari analisis regresi adalah untuk memodelkan dan menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut sehingga kita dapat memahami bagaimana perubahan dalam variabel independen mempengaruhi variabel dependen.Analisis regresi terbagi menjadi dua jenis yaitu:
Regresi linear sederhanada.
Regresi linear berganda.
Regresi linear berganda merupakan model regresi yang memiliki lebih dari satu variabel independen atau lebih.
Persamaan regresi linier berganda secara matematik diekspresikan sebagai berikut:
\[Y = \beta_0 + \beta_1X_1 + \beta_2X_2 +...+\beta_pX_p +\epsilon_i\] dimana:\(Y=\) variabel tak bebas/dependen (nilai variabel yang akan diprediksi)
\(\beta_0=\) konstanta
\(\beta_1,\beta_2,...,\beta_n=\) nilai koefisien regresi
\(X_1,X_2,...,X_n=\) variabel bebas/independen
\(\epsilon_i=\) galat
Analisis regresi linier berganda melibatkan beberapa asumsi, antara lain:
Dalam analisis regresi linier berganda terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi. Ketika asumsi-asumsi tersebut tidak terpenuhi, mungkin diperlukan transformasi variabel atau penggunaan metode regresi lainnya yang lebih sesuai.
# Menyiapkan package-package yang diperlukan
library(car)
library(MASS)
library(lmtest)
library(readxl)
library(ggplot2)
library(plotly)
library(knitr)
Data yang digunakan dalam analsis ini adalah file data set yang telah difilter sesuai dengan keperluan analisis yang diinginkan. Pada kali ini data yang saya ambil adalah data negara yang ada di Eropa pada tahun 2004. Berikut merupakan beberapa variabel yang digunakan dalam analisis regresi linear ganda :
\((Y)\) (Life Expectancy) : Rata-rata angka harapan hidup
\(X_1\) (Adult Mortality) : Angka kematian orang dewasa per 1000 populasi
\(X_2\) (GDP Per Capita) : Nilai GDP (Gross Domestic Product) Per Kapita
library(readxl)
DATA <- read_excel("D:/DATASIM.xlsx")
DATA
## # A tibble: 27 × 3
## Y X1 X2
## <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 71.9 194. 13283
## 2 78.7 86.3 35034
## 3 77.5 95.0 50792
## 4 77.2 112. 18568
## 5 79.9 77.4 25655
## 6 79 79.5 22118
## 7 74 138. 10717
## 8 74.8 142. 8275
## 9 78.5 64.7 24798
## 10 75.7 114. 14070
## # ℹ 17 more rows
plot(DATA$X1, DATA$Y)
plot(DATA$X2, DATA$Y)
Statistik deskriptif merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna (Walpole, 1992). Statistika deskriptif menunjukkan ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran data. Ukuran pemusatan terdiri atas rata-rata, median, dan modes. Untuk ukuran penyebaran terdiri dari varian, simpangan baku, jangkauan, dan lain-lain.
summary(DATA)
## Y X1 X2
## Min. :71.60 Min. : 60.36 Min. : 4850
## 1st Qu.:74.40 1st Qu.: 80.39 1st Qu.: 10870
## Median :78.50 Median : 95.00 Median : 22118
## Mean :76.87 Mean :112.52 Mean : 27160
## 3rd Qu.:79.10 3rd Qu.:140.23 3rd Qu.: 39206
## Max. :80.80 Max. :213.15 Max. :100293
Melalui statistik deskriptif diatas, didapatkan nilai minimum, kuartil bawah, median, mean, kuartil atas, dan nilai maksimum dari keempat variabel. Berikut merupakan boxplot dari data yang akan kita gunakan :
Boxplot(DATA)
## [1] "18"
Hipotesis
\(H_0:\) Semua variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
\(H_1:\) Paling tidak satu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
Taraf signifkansi : \(\alpha=0.05\)
Daerah kritis : \(H_0\) ditolak jika p-value < 0.05
model.mkt = lm(Y~., data=DATA)
summary(model.mkt)
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = DATA)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -1.71438 -0.80386 0.09044 0.51727 1.98581
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 8.274e+01 7.821e-01 105.789 < 2e-16 ***
## X1 -5.781e-02 4.913e-03 -11.767 1.87e-11 ***
## X2 2.334e-05 1.093e-05 2.135 0.0432 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.9418 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9128, Adjusted R-squared: 0.9056
## F-statistic: 125.6 on 2 and 24 DF, p-value: 1.927e-13
Kesimpulan
Berdasarkan summary MKT diatas, diketahui bahwa p-value = 1.927e-13 < 0.05, maka \(H_0\) ditolak, yang artinya adalah terdapat variabel di antara Adult_mortalityNilai GDP (Gross Domestic Product) Per Kapita signifikan terhadap Life_expectancy .Hipotesis
\(H_0\): Residu berdistribusi normal
\(H_1\): Residu tidak berdistribusi normal
Taraf signifkansi : \(\alpha\) = 5%
Daerah kritis : \(H_0\) ditolak apabila nilai p-value < \(\alpha\) = 0,05
Statistik Uji :
shapiro.test(model.mkt$residuals)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: model.mkt$residuals
## W = 0.97999, p-value = 0.8622
Kesimpulan
Berdasarkan uji Shapiro-Wilk diatas, diperoleh nilai p-value = 0.8622 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga \(H_0\) diterima. Dapat disimpulkan bahwa residu berdistribusinormal, yang artinya asumsi normalitas terpenuhi.
Hipotesis
\(H_0\): Variansi residu homogen
\(H_1\): Paling tidak terdapat satu variansi residu tidak homogen
Taraf signifkansi : \(\alpha\) = 5%
Daerah kritis : \(H_0\) ditolak apabila nilai p-value < \(\alpha\) = 0,05
Statistik Uji :
bptest(model.mkt)
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model.mkt
## BP = 0.9399, df = 2, p-value = 0.625
Kesimpulan
Berdasarkan uji Breushch-Pagan diatas, diperoleh nilai p-value = 0.625 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga \(H_0\) diterima. Dapat disimpulkan bahwa variansi residu homogen dan uji homogenitas terpenuhi.
Hipotesis
\(H_0\): Tidak ada autokorelasi antar residu
\(H_1\): Ada autokorelasi antar residu
Taraf signifkansi : \(\alpha\) = 5%
Daerah kritis : \(H_0\) ditolak apabila nilai p-value < \(\alpha\) = 0,05
Statistik Uji :
dwtest(model.mkt)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model.mkt
## DW = 2.2883, p-value = 0.7677
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Kesimpulan
Berdasarkan uji Durbin-Watson diatas, diperoleh nilai p-value = 0.7677 > \(\alpha\) = 0.05 sehingga \(H_0\) diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi antar residu, yang artinya asumsi non autokorelasi terpenuhi.
Hipotesis
\(H_0\): Tidak terjadi multikolinearitas
\(H_1\): Terjadi multikolinearitas
Taraf signifkansi : \(\alpha\) = 5%
Daerah kritis : \(H_0\) ditolak apabila nilai VIF > 10
Statistik Uji :
vif(model.mkt)
## X1 X2
## 1.466529 1.466529
Kesimpulan
Berdasarkan uji VIF diatas, diperoleh nilai VIF dari tiap variabel < 10 sehingga \(H_0\) diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas, yang artinya asumsi multikolinearitas terpenuhi.
regresi = lm(Y~., data=DATA)
summary(regresi)
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = DATA)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -1.71438 -0.80386 0.09044 0.51727 1.98581
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 8.274e+01 7.821e-01 105.789 < 2e-16 ***
## X1 -5.781e-02 4.913e-03 -11.767 1.87e-11 ***
## X2 2.334e-05 1.093e-05 2.135 0.0432 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.9418 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9128, Adjusted R-squared: 0.9056
## F-statistic: 125.6 on 2 and 24 DF, p-value: 1.927e-13
Berdasarkan hasil analisis regresi diatas didapatkan persamaan regresinya yaitu :
\(Y =\) \(8.274e+01\) \(-5.781e-02\) \(+\) \(2.334e-05\)
Berdasarkan hasil analisis regresi diatas didapatkan persamaan regresi:
\(Y =\) \((8.274e+01\) \(-5.781e-02X1 +\) \(+\) \(2.334e-05X2\) \(+\) \(0,01794X3\)
Interpretasi
Dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan 1 Adult Mortality (\(X1\)) akan
menurunkan Life Expectancy (\(Y\)) sebesar \(-5.781e-02\), setiap kenaikan 1 GDP
per Capita (\(X2\)) akan menaikkan Life Expectancy
(\(Y\)) sebesar
\(2.334e-05X2\)
Model memenuhi semua uji signifikansi, yaitu variabel Adult Mortality
dan GDP per capita berpengaruh signifikan terhadap Life Expectancy.
Selain itu juga model memenuhi semua uji asumsi, yaitu residu
berditribusi normal, variansi sisaan homogen, tidak terdapat
autokorelasi, dan tidak terdapat multikolinearitas.
Dapat dilihat juga bahwa model regresi linear ganda tersebut memiliki
nilai Adj-Rsquare sebesar \(0,9056\) atau \(90,56\)% yang berarti Life Expectancy
dipengaruhi oleh faktor Adult Mortality dan GDP per capita sedangkan
sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model.