I. Pendahuluan
Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. AHH ini merujuk pada rata-rata usia yang diharapkan bagi masyarakar di suatu negara pada suatu waktu tertentu. Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan di suatu negara ditandai dengan meningkatnya AHH. Peningkatan AHH memberikan implikasi bahwa derajat dan kualitas kesehatan di negara tersebut juga meningkat atau membaik. Tinggi-rendahnya AHH ini bergantung pada faktor-faktor tertentu (Amalia & Mahmudah, 2020) (Alwi et al, 2023).
Analisis regresi linier berganda merupakan suatu metode untuk memodelkan hubungan antara suatu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen. Oleh karena itu, dengan menduga beberapa faktor yang mungkin memengaruhi AHH, maka dilakukan analisis regresi linier berganda pada penelitian ini. Dengan demikian, diharapkan model yang diperoleh dari analisis regresi linier berganda ini dapat menjelaskan seberapa besar faktor-faktor tertentu berpengaruh signifikan terhadap AHH. Adapun analisis ini akan dilakukan dengan menggunakan bantuan dari software RStudio.
II. Packages yang Digunakan
library(stats)
library(carData)## Warning: package 'carData' was built under R version 4.2.3
library(car)## Warning: package 'car' was built under R version 4.2.3
library(zoo)## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.2.3
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
library(lmtest)## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.2.3
library(fit.models)## Warning: package 'fit.models' was built under R version 4.2.3
library(readxl)## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.2.3
library(ggplot2)## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.2.3
library(GGally)## Warning: package 'GGally' was built under R version 4.2.3
## Registered S3 method overwritten by 'GGally':
## method from
## +.gg ggplot2
library(kableExtra)## Warning: package 'kableExtra' was built under R version 4.2.3
library(knitr)## Warning: package 'knitr' was built under R version 4.2.3
III. Deskripsi Data
Data yang digunakan pada analisis ini ialah data yang dapat diakses dari link: (https://onedrive.live.com/View.aspx?resid=142E00AB7215E1CF!317&authkey=!AO-28J608ImVBms). Analisis ini hanya menggunakan data-data dari negara-negara di benua Asia pada tahun 2015, yakni sebanyak 27 data. Adapun angka harapan hidup dijadikan sebagai variabel dependen (Y). Sementara itu, digunakan empat variabel independen untuk pemodelan regresi, yaitu tingkat kematian bayi, tingkat kematian dewasa, tingkat pendapatan rata-rata, dan BMI. Adapun data yang digunakan untuk analisis ini dapat dilihat pada tabel berikut.
# Mengimpor file data dari excel
data <- read_excel("C:/Users/Salsa Dhea/Downloads/Nyoba CM SIM 2.xlsx",
sheet = "Sheet1")
# Menampilkan tabel data
knitr::kable(
head(data, 27),
"pipe",
col.name = c("Negara","Y","X1","X2","X3","X4"),
align = "lcccc"
)| Negara | Y | X1 | X2 | X3 | X4 |
|---|---|---|---|---|---|
| Vietnam | 75.1 | 17.4 | 124.5470 | 2582 | 21.7 |
| Nepal | 69.5 | 29.2 | 154.6040 | 902 | 22.4 |
| Indonesia | 70.8 | 23.2 | 175.5640 | 3332 | 23.0 |
| China | 75.9 | 8.3 | 82.2730 | 8016 | 23.7 |
| India | 68.6 | 34.9 | 177.9465 | 1606 | 21.7 |
| Turkmenistan | 67.7 | 36.4 | 189.9280 | 6433 | 26.4 |
| Myanmar | 65.8 | 41.0 | 196.0530 | 1197 | 22.6 |
| Azerbaijan | 72.3 | 23.3 | 124.8970 | 5500 | 26.9 |
| Thailand | 76.1 | 9.3 | 148.8890 | 5840 | 24.3 |
| Mongolia | 69.1 | 16.6 | 212.8410 | 3875 | 26.1 |
| Maldives | 77.7 | 8.4 | 68.3620 | 9033 | 25.3 |
| Pakistan | 66.6 | 62.1 | 160.1410 | 1357 | 23.9 |
| Afghanistan | 63.4 | 53.2 | 227.7350 | 556 | 23.3 |
| Japan | 83.8 | 2.0 | 53.5860 | 34961 | 22.7 |
| Tajikistan | 70.1 | 32.6 | 134.7150 | 978 | 25.9 |
| Kyrgyz Republic | 70.7 | 19.9 | 165.7935 | 1121 | 26.5 |
| Kazakhstan | 72.0 | 10.6 | 182.1110 | 10511 | 26.3 |
| Brunei Darussalam | 75.3 | 8.8 | 88.0930 | 31164 | 27.0 |
| Bangladesh | 71.5 | 31.0 | 129.7530 | 1248 | 21.6 |
| Uzbekistan | 70.9 | 17.3 | 140.8150 | 2754 | 26.7 |
| Singapore | 82.7 | 2.2 | 50.9615 | 55647 | 23.6 |
| Cambodia | 68.6 | 27.3 | 175.6540 | 1163 | 22.1 |
| Bhutan | 70.4 | 27.4 | 208.0030 | 2753 | 23.8 |
| Lao PDR | 66.5 | 42.1 | 195.6250 | 2140 | 22.8 |
| Philippines | 70.6 | 23.4 | 199.7365 | 3001 | 23.1 |
| Sri Lanka | 76.3 | 7.5 | 109.1795 | 3844 | 23.0 |
| Malaysia | 75.5 | 6.9 | 121.7230 | 9955 | 25.6 |
Keterangan:
Y = Angka Harapan Hidup (rata-rata umur masyarakat yang
diharapkan)
X1 = Tingkat Kematian Bayi (jumlah kematian bayi per 1000 jiwa)
X2 = Tingkat Kematian Dewasa (jumlah kematian dewasa per 1000
jiwa)
X3 = Pendapatan per Kapita (dollar)
X4 = BMI (kg/m^2)
IV. Eksplorasi Data
4.1 Import Data Uji
Data yang digunakan untuk pengujian ialah data yang tidak memuat kolom variabel “Negara”, sehingga hanya memuat Y, X1, X2, X3, dan X4. Adapun tabel data ujinya menjadi sebagai berikut.
data_uji <- data[, -which(names(data) == "Negara")]
knitr::kable(
head(data_uji, 27),
"pipe",
col.name = c("Y", "X1", "X2", "X3", "X4"),
align = "cccc"
)| Y | X1 | X2 | X3 | X4 |
|---|---|---|---|---|
| 75.1 | 17.4 | 124.5470 | 2582 | 21.7 |
| 69.5 | 29.2 | 154.6040 | 902 | 22.4 |
| 70.8 | 23.2 | 175.5640 | 3332 | 23.0 |
| 75.9 | 8.3 | 82.2730 | 8016 | 23.7 |
| 68.6 | 34.9 | 177.9465 | 1606 | 21.7 |
| 67.7 | 36.4 | 189.9280 | 6433 | 26.4 |
| 65.8 | 41.0 | 196.0530 | 1197 | 22.6 |
| 72.3 | 23.3 | 124.8970 | 5500 | 26.9 |
| 76.1 | 9.3 | 148.8890 | 5840 | 24.3 |
| 69.1 | 16.6 | 212.8410 | 3875 | 26.1 |
| 77.7 | 8.4 | 68.3620 | 9033 | 25.3 |
| 66.6 | 62.1 | 160.1410 | 1357 | 23.9 |
| 63.4 | 53.2 | 227.7350 | 556 | 23.3 |
| 83.8 | 2.0 | 53.5860 | 34961 | 22.7 |
| 70.1 | 32.6 | 134.7150 | 978 | 25.9 |
| 70.7 | 19.9 | 165.7935 | 1121 | 26.5 |
| 72.0 | 10.6 | 182.1110 | 10511 | 26.3 |
| 75.3 | 8.8 | 88.0930 | 31164 | 27.0 |
| 71.5 | 31.0 | 129.7530 | 1248 | 21.6 |
| 70.9 | 17.3 | 140.8150 | 2754 | 26.7 |
| 82.7 | 2.2 | 50.9615 | 55647 | 23.6 |
| 68.6 | 27.3 | 175.6540 | 1163 | 22.1 |
| 70.4 | 27.4 | 208.0030 | 2753 | 23.8 |
| 66.5 | 42.1 | 195.6250 | 2140 | 22.8 |
| 70.6 | 23.4 | 199.7365 | 3001 | 23.1 |
| 76.3 | 7.5 | 109.1795 | 3844 | 23.0 |
| 75.5 | 6.9 | 121.7230 | 9955 | 25.6 |
4.2 Statistika Deskriptif
summary(data)## Negara Y X1 X2
## Length:27 Min. :63.40 Min. : 2.00 Min. : 50.96
## Class :character 1st Qu.:68.85 1st Qu.: 9.05 1st Qu.:123.14
## Mode :character Median :70.80 Median :23.20 Median :154.60
## Mean :71.98 Mean :23.05 Mean :148.13
## 3rd Qu.:75.40 3rd Qu.:31.80 3rd Qu.:186.02
## Max. :83.80 Max. :62.10 Max. :227.74
## X3 X4
## Min. : 556 Min. :21.60
## 1st Qu.: 1302 1st Qu.:22.75
## Median : 3001 Median :23.70
## Mean : 7832 Mean :24.15
## 3rd Qu.: 7224 3rd Qu.:26.00
## Max. :55647 Max. :27.00
Berdasarkan output, diperoleh statistika deskriptif berupa nilai minimum, kuartil pertama, kuartil kedua (median), rata-rata (mean), kuartil ketiga, dan nilai maksimum dari masing-masing variabel dependen dan independen. Adapun variabel “Negara” berupa karakter bukan nilai numerik.
4.3 Visualisasi Data
ggpairs(data_uji)Visualisasi data di atas menunjukkan matriks hubungan antarvariabel
yang dianalisis. Matriks ini terdiri dari scatterplot antara dua
variabel yang berada di bawah diagonal utama matriks dan nilai korelasi
antardua variabel tersebut yang berada di atas diagonal utama matriks.
Berdasarkan output, maka dapat diinterpretasikan beberapa
hubungan antarvariabel sebagai berikut:
a) Variabel dependen (Y) memiliki hubungan linier terkuat dengan
variabel independen X1 karena sebaran data antara keduanya
paling membentuk garis linier dibandingkan Y dengan variabel independen
lainnya. Hubungan linier antara Y dan X1 ini bersifat negatif
dan sangat kuat, dibuktikan dengan nilai korelasi antar keduanya yang
bernilai negatif dan mendekati -1, yaitu -0.863. Hal ini berarti jika
terjadi peningkatan pada tingkat kematian bayi (X1), maka
akan mengurangi angka harapan hidup (Y). b) Sebaran data antarvariabel
independen tidaklah membentuk suatu pola tertentu seperti linier yang
juga dibuktikan dengan nilai korelasi antarvariabel dependen yang jauh
dari nilai 1 atau -1. Akan tetapi, terdapat korelasi antarvariabel
independen yang mendekati 1 atau -1 yaitu X1 dan
X2 serta X2 dan X3.
V. Regresi Linier Berganda
5.1 Model MKT
MKT <- lm(Y~., data = data_uji)
summary(MKT)##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data_uji)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.17487 -0.55738 -0.03273 0.48790 2.13162
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 8.953e+01 3.494e+00 25.623 < 2e-16 ***
## X1 -1.610e-01 2.184e-02 -7.374 2.22e-07 ***
## X2 -4.153e-02 7.393e-03 -5.617 1.20e-05 ***
## X3 7.200e-05 2.586e-05 2.785 0.0108 *
## X4 -3.415e-01 1.377e-01 -2.479 0.0213 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 1.221 on 22 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9463, Adjusted R-squared: 0.9365
## F-statistic: 96.9 on 4 and 22 DF, p-value: 1.224e-13
Berdasarkan output yang diperoleh, dapat diketahui bahwa
baik X1, X2, X3, maupun X4
berpengaruh signifikan terhadap Y. Adapun model regresi yang diperoleh
ialah sebagai berikut:
\[\hat{Y} = 89.53 - 0.1610X_1 - 0.04153X_2 +
0.000072X_3 - 0.3415X_4\] Berdasarkan persamaan regresi tersebut,
maka dapat diinterpretasikan bahwa setiap kenaikan 1 satuan dari tingkat
pendapatan per kapita (X3), maka akan meningkatkan angka
harapan hidup sebesar 0.000072 tahun. Sementara itu, kenaikan 1 satuan
dari tingkat kematian bayi (X1), tingkat kematian dewasa
(X2), dan BMI (X4) masing-masing akan mengurangi
angka harapan hidup sebesar 0.610 tahun, 0.04153 tahun, dan 0.3415
tahun. Adapun persamaan model regresi yang diperoleh ini memiliki nilai
adjusted R-aquared sebesar 0.9365. Hal ini menunjukkan bahwa
berarti sebesar 93.65% perubahan variasi angka harapan hidup (Y) dapat
dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model, yaitu tingkat
kematian bayi (X1), tingkat kematian dewasa (X2),
pendapatan per kapita (X3), dan BMI (X4),
sedangkan sisanya sekitar 6.35% tidak dapat dijelaskan oleh model.
5.2 Uji Asumsi Klasik
5.2.1 Uji Normalitas Residu
- Hipotesis: H0: Residu berdistribusi normal. vs
H1: Residu tidak berdistribusi normal
- Taraf Signifikansi: α = 5% = 0.05
- Daerah Kritis: H0 ditolak jika p-value <
0.05
- Statistik Uji:
shapiro.test(MKT$residuals)##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: MKT$residuals
## W = 0.96272, p-value = 0.4254
- Kesimpulan: Karena p-value = 0.4254 > 0.05; maka H0 tidak ditolak yang berarti residu berdistribusi normal sehingga asumsi normalitas residu terpenuhi.
5.2.2 Uji Nonmultikolinieritas
Jika VIF < 10, maka tidak terdapat multikolinieritas
antarvariabel.
Jika VIF > 10, maka terdapat multikolinieritas antarvariabel.
vif(MKT)## X1 X2 X3 X4
## 1.965920 2.336096 1.876810 1.081909
Interpretasi:
Karena nilai VIF dari X1, X2, X3,
maupun X4 < 10, maka berarti tidak terdapat
multikolinieritas antarvariabel independen tersebut sehingga asumsi
nonmultikolinieritas terpenuhi.
5.2.3 Uji Nonautokorelasi
- Hipotesis: H0: Tidak terdapat autokorelasi antarresidual.
vs H1: Terdapat autokorelasi antarresidual.
- Taraf Signifikansi: α = 5% = 0.05
- Daerah Kritis: H0 ditolak jika p-value <
0.05
- Statistik Uji:
dwtest(MKT)##
## Durbin-Watson test
##
## data: MKT
## DW = 2.1786, p-value = 0.6763
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
- Kesimpulan:
Karena p-value = 0.6763 > 0.05; maka berarti H0 tidak ditolak yang berarti tidak terdapat autokorelasi antarresidual sehingga asumsi nonautokorelasi terpenuhi.
5.2.4 Uji Homoskedastisitas
- Hipotesis: H0: Terjadi homoskedastisitas. vs H1: Terjadi heteroskedastisitas.
- Taraf Signifikansi: α = 5% = 0.05
- Daerah Kritis: H0 ditolak jika p-value <
0.05
- Statistik Uji:
bptest(MKT)##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: MKT
## BP = 1.8088, df = 4, p-value = 0.7709
- Kesimpulan:
Karena p-value = 0.7709 > 0.05; maka H0 tidak ditolak yang berarti asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
VI. VISUALISASI REGRESI DIAGNOSTIK
6.1. Residuals vs Fitted Plot
plot(MKT, which = 1, col = "#964BAA")Plot residuals vs fitted values di atas menunjukkan bahwa residual tersebar secara acak di sepanjang fitted values tanpa membentuk suatu pola tertentu. Hal ini menandakan bahwa model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas, yakni variasi residual konstan di seluruh rentang nilai fitted values.
6.2. Normal Q-Q Plot
plot(MKT, which = 2, col = "#964BAA")Plot normal Q-Q di atas menunjukkan bahwa titik-titik data mengikuti garis lurus. Hal ini menandakan bahwa data berdistribusi normal.
6.3. Scale-Location Plot
plot(MKT, which = 3, col = "#964BAA")Plot scale-location di atas memiliki pola yang acak yang tidak menunjukkan pola tertentu. Hal ini menandakan bahwa variansi residual konstan di seluruh fitted values sehingga berarti asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh model regresi linier berganda dari data angka harapan hidup, yaitu:\[\hat{Y} = 89.53 - 0.1610X_1 - 0.04153X_2 + 0.000072X_3 - 0.3415X_4\] Model ini menjelaskan variasi perubahan angka harapan hidup (Y) sebesar 93.65% dengan variabel independen dalam model yaitu tingkat kematian bayi (X1), tingkat kematian dewasa (X2), pendapatan per kapita (X3), dan BMI (X4). Model ini telah memenuhi asumsi klasik, yakni asumsi normalitas residu, homoskedastisitas, nonmultikolinieritas, dan nonautokorelasi. Oleh karena itu, model regresi ini cukup dapat diandalkan dalam melakukan prediksi mengenai angka harapan hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, W., & Sauddin, A. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Angka Harapan Hidup di Sulawesi Selatan Menggunakan Analisis Regresi.
Jurnal Matematika Dan Statistika Serta Aplikasinya, 11(1), 72-80.
Amalia, N., & Mahmudah, M. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Angka
Harapan Hidup Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 Dengan Melihat Nilai
Statistik Cp Mallows. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan,
7(1), 13-19.
(https://prettydoc.statr.me/hpstr.html)
(https://stackoverflow.com/questions/43222169/how-to-justify-the-text-to-both-sides-when-knitting-html-in-rmarkdown)
(https://rmarkdown.rstudio.com/lesson-1.html)
(https://www.datacamp.com/tutorial/r-markdown-tutorial)