Tugas CM 2 Sistem Informasi Manajemen
Data Kasus HIV (Incidents HIV) merupakan data numerik yang berisi kasus HIV per 1000 populasi pada rentang usia 15-49 tahun. Data ini diukur dalam satuan tahun, digunakan untuk mengindikasikan jumlah kasus HIV pada suatu negara atau wilayah. Pada penelitian ini akan menganalisis data kasus HIV di benua Afrika dan Amerika Selatan pada tahun 2015.
Uji Mann Whitney merupakan salah satu metode nonparametrik yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok independen dari data ordinal atau interval. Metode ini digunakan untuk menguji perbedaan median atau lokasi antara dua kelompok tanpa harus mengasumsikan distribusi tersebut. Pada data kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan, metode ini bertujuan untuk membandingkan rata-rata kasus HIV di kedua wilayah tersebut pada tahun 2015. Informasi ini berguna untuk memberikan gambaran tentang kasus HIV yang terjadi di Afrika dan Amerika Selatan pada tahun 2015, serta menambah wawasan mengenai karakteristik populasi pada tahun tersebut.
Library perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan analisis data menggunakan R. Hal ini bertujuan agar analisis data berjalan efektif.
library(readxl)
library(ggplot2)
library(rmarkdown)
library(knitr)
library(cluster)
library(DT)
library(tinytex)
library(dplyr)
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengimpor data
# Import Data
dataset <- read_excel("C:/Users/ACER/Downloads/5. data_case_method - dataset.xlsx")
View(dataset)
Berikut ini merupakan langkah filter data untuk mengambil variabel yang dibutuhkan dari data untuk dianalisis. Berikut ini filter data untuk kasus HIV di Afrika dan Amerika selatan tahun 2015
# Filter Data Afrika
data_filter <- dataset %>%
filter(Year == 2015, Region == "Africa") %>%
select(Country, Incidents_HIV)
data_filter
## # A tibble: 51 × 2
## Country Incidents_HIV
## <chr> <dbl>
## 1 Cameroon 1.12
## 2 Gambia The 0.96
## 3 Algeria 0.05
## 4 Madagascar 0.24
## 5 Eswatini 14.3
## 6 Botswana 5.81
## 7 Congo Dem. Rep. 0.35
## 8 Angola 0.89
## 9 Chad 0.42
## 10 Guinea-Bissau 1.58
## # ℹ 41 more rows
# Filter Data Amerika Selatan
data_filter2 <- dataset %>%
filter(Year == 2015, Region == "South America") %>% select(Country, Incidents_HIV)
data_filter2
## # A tibble: 12 × 2
## Country Incidents_HIV
## <chr> <dbl>
## 1 Brazil 0.24
## 2 Guyana 0.59
## 3 Colombia 0.19
## 4 Bolivia 0.15
## 5 Paraguay 0.14
## 6 Uruguay 0.24
## 7 Chile 0.19
## 8 Peru 0.13
## 9 Suriname 0.47
## 10 Argentina 0.13
## 11 Ecuador 0.16
## 12 Venezuela RB 0.4
Menampilan data yang telah terfilter
data_real <-
knitr::kable(
head(data_filter, 10),
"pipe",
col.names = c("Negara", "Kasus HIV Afrika"),
align = "lc")
data_real
| Negara | Kasus HIV Afrika |
|---|---|
| Cameroon | 1.12 |
| Gambia The | 0.96 |
| Algeria | 0.05 |
| Madagascar | 0.24 |
| Eswatini | 14.30 |
| Botswana | 5.81 |
| Congo Dem. Rep. | 0.35 |
| Angola | 0.89 |
| Chad | 0.42 |
| Guinea-Bissau | 1.58 |
data_real2 <-
knitr::kable(
head(data_filter2, 10),
"pipe",
col.names = c("Negara", "Kasus HIV Amerika Selatan"),
align = "lc")
data_real2
| Negara | Kasus HIV Amerika Selatan |
|---|---|
| Brazil | 0.24 |
| Guyana | 0.59 |
| Colombia | 0.19 |
| Bolivia | 0.15 |
| Paraguay | 0.14 |
| Uruguay | 0.24 |
| Chile | 0.19 |
| Peru | 0.13 |
| Suriname | 0.47 |
| Argentina | 0.13 |
Penghitungan statistika deskriptif untuk kedua variabel, yaitu Kasus HIV Afrika dan Kasus HIV Amerika Selatan. Statistika deskriptif ini memberikan gambaran tentang sebaran dan karakteristik data pada variabel-variabel tersebut.
summary(data_filter$Incidents_HIV)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 0.010 0.205 0.720 1.777 2.060 14.300
summary(data_filter2$Incidents_HIV)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 0.1300 0.1475 0.1900 0.2525 0.2800 0.5900
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan
untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Apabila data
tidak berdistribusi normal, maka dapat dilanjutkan pada uji Mann
Whitney.
shapiro.test(data_filter$Incidents_HIV)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: data_filter$Incidents_HIV
## W = 0.65163, p-value = 9.641e-10
shapiro.test(data_filter2$Incidents_HIV)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: data_filter2$Incidents_HIV
## W = 0.79231, p-value = 0.007671
Karena P-Value dari kedua data diatas bernilai < 0,05. Maka data
tidak berdistribusi normal, sehingga dapat dilanjutkan pada uji Mann
Whitney.
Uji Independensi
Uji
independensi dilakukan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara dua
variabel kategori. Pada uji independensi kali ini menggunakan Uji
Chi-square, jika p-value kurang dari tingkat signifikansi (misalnya
0,05), kita menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa ada hubungan
yang signifikan antara variabel-variabel tersebut (saling dependen).
Salah satu asumsi pada uji Mann Whitney adalah data saling
independen.
result <- chisq.test(data_real, data_real2, correct = TRUE)
## Warning in chisq.test(data_real, data_real2, correct = TRUE): Chi-squared
## approximation may be incorrect
result
##
## Pearson's Chi-squared test
##
## data: data_real and data_real2
## X-squared = 132, df = 121, p-value = 0.2329
Berdasarkan output diatas, p-value = 0,2329 > 0,05 yang berarti H0
tidak ditolak, sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara
keduannya (saling independen), dapat dilanjutkan pada uji Mann Whitney.
Uji Mann Whitney
Prosedur Uji
Man-Whitney (secara manual)
1. Hipotesis
-
Dua Sisi
H0 : Mx = My
H0 : Mx ≠ My
- Satu Sisi
H0 : Mx ≥ My
H0
: Mx < My
- Satu Sisi
H0 : Mx
≤ My
H0 : Mx > My
2. Daerah Kritis
- Dua Sisi
H₀ ditolak jika T<W_(α/2) atau
T>W_(1-α/2) dimana W_(1-α/2)=n.m-W_(α/2) Satu Sisi
H₀
ditolak jika T>W_α Satu Sisi
H₀ ditolak jika T<W_(1-α)
dimana W_(1-α)=n.m-W_α
3. Taraf Signifikansi
4.
Statistik Uji
a. Gabungkan kedua data contoh.
b.
Urutkan setiap pengamatan dari yang terkecil hingga terbesar. Jika
terdapat ties (nilai yang sama), beri peringkat tengah (mid-rank)
c. Jumlahkan peringkat yang berasal dari populasi 1. Nyatakan
hasilnya sebagai S.
d. Statistik Uji Mann-Whitney dapat
diperoleh melalui rumus : \[T=S -
\frac{n/(n-1)}{2}\]
Uji Mann-Whitney memiliki
kelebihan dalam mengatasi data yang tidak memenuhi asumsi normalitas dan
memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap outlier. Berikut ini
merupakan langkah-langkah uji Mann Whitney pada R.
1.
Hipotesis
H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata kasus HIV di
Afrika dan Amerika Selatan pada tahun 2015
H1 : Terdapat
perbedaan rata-rata kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan pada tahun
2015.
2. Taraf Signifikansi : α = 0,05
3. Daerah
Kritis : H0 ditolak apabila p-value < α = 0,05
4.
Statistik Uji
result <- wilcox.test(data_filter$Incidents_HIV, data_filter2$Incidents_HIV)
result
##
## Wilcoxon rank sum test with continuity correction
##
## data: data_filter$Incidents_HIV and data_filter2$Incidents_HIV
## W = 444.5, p-value = 0.01568
## alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0
5. Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji Mann Whitney,
didapat p-value = 0,01568 < 0,05, yang berarti H0 ditolak. Maka
terdapat perbedaan rata-rata kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan
pada tahun 2015.
Box Plot
Penggunaan
boxplot untuk visualiasi bertujuan untuk memberikan
gambaran tentang distribusi data, termasuk median (pusat data)
dan kuartil (sebaran data). Median ditunjukkan dengan garis di
dalam kotak, sedangkan kotak itu sendiri mencakup kuartil pertama (Q1)
hingga kuartil ketiga (Q3), yang memberikan informasi tentang penyebaran
data di tengah 50%.
Boxplot memudahkan identifikasi
outlier atau pencilan dalam data. Outlier adalah nilai yang
berada di luar kisaran yang diharapkan, biasanya ditandai dengan titik
di luar boxplot. Boxplot sangat efektif untuk membandingkan
distribusi data antar kelompok atau kategori. Misalnya, dengan
menampilkan beberapa boxplot berdampingan, kita bisa dengan mudah
membandingkan median, sebaran, dan outlier dari masing-masing
kelompok.
library(ggplot2)
df <- data.frame(
Group = c(rep("Kasus HIV Afrika", length(data_filter$Incidents_HIV)), rep("Kasus HIV Amerika Selatan", length(data_filter2$Incidents_HIV))),
Value = c(data_filter$Incidents_HIV, data_filter2$Incidents_HIV)
)
ggplot(df, aes(x = Group, y = Value)) +
geom_boxplot() +
labs(x = "Kasus HIV", y = "Value") +
ggtitle("Boxplot Kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan tahun 2015")
Interpretasi :
1. Data Kasus HIV Afrika : Data
miring ke kanan (Positive Skewness), ditunjukkan dengan letak garis
median tidak berada di tengah box/kotak. Whisker atas lebih panjang
serta terdapat outlier dibagian atas menandakan data cenderung miring ke
kanan.
2. Data Kasus HIV Amerika Selatan : Data berada pada
rentang nilai yang tidak berbeda jauh satu sama lainnya, berkisar 0
sampai 1. Data miring ke kanan (Positive Skewness), ditunjukkan dengan
letak garis median tidak berada di tengah box/kotak. Whisker atas lebih
panjang serta terdapat outlier dibagian atas menandakan data cenderung
miring ke kanan.
Dot Plot
Dotplot digunakan karena visualisasinya sangat
mudah dibaca dan diinterpretasikan. Setiap titik pada dotplot
mewakili satu pengamatan, sehingga memudahkan dalam melihat jumlah dan
distribusi data secara langsung.
ggplot(df, aes(x = Group, y = Value)) +
geom_point() +
labs(x = "Kasus HIV", y = "Value") +
ggtitle("Dotplot Kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan tahun 2015")
Interpretasi :
1. Kasus HIV Afrika berkisar pada
angka 0-15. Modus dapat terlihat pada angka 0-5, karena titik-titik
menumpuk pada nilai-nilai tersebut.
2. Kasus HIV Amerika
Selatan berkisar pada angka 0-5. Pada dotplot tidak terlihat adanya
outlier pada data.
Perhitungan statistika nonparametrik dengan Uji Mann Whitney yang dilakukan pada data kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan pada tahun 2015 bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata kasus HIV di kedua wilayah tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan rata-rata kasus HIV di Afrika dan Amerika Selatan pada tahun 2015.
Berdasarkan hasil visualisasi melalui boxplot untuk data kasus HIv Afrika dan Amerika Selatan, keduanya memiliki kesamaan yaitu data miring ke kanan (Positive Skewness), ditunjukkan oleh whisker atas lebih panjang serta terdapat outlier atas. Untuk visualisasi dengan dotplot menunjukkan kasus HIV Afrika berkisar pada angka 0-15, sedangkan kasus HIV Amerika Selatan berkisar pada angka 0-5.