PENDAHULUAN

Angka Harapan Hidup (AHH) adalah salah satu indikator utama yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. AHH mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akses dan cakupan layanan kesehatan dasar seperti imunisasi.

Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit menular dan kematian terkait. Di antara berbagai program imunisasi, imunisasi polio dan hepatitis B merupakan dua program penting yang berkontribusi signifikan dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas pada populasi.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara imunisasi polio dan hepatitis B dengan AHH di Indonesia selama periode 2000-2015. Dengan menggunakan uji regresi linier berganda, kita dapat mengevaluasi hubungan simultan antara cakupan imunisasi polio dan hepatitis B dengan Angka Harapan Hidup. Hasil analisis ini tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi dampak langsung dari intervensi kesehatan terhadap kesejahteraan masyarakat tetapi juga dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan terarah.

LANDASAN TEORI

Regresi Linier Berganda

Analisis regresi berganda adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara satu variabel dependen (variabel respons) dengan dua atau lebih variabel independen (variabel prediktor). Tujuan dari analisis regresi berganda adalah untuk menentukan sejauh mana variabel-variabel prediktor tersebut berkontribusi terhadap variasi variabel respons.

Dalam analisis regresi berganda, kita mencari persamaan regresi yang terbaik untuk menggambarkan hubungan antara variabel respons dan variabel prediktor. Persamaan regresi berganda umumnya dinyatakan sebagai :

\(Y ={β_0}+{β_1X_1}+{β_2X_2}+...+{β_kX_k}+ε\)

Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik terhadap model regresi linier dilakukan agar dapat diketahui apakah model regresi baik atau tidak. Tujuan pengujian asumsi klasik adalah untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang diperoleh memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias, dan konsisten. Sebelum melakukan analisis regresi terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi. Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam analisis regresi antara lain: Normalitas, Heteroskedastisitas, Multikolinieritas, dan Autokorelasi (Ghozali, 2011).

Asumsi Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi suatu variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi yang normal atau tidak. Suatu model regresi dikatakan baik jika datanya berdistribusi normal atau mendekati normal. Untuk mengetahui normalitas data dapat menggunakan analisis grafik dan uji statistik. Analisis grafik yaitu dengan melihat grafik histogram dan melihat normal probability plot. Sedangkan untuk uji statistik dalam normalitas dibagi dua yaitu uji statistik sederhana dengan melihat nilai kurtosis dan skewness dari residual dan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (Ghozali, 2009).

Asumsi Heteroskedastisitas

Uji heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2016).

Asumsi Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2016). Jika ada korelasi diantara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat menjadi terganggu. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas, jadi perlu dideteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam suatu persamaan regresi dengan catatan (Tolerance = 1/VIF) atau (VIF = 1/Tolerance). Nilai yang umum dipakai untuk menunjukan adanya multikolinieritas atau tidak adalah
  1. Jika nilai Tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10. maka variabel dinyatakan bebas multikolinieritas.
  2. Jika nilai Tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10. maka variabel dinyatakan ada multikolinieritas.

Asumsi Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada periode-t dengan kesalahan pengganggu pada pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2012).

Uji Hipotesis

Uji hipotesis adalah sebuah prosedur penelitian yang digunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara ilmiah melalui analisa statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan tersebut. Uji hipotesis digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dan untuk menunjukan arah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.

Uji Simultan (F)

Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat (Ghozali, 2012). Adapun ketentuan dari uji F yaitu sebagai berikut (Ghozali, 2016):
  1. Jika nilai signifikan F < 0,05 maka \(H_0\) ditolak dan \(H_a\) diterima. Artinya semua variabel independent/bebas memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen/terikat.
  2. Jika nilai signifikan F > 0,05 maka \(H_0\) diterima dan \(H_a\) ditolak. Artinya, semua variabel independent/bebas tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen/terikat.

Uji Parsial

Uji beda t-test digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen secara parsial (Ghozali, 2012). Adapun kriteria dari uji statistik t (Ghozali, 2016):
  1. Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka \(H_0\) diterima dan \(H_a\) ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variaben dependen.
  2. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka \(H_0\) ditolak dan \(H_a\) diterima. Artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2012: 97) koefisien determinasi (\(R^2\)) merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai \(R^2\) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.

SOURCE CODE

Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data Imunisasi Polio, Imunisasi Hepatitis B dan Angka Harapan Hidup di Indonesia yang diambil dari tahun 2000-2015.

Library yang digunakan

library(readxl)
library(openxlsx)
library(knitr)
library(lmtest)
## Loading required package: zoo
## 
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     as.Date, as.Date.numeric
library(zoo)
library(car)
## Loading required package: carData
library(stats)

Import data

Data <- read_excel("D:/Sistem Informasi Manajemen/Data_SIM.xlsx")
Data
## # A tibble: 16 × 5
##    Negara    Tahun Hepatitis_B   AHH Polio
##    <chr>     <dbl>       <dbl> <dbl> <dbl>
##  1 Indonesia  2000          65  65.8    72
##  2 Indonesia  2001          62  66      77
##  3 Indonesia  2002          63  66.3    80
##  4 Indonesia  2003          64  66.6    80
##  5 Indonesia  2004          64  67      79
##  6 Indonesia  2005          65  67.3    79
##  7 Indonesia  2006          66  67.7    78
##  8 Indonesia  2007          76  68.1    77
##  9 Indonesia  2008          82  68.5    83
## 10 Indonesia  2009          82  68.9    85
## 11 Indonesia  2010          83  69.2    82
## 12 Indonesia  2011          81  69.5    81
## 13 Indonesia  2012          83  69.9    87
## 14 Indonesia  2013          85  70.2    92
## 15 Indonesia  2014          78  70.5    90
## 16 Indonesia  2015          78  70.8    85
kable(Data)
Negara Tahun Hepatitis_B AHH Polio
Indonesia 2000 65 65.8 72
Indonesia 2001 62 66.0 77
Indonesia 2002 63 66.3 80
Indonesia 2003 64 66.6 80
Indonesia 2004 64 67.0 79
Indonesia 2005 65 67.3 79
Indonesia 2006 66 67.7 78
Indonesia 2007 76 68.1 77
Indonesia 2008 82 68.5 83
Indonesia 2009 82 68.9 85
Indonesia 2010 83 69.2 82
Indonesia 2011 81 69.5 81
Indonesia 2012 83 69.9 87
Indonesia 2013 85 70.2 92
Indonesia 2014 78 70.5 90
Indonesia 2015 78 70.8 85

Dalam data di atas, Angka Harapan Hidup (AHH) sebagai variabel dependen (Y) sedangkan Imunisasi Polio dan Hepatitis B sebagai variabel independen (X).

Keterangan :

\(Y\) : Angka Harapan Hidup

\(X_1\) : Imunisasi Polio (%)

\(X_2\) : Imunisasi Hepatitis B (%)

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

model<-lm(AHH ~ Polio+Hepatitis_B, data=Data)
summary(model)
## 
## Call:
## lm(formula = AHH ~ Polio + Hepatitis_B, data = Data)
## 
## Residuals:
##      Min       1Q   Median       3Q      Max 
## -0.83447 -0.48204 -0.09696  0.36217  1.60764 
## 
## Coefficients:
##             Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
## (Intercept) 49.24992    2.99536  16.442 4.43e-10 ***
## Polio        0.13848    0.05057   2.738  0.01691 *  
## Hepatitis_B  0.10477    0.02937   3.567  0.00345 ** 
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
## 
## Residual standard error: 0.7049 on 13 degrees of freedom
## Multiple R-squared:  0.844,  Adjusted R-squared:   0.82 
## F-statistic: 35.17 on 2 and 13 DF,  p-value: 5.691e-06

Berdasarkan output, didapatkan persamaan estimasi model regresi linear sederhana sebagai berikut :

\(Y =49.24992+{0.13848X_1}+{0.10477X_2}\)

Interpretasi Estimasi Model Persamaan Regresi:
  1. Jika variabel Imunisasi Polio (\(X_1\)) dan Imunisasi Hepatitis B (\(X_2\)) diasumsikan bernilai 0, maka Angka Harapan Hidup (Y) bernilai 49.24992.
  2. Setiap kenaikan satu persen Imunisasi Polio (\(X_1\)) akan menaikkan Angka Harapan Hidup (Y) sebesar 0.13848.
  3. Setiap kenaikan satu persen Imunisasi Hepatitis B (\(X_2\)) akan menaikkan Angka Harapan Hidup (Y) sebesar 0.10477.
Kemudian, nilai Adjusted R-squared = 0.82 yang berarti Angka Harapan Hidup dapat dijelaskan oleh Imunisasi Polio dan Hepatitis B sebesar 82% sedangkan sisanya 18% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.

UJI HIPOTESIS

Uji Simultan (F)

Nilai p-value (5.691 x 10−6) < α(0.05) maka \(H_0\) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel prediktor terhadap variabel respons secara simultan.

Uji Parsial

Untuk \(X_1\)

Nilai p-value (0.01691) < α(0.05) maka \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel \(X_1\) terhadap Y secara parsial.

Untuk \(X_2\)

Nilai p-value (0.00345) < α(0.05) maka \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel \(X_2\) terhadap Y secara parsial.

UJI ASUMSI KLASIK

Asumsi Normalitas

\(H_0\) : Sisaan berdistribusi normal

\(H_1\) : Sisaan tidak berdistribusi normal

residu<-resid(model)
residu
##           1           2           3           4           5           6 
## -0.23017819 -0.40826610 -0.62846662 -0.43323368  0.10524414  0.30047708 
##           7           8           9          10          11          12 
##  0.73418784  0.22499507 -0.83447420 -0.71142984 -0.10076344  0.54724850 
##          13          14          15          16 
## -0.09315253 -0.69507574  0.61524931  1.60763840
shapiro.test(residu)
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  residu
## W = 0.93558, p-value = 0.2984
Dari output hasi uji asumsi, diketahui nilai p-value yakni 0.2984 > 0,05 (α), maka \(H_0\) diterima sehingga sisaan berdistribusi normal.

Asumsi Heteroskedastisitas

\(H_0\) : Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas (terjadi gejala homoskedastisitas)

\(H_1\) : Terjadi gejala heteroskedastisitas (tidak terjadi gejala homoskedastisitas)

bptest(model)
## 
##  studentized Breusch-Pagan test
## 
## data:  model
## BP = 1.422, df = 2, p-value = 0.4912
Dari output hasi uji asumsi, diketahui nilai p-value yakni 0.4912 > 0,05 (α), maka \(H_0\) diterima sehingga tidak terjadi gejala heteroskedastisitas atau terjadi gejala homokedastisitas.

Asumsi Multikolineritas

\(H_0\) : Tidak terjadi multikolinieritas

\(H_1\) : Terjadi multikolinieritas

vif(model)
##       Polio Hepatitis_B 
##    2.055725    2.055725
Berdasarkan output diperoleh hasil TOL untuk masing-masing variabel independen > 0.1. Nilai VIF masing-masing variabel independen juga < 10, maka menghasilkan keputusan terima \(H_0\) dengan taraf nyata 5% sudah cukup bukti bahwa tidak terjadi multikolinieritas.

Asumsi Autokorelasi

\(H_0\) : Tidak terjadi autokorelasi

\(H_1\) : Terjadi autokorelasi

bgtest(model)
## 
##  Breusch-Godfrey test for serial correlation of order up to 1
## 
## data:  model
## LM test = 2.9478, df = 1, p-value = 0.086
Berdasarkan output diperoleh hasil p−value dari Breusch-Godfrey test sebesar 0.086. Hal ini berarti bahwa p−value(0.086)> α(0.05), maka menghasilkan keputusan terima \(H_0\). Dengan taraf nyata 5%, maka tidak terjadi autokorelasi.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan persamaan estimasi model regresi linear sederhana sebagai berikut :

\(Y =49.24992+{0.13848X_1}+{0.10477X_2}\)

Interpretasi Estimasi Model Persamaan Regresi:
  1. Jika variabel Imunisasi Polio (\(X_1\)) dan Imunisasi Hepatitis B (\(X_2\)) diasumsikan bernilai 0, maka Angka Harapan Hidup (Y) bernilai 49.24992.
  2. Setiap kenaikan satu persen Imunisasi Polio (\(X_1\)) akan menaikkan Angka Harapan Hidup (Y) sebesar 0.13848.
  3. Setiap kenaikan satu persen Imunisasi Hepatitis B (\(X_2\)) akan menaikkan Angka Harapan Hidup (Y) sebesar 0.10477.
Kemudian, nilai Adjusted R-squared = 0.82 yang berarti Angka Harapan Hidup dapat dijelaskan oleh Imunisasi Polio dan Hepatitis B sebesar 82% sedangkan sisanya 18% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.

DAFTAR PUSTAKA

Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : UNDIP.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Ed 6. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Yogyakarta: Universitas Diponegoro

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.