Analisis Regresi Berganda Adult Mortality dan Infant Deaths Terhadap Life Expectancy Benua Eropa Tahun 2015
Analisis regresi berganda adalah metode statistika yang digunakan untuk memahami hubungan antara satu variabel dependen (variabel respons) dan dua atau lebih variabel independen (variabel prediktor) dalam sebuah model. Tujuan utamanya yaitu untuk memprediksi atau menjelaskan variabel dependen berdasarkan variabel independen yang ada. Pada tahun 2015, Benua Eropa menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang signifikan, termasuk tingginya angka kematian orang dewasa (adult mortality) dan infant deaths. Faktor ini mempengaruhi angka harapan hidup (life expectancy) di berbagai negara di benua ini. Dengan mengetahui bagaimana adult mortality dan infant deaths mempengaruhi AHH di Benua Eropa, pemerintah dan organisasi kesehatan dapat menargetkan upaya pencegahan penyakit yang lebih tepat dan memberikan kebijakan agar angka harapan hidup di Benua Eropa dapat meningkat di masa yang akan datang.
Analisis regresi berganda memiliki persamaan sebagai berikut.
\[\small \hat{Y} =
\beta_0+\beta_1x_1+\beta_2x_2+...+\beta_nx_n+e\]
Keterangan
\(\small \hat{Y}\) : variabel
dependen
\(\small x_1,x_2,x_n\) : variabel
independen
\(\small \beta_0\) : konstanta
\(\small \beta_1,\beta_2,\beta_n\) :
koefisien regresi
\(\small e\) : error
library(readxl)
library(dplyr)
library(knitr)
library(psych)
library(DT)
library(prettydoc)
library(lmtest)
library(car)
library(ggplot2)
library(zoo)
Data yang digunakan adalah data mengenai life expectancy (Y), adult mortality (X1), dan infant deaths (X2) Benua Eropa tahun 2015 berjumlah 42 data
Keterangan :
Life Expectancy (Y) : Angka Harapan Hidup
Adult Mortality (X1): Kematian orang dewasa per 1000 orang
Infant Deaths (X2) : Kematian bayi dalam tahun pertama per 1000 kelahiran hidup
Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan kumpulan data yang membantu dalam memahami karakteristik dan distribusi data melalui ukuran-ukuran seperti mean, Q1, median, Q3, nilai minimum, dan nilai maksimum.
summary(data_CM)
## Y X1 X2
## Min. :71.20 Min. : 49.38 Min. : 1.800
## 1st Qu.:75.33 1st Qu.: 61.94 1st Qu.: 3.000
## Median :79.50 Median : 75.34 Median : 3.600
## Mean :78.39 Mean : 96.84 Mean : 4.648
## 3rd Qu.:81.50 3rd Qu.:123.20 3rd Qu.: 5.400
## Max. :82.90 Max. :223.00 Max. :13.600
Hubungan antara variabel dependen dan masing-masing variabel independen sangat penting dalam analisis regresi. Hal ini bertujuan untuk membantu mengevaluasi sejauh mana model regresi dapat menjelaskan variasi dalam data dan menunjukkan hubungan antara variabel respons dan prediktor bersifat linear atau tidak.
ggplot(data_CM, aes(x = X1, y = Y)) +
geom_point() +
labs(x = "X1", y = "Y") +
ggtitle("Scatter Plot Y vs X1")
Scatter plot diatas menunjukkan korelasi negatif antara Adult Mortality (X1) dan Life Expectancy (Y). Artinya, semakin tinggi nilai X1, maka nilai Y cenderung menurun.
ggplot(data_CM, aes(x = X2, y = Y)) +
geom_point() +
labs(x = "X2", y = "Y") +
ggtitle("Scatter Plot Y vs X2")
Scatter plot diatas menunjukkan korelasi negatif antara Infant Deaths (X2) dan Life Expectancy (Y). Artinya, semakin tinggi nilai X2, maka nilai Y cenderung menurun. Namun, terlihat titik-titik data cukup tersebar, sehingga hubungannya tidak terlalu kuat.
mkt <- lm(Y ~., data=data_CM)
summary(mkt)
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data_CM)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.1477 -0.5906 0.1767 0.5289 2.0469
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 86.230004 0.365865 235.688 < 2e-16 ***
## X1 -0.065970 0.004024 -16.393 < 2e-16 ***
## X2 -0.311638 0.064111 -4.861 1.94e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.9625 on 39 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9338, Adjusted R-squared: 0.9304
## F-statistic: 275.1 on 2 and 39 DF, p-value: < 2.2e-16
Berdasarkan output diatas, didapatkan model regresi dari data sebagai berikut. \[ \small \hat{Y} = 86,230004-0,065970X_1-0,311638X_2 \]
Interpretasi :
Nilai konstanta positif pada model regresi menunjukkan nilai rata-rata Life Expextancy (Y) ketika semua variabel independen (X1) dan (X2) bernilai nol.
Setiap adanya kenaikan angka Adult Mortality sebesar (1 orang dewasa per 1000 orang) maka akan menurunkan Life Expextancy (Y) sebesar 0,065970 persen.
Setiap adanya kenaikan angka Infant Deaths sebesar (1 bayi per 1000 kelahiran hidup) maka akan menurunkan Life Expextancy (Y) sebesar 0,311638 persen.
Model regresi tersebut menghasilkan nilai R-Squared adjusted sebesar 0,9304 yang berarti sebesar 93,04% variabel Y (Life expectancy) dipengaruhi oleh X1 (Adult Mortality), dan X2 (Infant Deaths) sedangkan sisanya yaitu 6,96% dijelaskan oleh variabel lain yang belum masuk kedalam model.
Uji Hipotesis
\(\small H_0\) : \(\small \beta_0=\beta_1=\beta_2=0\) (Kedua
variabel independen yaitu X1 dan X2 tidak berpengaruh secara simultan
terhadap Life Expectancy)
\(\small H_1\) : \(\small \beta_i\neq0\) untuk setidaknya satu
i (Minimal terdapat satu variabel independen yang berpengaruh signifikan
terhadap Life Expectancy)
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Penolakan
\(\small H_0\) ditolak jika \(\small p_{value}<\small
\alpha=0,05\)
Statistik Uji
summary(mkt)
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data_CM)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.1477 -0.5906 0.1767 0.5289 2.0469
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 86.230004 0.365865 235.688 < 2e-16 ***
## X1 -0.065970 0.004024 -16.393 < 2e-16 ***
## X2 -0.311638 0.064111 -4.861 1.94e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.9625 on 39 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9338, Adjusted R-squared: 0.9304
## F-statistic: 275.1 on 2 and 39 DF, p-value: < 2.2e-16
Uji Hipotesis
\(\small H_0\) : \(\small \beta_0=\beta_1=...=\beta_i=0\)
(Variabel independen ke-i) tidak berpengaruh signifikan terhadap
variabel dependen)
\(\small H_1\) : \(\small \beta_i\neq0\) untuk setidaknya satu
i (Setidaknya terdapat variabel independen ke-i berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen)
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Penolakan
\(\small H_0\) ditolak jika \(\small p_{value}<\small
\alpha\)
Statistik Uji
summary(mkt)
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ ., data = data_CM)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.1477 -0.5906 0.1767 0.5289 2.0469
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 86.230004 0.365865 235.688 < 2e-16 ***
## X1 -0.065970 0.004024 -16.393 < 2e-16 ***
## X2 -0.311638 0.064111 -4.861 1.94e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.9625 on 39 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9338, Adjusted R-squared: 0.9304
## F-statistic: 275.1 on 2 and 39 DF, p-value: < 2.2e-16
Uji Hipotesis
\(\small H_0\) : Data residual
berdistribusi normal
\(\small H_1\) : Data residual tidak
berdistribusi normal
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Penolakan
\(\small H_0\) ditolak jika \(\small p_{value}<\small \small
\alpha\)
Statistik Uji
#UJI NORMALITAS
shapiro.test(mkt$residuals)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: mkt$residuals
## W = 0.9593, p-value = 0.1394
Hipotesis
\(\small H_0\): Tidak terjadi gejala
multikolinearitas
\(\small H_1\): Terjadi gejala
multikolinearitas
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(\small H_0\) ditolak jika nilai VIF
> 10
Statistik Uji
#Uji Multikolinearitas
vif(mkt)
## X1 X2
## 1.444854 1.444854
Hipotesis
\(\small H_0\) : Tidak terdapat
autokorelasi
\(\small H_1\): Terdapat autokorelasi
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Penolakan
\(\small H_0\) ditolak jika \(\small p_{value}<\small
\alpha\)
Statistik Uji
#Uji Non-Autokorelasi
dwtest(mkt)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: mkt
## DW = 2.0979, p-value = 0.6392
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Hipotesis
\(\small H_0\): Variansi sisaan
bersifat homogen
\(\small H_1\): Variansi sisaan
bersifat tidak homogen
Taraf Signifikansi
\(\small \alpha=0,05\)
Daerah Kritis
\(\small H_0\) ditolak jika nilai \(\small p_{value}<\small
\alpha=0,05\)
Statistik Uji
#Uji Homoskedastisitas
bptest(mkt)
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: mkt
## BP = 0.44017, df = 2, p-value = 0.8024
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan tabel kesimpulan uji asumsi sebagai berikut.
| Uji Asumsi | Keterangan |
|---|---|
| Uji Normalitas Residu | Memenuhi |
| Uji Multikolinearitas | Memenuhi |
| Uji Non-Autokorelasi | Memenuhi |
| Uji Homoskedastisitas | Memenuhi |
Berdasarkan analisis regresi berganda yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa Adult Mortalilty (X1) dan Infant Deaths (X2) memengaruhi angka Life Expectancy (Y) di Benua Eropa Tahun 2015 dengan model regresi yang diperoleh yaitu sebagai berikut.
Pemerintah dan lembaga kesehatan dapat memberikan prioritas kebijakan yang lebih baik dan dapat fokus pada upaya untuk mengurangi angka kematian orang dewasa dan bayi sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan angka harapan hidup penduduk di negara Benua Eropa di masa mendatang.