Analisis Regresi Ganda Angka Harapan Hidup di Uni Eropa Tahun 2015
Landasan Teori
Regresi ganda adalah metode statistik yang digunakan untuk memahami hubungan antara satu variabel dependen (variabel respons) dan dua atau lebih variabel independen (variabel prediktor). Tujuan dari regresi ganda adalah untuk mengembangkan model matematika yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai-nilai variabel independen yang ada. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel y dipengeruhi oleh variabel x.
Pada analisis ini digunakan juga uji asumsi klasik yang bertujuan untuk untuk memastikan bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten.
- Uji Normalitas
Uji normalitas berfungsi untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi memiliki residual yang berdistribusi normal. Uji statistik yang paling sering digunakan adalah uji Kolmogorof-Smirnov Test.
- Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya).
- Uji Homoskedastisitas
Uji homoskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain.
- Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah pada suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent.
Pengujian
2.1 Input Libraries
Sebelum diaktifkan, unduh library terlebih dahulu dengan menggunakan perintah install.packages()
library(car)## Loading required package: carData
library(knitr)
library(lmtest)## Loading required package: zoo
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
library(zoo)
library(readr)
library(readxl)
library(markdown)2.2 Import Data
Data yang digunakan berasal dari dataset yang sudah disesuaikan berdasarkan inshight yang diambil, yaitu data wilayah Uni Eropa tahun 2015 dengan variabel yang digunakan untuk melakukan analisis regresi ganda :
- Country : Daftar 135 negara di Wilayah Uni Eropa.
- Life_expectancy : Harapan hidup rata-rata dari kedua jenis kelamin pada tahun yang berbeda dari 2010 hingga 2015
- Infant_deaths : Mewakili kematian bayi per 1000 populasi.
- Adult_mortality : Merupakan kematian orang dewasa per 1000 penduduk.
- GDP_per_capita :PDP per kapita dalam USD saat itu.
library(readxl)
dataCM <- read_excel("C:\\Users\\LENOVO\\Documents\\dataCM.xlsx")
dataCM## # A tibble: 135 × 5
## Country Life_expectancy Infant_deaths Adult_mortality GDP_per_capita
## <chr> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 Estonia 71.9 6.2 194. 13283
## 2 Lithuania 71.3 7.3 222. 9766
## 3 Germany 78.7 4 86.3 35034
## 4 Italy 80.8 3.8 64.3 33258
## 5 Czechia 75.2 4.3 122. 12735
## 6 Belgium 78.1 4.4 95.8 36393
## 7 Malta 78.8 6.6 63.0 16860
## 8 Hungary 72.2 8.2 186. 9357
## 9 Slovenia 76.9 3.9 118. 17803
## 10 Finland 78.8 3.1 100. 42531
## # ℹ 125 more rows
2.3 Statistik Deskriptif
Pada langkah ini, dilakukan penghitungan statistika deskriptif untuk empat variabel, yaitu Life_expectancy, Infant_deaths, Adult_mortality dan GDP_per_capita. Statistika deskriptif ini memberikan gambaran tentang sebaran dan karakteristik data pada variabel-variabel tersebut.
summary(dataCM)## Country Life_expectancy Infant_deaths Adult_mortality
## Length:135 Min. :70.30 Min. : 2.800 Min. : 59.58
## Class :character 1st Qu.:73.95 1st Qu.: 3.950 1st Qu.: 80.98
## Mode :character Median :77.80 Median : 4.600 Median : 98.03
## Mean :76.51 Mean : 5.819 Mean :115.36
## 3rd Qu.:78.85 3rd Qu.: 6.800 3rd Qu.:143.73
## Max. :80.80 Max. :17.300 Max. :232.03
## GDP_per_capita
## Min. : 3937
## 1st Qu.: 10577
## Median : 21105
## Mean : 26535
## 3rd Qu.: 38985
## Max. :101222
2.4 Analisis Regresi Berganda
Pada langkah ini, dilakukan analisis regresi ganda pada variabel yang digunakan sehingga bisa membuat kesimpulan apakah harapan hidup berpengaruh terhadap 3 variabel lainnya.
attach(dataCM)
MKT = lm(Life_expectancy ~ Infant_deaths + Adult_mortality + GDP_per_capita)
summary(MKT)##
## Call:
## lm(formula = Life_expectancy ~ Infant_deaths + Adult_mortality +
## GDP_per_capita)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -1.54962 -0.57208 -0.00031 0.48551 1.88493
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 8.335e+01 2.991e-01 278.714 < 2e-16 ***
## Infant_deaths -2.454e-01 3.016e-02 -8.137 2.74e-13 ***
## Adult_mortality -4.924e-02 1.960e-03 -25.128 < 2e-16 ***
## GDP_per_capita 9.861e-06 4.252e-06 2.319 0.0219 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.7606 on 131 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.939, Adjusted R-squared: 0.9376
## F-statistic: 672 on 3 and 131 DF, p-value: < 2.2e-16
2.5 Uji Plot
2.5.1 Plot Life_expectancy dengan Infant_deaths
plot(Life_expectancy, Infant_deaths)2.5.2 Plot Life_expectancy dengan Adult_mortality
plot(Life_expectancy, Adult_mortality)2.5.3 Plot Life_expectancy dengan GDP_per_capita
plot(Life_expectancy, GDP_per_capita)2.6 Uji Asumsi
2.6.1 Uji Normalitas
residumkt=resid(MKT)
shapiro.test(residumkt)##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residumkt
## W = 0.989, p-value = 0.3622
Diketahui bahwa nilai p−value=0,3622>α=0,05 maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa residu berdistribusi normal.
2.6.2 Uji Autokorelasi
dwtest(MKT)##
## Durbin-Watson test
##
## data: MKT
## DW = 2.2812, p-value = 0.9521
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Diketahui bahwa nilai p−value=0,9521>α=0,05 maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa tidak terjadi autokorelasi.
2.6.3 Uji Homogenitas
bptest(MKT)##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: MKT
## BP = 3.6392, df = 3, p-value = 0.3032
Diketahui bahwa nilai p−value=0,3032>α=0,05 maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat homoskedastisitas residu.
2.6.4 Uji Multikolinearitas
vif(MKT)## Infant_deaths Adult_mortality GDP_per_capita
## 1.950022 1.913392 1.651229
Diketahui bahwa nilai VIF<10 maka H0 gagal ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat multikolinearitas.
Kesimpulan
Dari analisis di atas diperoleh model prediksi sebagai berikut :
Y^=8.335e+01-2.454e-01x1-4.924e-02x2+9.861e-06x3
yang berarti bahwa setiap kenaikan satu persen kematian bayi maka akan menurunkan rata-rata harapan hidup sebesar 2.454e-01, kenaikan satu persen kematian orang dewasa akan menurunkan rata-rata harapan hidup sebesar 4.924e-02, dan kenaikan satu persen PDP per kapita akan menaikkan rata-rata harapan hidup sebesar 9.861e-06. Lalu semua variabel X signifikan terhadap variabel Y karena nilai p-value kurang dari 0,05. Koefisien determinasi MultipleR-squared dan Adjusted R-squared memiliki nilai yang hampir sama, yaitu 0.9252 dan 0.9151. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 91.51% dari variasi dalam rata rata harapan hidup dapat dijelaskan oleh model regresi ini. Berdasarkan uji asumsi juga didapatkan bahwa residu berdistribusi normal, tidak terjadi autokorelasi, terjadi homoskedastisitas residu, dan tidak terjadi multikolinearitas.