library(readxl)
library(ggplot2)
library(corrplot)
## corrplot 0.92 loaded
library(rnaturalearthdata)
library(rnaturalearth)
##
## Attaching package: 'rnaturalearth'
## The following object is masked from 'package:rnaturalearthdata':
##
## countries110
library(ggspatial)
library(sf)
## Linking to GEOS 3.11.0, GDAL 3.5.3, PROJ 9.1.0; sf_use_s2() is TRUE
library(readxl)
Datarumah<-read_xlsx("/Users/naiyadzilizzati/Documents/Semester 4/Visualisasi Data/Data Rumah.xlsx")
Datarumah
## # A tibble: 1,010 × 8
## NO `NAMA RUMAH` HARGA LB LT KT KM GRS
## <dbl> <chr> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 1 Rumah Murah Hook Tebet Timur, Te… 3.8 e 9 220 220 3 3 0
## 2 2 Rumah Modern di Tebet dekat Stas… 4.6 e 9 180 137 4 3 2
## 3 3 Rumah Mewah 2 Lantai Hanya 3 Men… 3 e 9 267 250 4 4 4
## 4 4 Rumah Baru Tebet, Tebet, Jakarta… 4.30e 8 40 25 2 2 0
## 5 5 Rumah Bagus Tebet komp Gudang Pe… 9 e 9 400 355 6 5 3
## 6 6 Rumah Mewah Modern Murah 3 lanta… 4.97e 9 300 154 5 3 3
## 7 7 Rumah lama di Tebet, dekat MT Ha… 2.6 e 9 120 150 3 2 1
## 8 8 RUMAH BAGUS KEREN JALAN LEBAR DI… 1.05e10 350 247 4 4 0
## 9 9 Minimalis Baru Jalan 1 Mobil Aks… 3.25e 9 125 90 3 3 0
## 10 10 Minimalis Baru Jalan 2 Mobil Teb… 4.50e 9 250 96 5 4 1
## # ℹ 1,000 more rows
ggplot(Datarumah, aes(y = HARGA, x = LB)) +
geom_point() +
labs(title = "Scatter Plot", x = "Luas bangunan", y = "Harga rumah") +
theme_classic()
Secara umum laus bangunan memiliki hubungan yang linier positif dengan harga rumah, semakin luas bangunan rumah maka harga rumah juga semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.
Luasbangunan <- Datarumah$LB
Luastanah <- Datarumah$LT
Kamartidur <- Datarumah$KT
pairs(Datarumah[,c("HARGA", "LB","LT")], col = "PINK")
Scatter plot diatas menggambarkan bahwa seluruh hubungan antar peubah cenderung positif dan tidak ada yang berkorelasi negatif. LB merupakan luas bangunan dan LT merupakan luas tanah. Hal ini mengimplementasikan hubungan antara dua peubah ketika kedua peubah itu bergerak dalam arah yang sama. Oleh karenanya, satu peubah meningkat jika peubah lainnya meningkat, atau satu peubah menurun sementara yang lainnya juga menurun.
databaru <- read_excel("/Users/naiyadzilizzati/Documents/Semester 4/Analisis Regresi/Data IPG.xlsx")
databaru
## # A tibble: 27 × 13
## Y X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12
## <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 90.0 73.5 9.09 8 8747 38.1 26.1 12.5 10.6 95.9 84.4 48.4 23.2
## 2 87.6 73.5 14 6.85 6967 40.1 27.8 12.1 7.77 100. 82.2 52.2 14.0
## 3 84.9 72.5 18 6.73 5170 41.7 22.0 11.9 8.41 100 80.9 48.5 11.8
## 4 94.0 75.8 16.4 8.83 9261 39.3 33.5 13.1 6.98 100. 88.1 54.1 19.8
## 5 82.8 73.7 22 7.41 4523 44.6 31.4 12.0 7.6 97.2 83.3 52.2 10.4
## 6 86.6 71.9 16 7.58 5505 51.8 28.2 12.6 4.17 100. 90.1 62.0 15.2
## 7 87.0 74.2 10.2 7.84 6477 46.0 38.9 14.3 3.75 100. 87.1 50.9 32.4
## 8 87.2 75.9 24 7.62 6777 48.1 31.1 12.2 9.81 100. 79.6 66.9 13.0
## 9 84.0 74.4 28 6.97 5667 40.1 28 12.7 8.11 96.6 80.8 60.4 12.6
## 10 86.7 72.7 12 7.08 6509 40.3 28 12.2 4.16 97.0 81.2 65.7 7.9
## # ℹ 17 more rows
model <- lm(Y ~ X2+X5+X6+X7 ,data= databaru)
cor_mat <- cor(model$model)
corrplot(cor_mat, method = 'number')+
theme(axis.text.x = element_text(angle=45, vjust =1, hjust=1))
## NULL
Y = persentase bayi gizi buruk (orang) X2 = berat badan lahir rendah (persen) X5 = besaran upah minimum (rupiah) X7 = akses terhadap air minum memenuhi syarat (persen) X8 = tempat pengelolaan makanan memenuhi syarat kesehatan (persen)
Menggambarkan hubungan antar peubah Y dan beberapa peubah X. Jika bernilai 0 maka di antara peubah tidak memiliki korelasi, jika bernilai minus maka antara peubah korelasi linear terbalik, sedangkan jika positif korelasi memiliki hubungan linear
Disney <- read.csv("/Users/naiyadzilizzati/Documents/Semester 4/Visualisasi Data/Dis (1).csv")
str (Disney)
## 'data.frame': 1258 obs. of 7 variables:
## $ Date : chr "2019-04-17" "2019-04-18" "2019-04-22" "2019-04-23" ...
## $ Open : num 130 132 132 133 133 ...
## $ High : num 132 133 132 134 136 ...
## $ Low : num 129 131 131 133 133 ...
## $ Close : num 132 132 132 133 135 ...
## $ Adj.Close: num 130 130 130 131 133 ...
## $ Volume : int 14253700 11890600 10197500 12159300 11449500 16382500 14167600 25746100 15253100 8906700 ...
DIS <- ts(Disney$Close, start = c(2019,1), end = c(2023,12), frequency = 12)
plot(DIS, main = "Time Series
Harga Penutupan Saham Disney", col = "orange", xlab = "Tahun", ylab = "Harga Penutup")
Data tersebut merupakan gambaran nilai saham dari Disney selama kurun waktu 2019 hingga 2024. Walau terlihat fluktuatif, secara umum nilai saham di Disney selalu mengalami penaikan dari masa ke masa. Titik tertinggi berada di tahun 2024 yang menyentuh nilai >144. Selama pandemi di sekitar pertengahan tahun 2020, saham mengalami penurunan namun bisa kembali naik walau belum maksimal.
data <- read.csv("/Users/naiyadzilizzati/Documents/Semester 4/Visualisasi Data/EUvaccine.csv")
## Warning in read.table(file = file, header = header, sep = sep, quote = quote, :
## line 1 appears to contain embedded nulls
## Warning in read.table(file = file, header = header, sep = sep, quote = quote, :
## line 3 appears to contain embedded nulls
## Warning in read.table(file = file, header = header, sep = sep, quote = quote, :
## line 4 appears to contain embedded nulls
## Warning in read.table(file = file, header = header, sep = sep, quote = quote, :
## line 5 appears to contain embedded nulls
## Warning in scan(file = file, what = what, sep = sep, quote = quote, dec = dec,
## : EOF within quoted string
## Warning in scan(file = file, what = what, sep = sep, quote = quote, dec = dec,
## : embedded nul(s) found in input
data <- data.frame(region = c("UK", "Serbia", "Malta", "Hungary", "Denmark", "Estonia", "Iceland", "Lithuania", "Norway", "Slovenia", "Finland", "Greece", "Switzerland", "Poland", "Ireland", "Spain", "Portugal", "Austria", "Slovakia", "Cyprus", "Italy", "Sweden", "Romania", "France", "Germany", "Czech Republic", "Belgium", "Netherlands", "Luxembourg", "Croatia", "Latvia", "Bulgaria"),Perc_vaccinated = c(37.98, 29.5, 27.19, 17.95, 14.4, 14.01, 13.73, 12.95, 12.74, 12.41, 12.33, 12.31, 11.96, 11.94, 11.94, 11.45, 11.41, 11.39, 11.37, 11.33, 11.11, 10.83, 10.76, 10.75, 10.58, 10.1, 9.89, 9.45, 8.76, 7.33, 5.15, 4.88)
)
world <- ne_countries(scale = "medium", returnclass = "sf")
europe <- world[world$continent == "Europe",]
europe <- merge(europe, data, by.x = "name", by.y = "region", all.x = TRUE)
ggplot(data = europe) +
geom_sf(aes(fill = Perc_vaccinated)) +
scale_fill_viridis_c(option = "plasma", na.value = "grey50") +
theme_minimal() +
labs(
title = "Vaccination Rates in Europe",
fill = "% Vaccinated"
) +
theme(
plot.title = element_text(hjust = 0.5)
)
Dari peta di atas dapat dilihat penyebaran vaksin di Eropa, semakin cerah warna yang ditampilkan makan tingkat vaksinasi semakin tinggi di daerah tersebut dan sebaliknya.