library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.3.2
library(tidyverse)
## Warning: package 'tidyverse' was built under R version 4.3.2
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.3.2
## Warning: package 'dplyr' was built under R version 4.3.2
## Warning: package 'lubridate' was built under R version 4.3.2
## ── Attaching core tidyverse packages ──────────────────────── tidyverse 2.0.0 ──
## ✔ dplyr 1.1.4 ✔ readr 2.1.4
## ✔ forcats 1.0.0 ✔ stringr 1.5.0
## ✔ ggplot2 3.5.0 ✔ tibble 3.2.1
## ✔ lubridate 1.9.3 ✔ tidyr 1.3.0
## ✔ purrr 1.0.2
## ── Conflicts ────────────────────────────────────────── tidyverse_conflicts() ──
## ✖ dplyr::filter() masks stats::filter()
## ✖ dplyr::lag() masks stats::lag()
## ℹ Use the conflicted package (<http://conflicted.r-lib.org/>) to force all conflicts to become errors
library(dplyr)
library(reshape2)
##
## Attaching package: 'reshape2'
##
## The following object is masked from 'package:tidyr':
##
## smiths
library(ggforce)
## Warning: package 'ggforce' was built under R version 4.3.3
library(sf)
## Warning: package 'sf' was built under R version 4.3.3
## Linking to GEOS 3.11.2, GDAL 3.8.2, PROJ 9.3.1; sf_use_s2() is TRUE
house <- read.csv("C:/Users/Lenovo/Downloads/californiahouse.csv", header = TRUE, sep=",")
str(house)
## 'data.frame': 20640 obs. of 10 variables:
## $ longitude : num -122 -122 -122 -122 -122 ...
## $ latitude : num 37.9 37.9 37.9 37.9 37.9 ...
## $ housing_median_age: int 41 21 52 52 52 52 52 52 42 52 ...
## $ total_rooms : int 880 7099 1467 1274 1627 919 2535 3104 2555 3549 ...
## $ total_bedrooms : int 129 1106 190 235 280 213 489 687 665 707 ...
## $ population : int 322 2401 496 558 565 413 1094 1157 1206 1551 ...
## $ households : int 126 1138 177 219 259 193 514 647 595 714 ...
## $ median_income : num 8.33 8.3 7.26 5.64 3.85 ...
## $ ocean_proximity : chr "NEAR BAY" "NEAR BAY" "NEAR BAY" "NEAR BAY" ...
## $ median_house_value: int 452600 358500 352100 341300 342200 269700 299200 241400 226700 261100 ...
ggplot(house, aes(x = population , y = total_rooms, color = "red")) +
geom_point() +
labs(title = "Hubungan Populasi dengan Total Ruangan Rumah", x = "Population", y = "Total Ruangan") +
theme_light()
Pada grafik di atas, menggambarkan bahwa hubungan antara populasi penduduk California dengan total ruangan rumah di California memiliki korelasi positif. Artinya, semakin banyak atau meningkatnya populasi penduduk California, maka semakin banyak pula total ruangan pada rumah di California.
ggplot(house, aes(x = population , y = households, color = "red")) +
geom_point() +
labs(title = "Hubungan Populasi dengan Jumlah Rumah Tangga", x = "Population", y = "Rumah Tangga") +
theme_light()
Pada grafik di atas, menggambarkan bahwa hubungan antara populasi penduduk California dengan total rumah tangga yang ada di California memiliki korelasi positif. Artinya, semakin banyak atau meningkatnya populasi penduduk California, maka semakin banyak pula rumah tangga yang ada di California.
tesla <- read.csv("C:/Users/Lenovo/Downloads/TSLA.csv", header = TRUE, sep=",")
str(tesla)
## 'data.frame': 1260 obs. of 7 variables:
## $ Date : chr "2019-05-14" "2019-05-15" "2019-05-16" "2019-05-17" ...
## $ Open : num 15.3 15.3 15.3 14.8 13.5 ...
## $ High : num 15.6 15.5 15.4 14.8 13.7 ...
## $ Low : num 15.2 15 15.1 13.9 13 ...
## $ Close : num 15.5 15.5 15.2 14.1 13.7 ...
## $ Adj.Close: num 15.5 15.5 15.2 14.1 13.7 ...
## $ Volume : int 108786000 109440000 112249500 266800500 307893000 270058500 280278000 398206500 212049000 154693500 ...
timeseries <- ts(tesla$High, start = c(2019,1), end = c(2024,10), frequency = 20)
plot(timeseries, main = "Harga Penjualan Tertinggi Pada Saham Tesla ", col = "maroon", xlab = "Tahun", ylab = "Harga")
Pada grafik di atas menggambarkan harga penjualan tertinggi pada saham Perusahaan Tesla pada tahun 2019 hingga 2024 (5 tahun terakhir). Dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan dan penurunan penjualan tertinggi yang berbeda pada saham Perusahaan Tesla. Penurunan yang drastis terjadi pada pertengahan tahun 2019 menuju tahun 2020. Kenaikan tertinggi terjadi pada pertengahan tahun 2021 menuju tahun 2022. Pada tahun 2024, harga penjualan tertinggi pun kerap meningkat.
my_sf <- read_sf("C:/Users/Lenovo/Downloads/BATAS PROVINSI DESEMBER 2019 DUKCAPIL/batasprovinsi2019.shp")
pangan <- read_xlsx("C:/Users/Lenovo/Downloads/biayapangan.xlsx")
pangan
## # A tibble: 34 × 2
## Provinsi IKP
## <chr> <dbl>
## 1 Aceh 55.2
## 2 Sumatera Utara 51.4
## 3 Sumatera Barat 49.3
## 4 Riau 39.7
## 5 Jambi 45.1
## 6 Sumatera Selatan 56.2
## 7 Bengkulu 49.5
## 8 Lampung 52.0
## 9 Kep. Bangka Belitung 43.5
## 10 Kep. Riau 28.1
## # ℹ 24 more rows
pangan$PROVINSI <- toupper(pangan$Provinsi)
Persen.Geo <- merge(x=my_sf, y=pangan, by="PROVINSI",all.x = TRUE, all.y=TRUE)
ggplot(Persen.Geo) +
geom_sf(aes(fill= IKP)
, color = "black") +
scale_fill_gradient(low="orange", high="brown") +
theme_void()
Dapat dilihat pada grafik di atas menunjukkan Indeks Ketahanan Pangan
tahun 2023 pada provinsi di Indonesia. Semakin gelap warnanya (coklat)
maka menunjukkan indeks ketahanan pangan yang semakin tinggi pada daerah
tersebut. Contoh seperti pada Pulau Jawa dan pada Provinsi Sumatera
Selatan yang memiliki warna gelap (coklat) menunjukkan bahwa Indeks
Ketahanan Pangan yang tinggi.