# Input data
library(readxl)
datawisatawan = read_excel("C:/Users/ENGGAR/Downloads/Rata-rata Kunjungan & Pengeluaran Wisatawan Mancanegara.xlsx")
datawisatawan[, c('rata-rata Pengeluaran')] = list(NULL)
data.frame(datawisatawan)
## Negara Kunjungan Pemasukkan
## 1 Malaysia 1212574 811709161.3
## 2 Singapore 736797 586925122.2
## 3 Hong Kong 7086 8969529.7
## 4 Australia 655370 922492258.3
## 5 Japan 73913 108076327.7
## 6 Lain-lain 35 56519.4
## 7 Netherlands 115052 211940740.8
## 8 Denmark 20913 39675098.0
## 9 United Kingdom 170881 326249422.8
## 10 France 134541 268647432.6
## 11 Germany 128634 257228123.5
## 12 Saudi Arabia 47472 97013779.2
## 13 United States of America 188764 397270826.8
## 14 Spain 51563 114047043.4
## 15 I t a l y 47415 105282636.7
## 16 South America 27434 66893693.9
## 17 Switzerland 23192 57007095.6
## 18 Belgium 21120 51930700.8
## 19 Canada 36042 91680035.4
## 20 Finland 5480 14912504.8
## 21 Austria 17708 49012556.6
# Mencari persamaan regresi
modeldata = lm(Pemasukkan ~ Kunjungan, data=datawisatawan)
summary(modeldata)
##
## Call:
## lm(formula = Pemasukkan ~ Kunjungan, data = datawisatawan)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -200181725 -58950525 -31167440 41168862 337631423
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 8.260e+07 2.874e+07 2.874 0.00972 **
## Kunjungan 7.664e+02 8.213e+01 9.331 1.59e-08 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 113600000 on 19 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.8209, Adjusted R-squared: 0.8115
## F-statistic: 87.07 on 1 and 19 DF, p-value: 1.586e-08
y hat = 82600000 + 766.4X
Makna:
B0 = 82600000, jika kunjungan wisatawan 0 (tidak ada), maka rata-rata pemasukkan sebesar 82600000 US DOLLAR.
B1 = 766.4, jika kunjungan wisatawan meningkat sebanyak 1 (wisatawan) maka rata-rata pemasukkan meningkat sebanyak 766,4 US DOLLAR.
H0: Tidak terdapat pengaruh antara kunjungan wisatawan (X) dengan pemasukkan (Y).
H1: Terdapat pengaruh antara kunjungan wisatawan (X) dengan pemasukkan (Y).
H0 ditolak jika t hitung > t tabel
# Menghitung nilai t
JKG = sum((datawisatawan$Pemasukkan-modeldata$fitted.values)^2)
KTG = JKG/(length(datawisatawan$Kunjungan)-2)
sb1sqr = KTG/sum((datawisatawan$Kunjungan-mean(datawisatawan$Kunjungan))^2)
sb1 = sqrt(sb1sqr)
tb1 = 766.4/sb1
tb1
## [1] 9.331555
# Nilai t tabel
qt(0.975, length(datawisatawan$Kunjungan-2))
## [1] 2.079614
Karena nilai t hitung : 9.331555 > t tabel : 2.079614 maka H0 ditolak, sehingga terdapat pengaruh antara kunjungan wisatawan dengan rata-rata pemasukkan Indonesia.
H0: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kunjungan wisatawan (X) dengan pemasukkan (Y).
H1: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kunjungan wisatawan (X) dengan pemasukkan (Y).
H0 ditolak jika t hitung > t tabel
# Menghitung nilai t
sb0sqr <- KTG*(1/length(datawisatawan$Kunjungan)+((mean(datawisatawan$Kunjungan)^2)/sum((datawisatawan$Kunjungan-mean(datawisatawan$Kunjungan))^2)))
sb0 <- sqrt(sb0sqr)
tb0 <- 82600000/sb0
tb0
## [1] 2.873818
Karena t hitung : 2.873818 > t tabel : 2.079614 maka H0 ditolak, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kunjungan wisatawan dengan rata-rata pemasukkan Indonesia.
confint(modeldata, level=0.95)
## 2.5 % 97.5 %
## (Intercept) 2.244009e+07 142756543.73
## Kunjungan 5.944802e+02 938.28
# Mencari nilai koefisien korelasi
cor.test(datawisatawan$Kunjungan, datawisatawan$Pemasukkan)
##
## Pearson's product-moment correlation
##
## data: datawisatawan$Kunjungan and datawisatawan$Pemasukkan
## t = 9.3313, df = 19, p-value = 1.586e-08
## alternative hypothesis: true correlation is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 0.7790296 0.9616078
## sample estimates:
## cor
## 0.9060236
Didapatkan nilai koefisien korelasi 0.9060236, sehingga terdapat hubungan linear yang kuat antara kedua variabel.
H0 ditolak jika t hitung > t tabel
# Menghitung nilai t
thit = (0.9060236 * sqrt(19)) / sqrt(1 - (0.9060236)^2)
thit
## [1] 9.331313
# Nilai t tabel
qt(0.975, length(datawisatawan$Kunjungan-2))
## [1] 2.079614
Karena t hitung : 9.331313 > t tabel : 2.079614, maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan linear antara kunjungan wisatawan dan rata-rata pemasukkan Indonesia.
plot(datawisatawan$Kunjungan,modeldata$residuals, xlab="Kunjungan",ylab="Residuals", main="Plot Uji Asumsi Rata-rata Galat bernilai nol")
abline(h=0,col="blue",lty=2)
Pada plot di atas terlihat bahwa beberapa titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola, sehingga asumsi rata-rata galat bernilai nol terpenuhi.
c = (1:21)
datawisatawan = cbind(datawisatawan,c)
head(datawisatawan)
## Negara Kunjungan Pemasukkan c
## 1 Malaysia 1212574 811709161.3 1
## 2 Singapore 736797 586925122.2 2
## 3 Hong Kong 7086 8969529.7 3
## 4 Australia 655370 922492258.3 4
## 5 Japan 73913 108076327.7 5
## 6 Lain-lain 35 56519.4 6
plot(datawisatawan$c,modeldata$residuals, xlab="Amatan",ylab="Residuals", main="Plot Uji Asumsi Galat Saling Bebas")
abline(h=0,col="blue",lty=2)
Pada plot di atas terlihat bahwa titik menyebar dan tidak membentuk pola, sehingga asumsi galat independen terpenuhi.
H0 : Galat saling bebas
H1 : Galat tidak saling bebas
H0 ditolak jika p value < 0.05
# Mencari nilai p value
library(lmtest)
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.3.3
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
dwtest(modeldata)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: modeldata
## DW = 1.9217, p-value = 0.3696
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Diperoleh p value : 0.3696 > 0.05 maka H0 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa galat saling bebas dan asumsi independensi terpenuhi.
qqnorm(resid(modeldata))
qqline(modeldata$residuals)
Pada plot normal qq di atas terlihat titik-titik mengikuti garis.
H0 : Galat berdistribusi normal
H1 : Galat tidak berdistribusi normal
H0 ditolak jika p value < 0.05
shapiro.test(modeldata$residuals)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: modeldata$residuals
## W = 0.86037, p-value = 0.006444
library(nortest)
ad.test(modeldata$residuals)
##
## Anderson-Darling normality test
##
## data: modeldata$residuals
## A = 1.1909, p-value = 0.003171
lillie.test(modeldata$residuals)
##
## Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov) normality test
##
## data: modeldata$residuals
## D = 0.24334, p-value = 0.002136
Diperoleh rata-rata p value : 0.003917 < 0.05 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa galat tidak berdistribusi normal dan asumsi tidak terpenuhi.
plot(modeldata$fitted.values, modeldata$residuals, xlab="Fitted Values",ylab="Residuals", main="Plot Uji Ragam Galat konstan")
abline(h=0,col="blue",lty=2)
Pada plot di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola, sehingga asumsi homogenitas variansi terpenuhi.
plot(datawisatawan$Kunjungan,datawisatawan$Pemasukkan, main="Scatterplot",xlab="Kunjungan",ylab="Pemasukkan",pch=20)
abline(modeldata, col="blue")
Pada plot di atas titik-titik tersebar di sekitar garis regresi secara acak.
H0 : Tidak terdapat pengaruh antara kunjungan wisatawan dan pemasukkan mereka.
H1 : Terdapat pengaruh antara kunjungan wisatawan dan pemasukkan mereka.
H0 ditolak jika F hitung > F tabel atau jika p value < taraf signifikansi.
anova(modeldata)
## Analysis of Variance Table
##
## Response: Pemasukkan
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Kunjungan 1 1.1231e+18 1.1231e+18 87.073 1.586e-08 ***
## Residuals 19 2.4508e+17 1.2899e+16
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
qf(0.95, df1=1, df2=19)
## [1] 4.38075
Karena F hitung : 87.073 > F tabel : 4.38075 atau p value : 1.586e-08 < 0.05 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear yang sigfikan antara kunjungan wisatawan dengan pendapatan Indonesia.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2 April 2024). Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara per bulan Menurut Kebangsaan. Diakses pada 18 April 2024, dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ3MCMy/jumlah-kunjungan-wisatawan-mancanegara-per-bulan-menurut-kebangsaan.html
Badan Pusat Statistik Indonesia. (5 Juli 2023). Rata-Rata Pengeluaran Wisatawan Mancanegara per Kunjungan Menurut Negara Tempat Tinggal . Diakses pada 18 April 2024, dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjcyIzI%3D/rata-rata-pengeluaran-wisatawan-mancanegara-per-kunjungan-menurut-negara-tempat-tinggal-.html