1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kasus
Komponen temperatur (suhu), kandungan phosphorus (fosfor), nitrogen, merupakan beberapa aspek tanah yang perlu diperhatikan ketika akan melakukan pengolahan dan pemanfaatan tanah maupun pertanian, ekologi, dan ilmu tanah. Berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa jenis tanah seperti black (tanah hitam), sandy (tandah berpasir), clayey (tanah lempung), loamy (tanah lempung berpasir), dan red (tanah merah). Setiap jenis tanah memiliki karakteristik unik yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, struktur tanah, dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Memahami hubungan antara temperatur, kandungan fosfor, nitrogen, dan jenis tanah memberikan wawasan yang penting dalam manajemen pertanian, pemilihan tanaman yang tepat, serta pemeliharaan dan perawatan lahan. Studi yang mendalam tentang interaksi antara faktor-faktor ini dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan keseimbangan ekosistem di berbagai jenis tanah.
1.2 Data
Data yang digunakan adalah data kandungan fosfor, temparature, dan kandungan nitrogen pada jenis tanah black, clayey, loamy, red, dan sandy yang didefinisikan sebagai berikut :
y1 : Kandungan Phosphorous (mg/L)
y2 : Temparature (°C)
y3 : Kandungan Nitrogen (mg/L)
perlakuan : Jenis Tanah
> library(readxl)
> soil2 <- read_excel("C:/Users/Diyan/Downloads/soil2.xls")
> minproj <- data.frame( perlakuan = soil2$`Soil Type`,
+ y1 = soil2$Phosphorous,
+ y2 = soil2$Temparature,
+ y3 = soil2$Nitrogen)
> head(minproj)
perlakuan y1 y2 y3
1 Black 30 34 7
2 Black 30 29 9
3 Black 14 31 10
4 Black 0 28 39
5 Black 0 28 36
6 Black 39 37 121.3 Tujuan
Untuk mengetahui perbedaan kandungan fosfor, temparature, dan kandungan nitrogen pada jenis tanah black, clayey, loamy, red, dan sandy.
2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengujian Asumsi
2.1.1 Asumsi Kenormalan
Pengujian normalitas multivariat dapat dilakukan dengan menggunakan skewness dan kurtosis. Skewness dan kurtosis dapat dihitung untuk setiap variabel dalam data dan digunakan untuk menentukan apakah data tersebut berasal dari distribusi normal multivariat (Kim, 2015).
2.1.2 Asumsi Kehomogenan
Pengujian kehomogenan matriks-kovarian dapat dilakukan dengan uji Box’s M. Pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui nilai-p dengan ketentuan jika nilai-p > 0.05 berarti H0 diterima, sedangkan jika nilai-p < 0.05 berarti H0 ditolak (Khairani dan Siregar, 2015).
2.2 MANOVA (Multivariate Analysis of Variance)
Manova (Multivariate Analysis of Variance) adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua atau lebih kelompok pada dua atau lebih variabel dependen (Iqbal et.al, 2021). MANOVA merupakan lanjutan dari ANOVA yang perbedaanya terletak pada banyak variabel dependen pada sebuah penelitian.
2.3 Analisis Profil
Analisis Profil merupakan salah satu analisis multivariat yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan atau kesamaan pada variabel tertentu dalam suatu populasi atau sampel. Dalam metode initerdapat empat macam komparasi, yaitu komparasi ganda rerata antar baris, komparasi ganda rerata antar kolom, komparasi ganda antar sel pada baris yang sama, dan komparasi ganda rerata antar sel pada kolom yang sama (Sutrisno dan Wulandari, 2018). Analisis profil merupakan analisis lanjut pada MANOVA ketika menghasilkan keputusan yang menyatakan terdapat perbedaan antara perlakuan.
3 SOURCE CODE
3.1 Import Data
> library(readxl) # Untuk membaca file yang diimport dari excel
> soil2 <- read_excel("C:/Users/Diyan/Downloads/soil2.xls")
> soil2
# A tibble: 99 × 9
Temparature Humidity Moisture `Soil Type` `Crop Type` Nitrogen Potassium
<dbl> <dbl> <dbl> <chr> <chr> <dbl> <dbl>
1 34 65 62 Black Cotton 7 9
2 29 58 33 Black Oil seeds 9 7
3 31 62 49 Black Sugarcane 10 13
4 28 54 65 Black Cotton 39 0
5 28 54 37 Black Millets 36 0
6 37 70 32 Black Oil seeds 12 0
7 28 54 35 Black Millets 41 0
8 34 65 60 Black Sugarcane 35 0
9 26 52 32 Black Oil seeds 12 0
10 36 68 33 Black Oil seeds 13 0
# ℹ 89 more rows
# ℹ 2 more variables: Phosphorous <dbl>, `Fertilizer Name` <chr>3.2 Pembuatan Data Frame
Pembuatan data frame yang terdiri dari 4 kolom yaitu perlakuan, y1, y2, dan y3. Dataset tiap kolom diambil dari data soil2 yang telah diinput sebelumnya.
> minproj <- data.frame( perlakuan = soil2$`Soil Type`,
+ y1 = soil2$Phosphorous,
+ y2 = soil2$Temparature,
+ y3 = soil2$Nitrogen)
> minproj
perlakuan y1 y2 y3
1 Black 30 34 7
2 Black 30 29 9
3 Black 14 31 10
4 Black 0 28 39
5 Black 0 28 36
6 Black 39 37 12
7 Black 0 28 41
8 Black 0 34 35
9 Black 8 26 12
10 Black 14 36 13
11 Black 24 27 23
12 Black 20 34 24
13 Black 0 27 37
14 Black 13 34 9
15 Black 0 27 42
16 Black 35 29 14
17 Black 0 27 35
18 Black 30 30 8
19 Black 10 29 12
20 Clayey 0 28 35
21 Clayey 40 27 13
22 Clayey 22 32 24
23 Clayey 0 33 38
24 Clayey 10 33 13
25 Clayey 13 26 14
26 Clayey 0 34 39
27 Clayey 41 37 12
28 Clayey 13 27 13
29 Clayey 18 29 24
30 Clayey 0 28 40
31 Clayey 0 28 36
32 Clayey 16 25 6
33 Clayey 23 26 21
34 Clayey 22 29 9
35 Clayey 20 26 7
36 Clayey 29 28 10
37 Clayey 31 35 8
38 Clayey 21 34 6
39 Clayey 19 25 24
40 Loamy 36 29 12
41 Loamy 0 33 41
42 Loamy 0 25 36
43 Loamy 36 29 13
44 Loamy 12 34 12
45 Loamy 0 32 38
46 Loamy 40 30 12
47 Loamy 19 26 23
48 Loamy 31 30 8
49 Loamy 32 30 10
50 Loamy 28 38 8
51 Loamy 0 34 38
52 Loamy 15 25 11
53 Loamy 9 30 13
54 Loamy 33 29 8
55 Loamy 19 34 23
56 Loamy 15 27 10
57 Loamy 9 26 11
58 Loamy 19 36 12
59 Loamy 38 29 11
60 Loamy 0 38 39
61 Red 20 32 22
62 Red 10 25 9
63 Red 41 26 14
64 Red 37 35 11
65 Red 29 30 9
66 Red 23 29 24
67 Red 11 25 15
68 Red 24 32 22
69 Red 0 30 41
70 Red 21 34 23
71 Red 15 31 11
72 Red 37 32 15
73 Red 40 36 15
74 Red 0 31 39
75 Red 39 33 13
76 Red 38 34 14
77 Red 16 29 13
78 Red 0 36 41
79 Red 17 30 4
80 Sandy 0 26 37
81 Sandy 13 26 12
82 Sandy 18 30 21
83 Sandy 12 31 14
84 Sandy 19 25 21
85 Sandy 9 30 10
86 Sandy 20 26 23
87 Sandy 30 36 7
88 Sandy 37 29 15
89 Sandy 35 35 10
90 Sandy 29 33 5
91 Sandy 42 30 12
92 Sandy 15 29 8
93 Sandy 15 28 5
94 Sandy 14 30 10
95 Sandy 21 30 22
96 Sandy 0 30 41
97 Sandy 28 31 21
98 Sandy 30 28 9
99 Sandy 41 36 153.3 Statistika Deskriptif
3.4 Visualisasi Data
> library(ggplot2) # Untuk membuat grafik sederhana maupun kompleks
> ggplot(minproj, aes(x = perlakuan, y = y1)) +
+ geom_bar(stat = "identity", fill = "purple") +
+ labs(title = "Diagram Batang Berdasarkan Kandungan Phosphorous",
+ x = "Jenis Tanah", y = "Kandungan Phosphorous")>
> ggplot(minproj, aes(x = perlakuan, y = y2)) +
+ geom_bar(stat = "identity", fill = "purple") +
+ labs(title = "Diagram Batang Berdasarkan Temparature",
+ x = "Jenis Tanah", y = "Temparature")>
> ggplot(minproj, aes(x = perlakuan, y = y2)) +
+ geom_bar(stat = "identity", fill = "purple") +
+ labs(title = "Diagram Batang Berdasarkan Kandungan Nitrogen",
+ x = "Jenis Tanah", y = "Kandungan Nitrogen")3.5 Pengujian Asumsi Kenormalan
> library(MVN) # Untuk melakukan uji normalitas multivariat pada sampel data, yang mencakup pengujian kurtosis dan skewness.
> norm.test = mvn(data = minproj, subset = "perlakuan", mvnTest = "mardia")
> # mvnTest = "mardia" merupakan jenis uji normalitas multivariat
> norm.test$multivariateNormality
$Black
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 7.33486940469992 0.693498002377094 YES
2 Mardia Kurtosis -1.52900867917003 0.126262292328701 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$Clayey
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 8.66746131498159 0.563926436139594 YES
2 Mardia Kurtosis -1.18671425857344 0.235340348866713 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$Loamy
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 9.26485449713187 0.507166035118125 YES
2 Mardia Kurtosis -1.65091872831571 0.0987551710825076 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$Red
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 15.4306453245055 0.117132245765764 YES
2 Mardia Kurtosis -0.365994644047114 0.714369072156727 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$Sandy
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 11.5457418067059 0.316607468877875 YES
2 Mardia Kurtosis -0.914595381214131 0.36040408436042 YES
3 MVN <NA> <NA> YES3.6 Pengujian Asumsi Kehomogenan
3.7 MANOVA
> manov <- manova(cbind(y1,y2,y3)~perlakuan,data=minproj)
> summary(manov, test="Pillai") # Mencetak Statistik Uji Pillai pada manov
Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
perlakuan 4 0.080035 0.64412 12 282 0.8036
Residuals 94
> summary(manov, test="Roy") # Mencetak Statistik Uji Roy pada manov
Df Roy approx F num Df den Df Pr(>F)
perlakuan 4 0.049363 1.16 4 94 0.3335
Residuals 94
> summary(manov, test="Wilks") # Mencetak Statistik Uji Wilks pada manov
Df Wilks approx F num Df den Df Pr(>F)
perlakuan 4 0.92167 0.63583 12 243.7 0.8107
Residuals 94
> summary(manov, test="Hotelling-Lawley") # Mencetak Statisti Uji Hotelling-Lawley pada manov
Df Hotelling-Lawley approx F num Df den Df Pr(>F)
perlakuan 4 0.083139 0.62816 12 272 0.8177
Residuals 94 3.8 Analisis Profil
Berdasarkan hasil MANOVA didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan kandungan fosfor, temparature, dan kandungan nitrogen pada berbagai jenis tanah, namun akan dilakukan analisis profil dengan tujuan hanya untuk memperjelas dan sebagai visualisasi.
> library(profileR) # untuk melakukan analisis eksploratif data lebih lanjut
> prf <- pbg(minproj[,2:4], minproj[,1], profile.plot = TRUE)Hasil analisis profil :
> summary(prf)
Call:
pbg(data = minproj[, 2:4], group = minproj[, 1], profile.plot = TRUE)
Hypothesis Tests:
$`Ho: Profiles are parallel`
Multivariate.Test Statistic Approx.F num.df den.df p.value
1 Wilks 0.95012862 0.6023821 8 186 0.7751705
2 Pillai 0.05014184 0.6043174 8 188 0.7735760
3 Hotelling-Lawley 0.05220444 0.6003510 8 184 0.7768410
4 Roy 0.04601890 1.0814442 4 94 0.3702198
$`Ho: Profiles have equal levels`
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
group 4 45.2 11.31 0.773 0.546
Residuals 94 1375.9 14.64
$`Ho: Profiles are flat`
F df1 df2 p-value
1 217.5958 2 93 8.407166e-364 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Statistika Deskriptif
- Sebagian besar tanah mengandung fosfor sebesar 18.61 mg/L.
- Sebagian besar tanah memiliki suhu 30 derajat celcius.
- Sebagian besar tanah mengandung notrogen sebesar 18.91 mg/L
4.2 Visualisasi Data
1. Diagram Batang Berdasarkan Kandungan Phosphorous
Berdasarkan diagram batang di atas, dapat dilihat jenis tanah black memiliki kandungan fosfor terendah, sedangkan jenis tanah sandy tertinggi.
2. Diagram Batang Berdasarkan Temparature
Berdasarkan diagram batang di atas, dapat dilihat jenis tanah black memiliki temparature terendah, sedangkan jenis tanah loamy tertinggi.
3. Diagram Batang Berdasarkan Nitrogen
Berdasarkan diagram batang di atas, dapat dilihat jenis tanah black memiliki temparature terendah, sedangkan jenis tanah loamy tertinggi.
4.3 Pengujian Asumsi Kenormalan
H0 : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal
Taraf Nyata : 5%
Keputusan dan Interpretasi : Berdasarkan hasil pengujian, setiap perlakuan memiliki pvalue > α (0.05), maka disimpulkan bahwa asumsi normalitas untuk setiap perlakuan terpenuhi.
4.4 Pengujian Asumsi Kehomogenan
H0 : Matriks Varians-kovarians data homogen
H1 : Matriks Varians-kovarians data tidak homogen
Taraf Nyata : 5%
Keputusan dan Interpretasi : Berdasarkan hasil pengujian didapatkan pvalue (0.706) > α (0.05), maka terima H0. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan taraf nyata 5% matriks varians-kovarian data homogen.
4.5 MANOVA
H0 : μ1 =….= μ5 = 0 (Tidak terdapat perbedaan Temperatur, Kandungan Nitrogen, dan Kandungan Phosphorous pada Berbagai Jenis Tanah)
H1 : Minimal terdapat satu i, dimana μi ≠ 0
Taraf Nyata : 5%
Keputusan dan Interpretasi :
Berdasarkan hasil pengujian didapatkan :
| Statistik Uji | P-value | Keputusan |
|---|---|---|
| Pilai | 0.8036 | Terima H0 |
| Roy | 0.3335 | Terima H0 |
| Wilks | 0.8107 | Terima H0 |
| Hotelling | 0.8177 | Terima H0 |
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan taraf nyata 5% telah cukup bukti bahwa tidak terdapat perbedaan kandungan fosfor, temparature, dan kandungan nitrogen pada jenis tanah black, clayey, loamy, red, dan sandy sehingga tidak diperlukan untuk uji lanjut.
4.6 Analisis Profil
Berdasarkan output analisis profil, p-value semua statistik uji > dari 0.05, sehingga telah cukup bukti bahwa profil yang terbentuk sejajar.
5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data memenuhi semua asumsi untuk pengujian manova sehingga hasil yang didapatkan semakin valid. Dari hasil analisis juga didapatkan kesimpulan bahwa secara signifikan tidak terdapat perbedaan kandungan fosfor, temparature, dan kandungan nitrogen pada jenis tanah black, clayey, loamy, red, dan sandy. Dengan demikian, hal ini dapat digunakan untuk pertimbangan ketika akan melakukan studi kasus maupun pengolahan tanah.
6 DAFTAR PUSTAKA
Abhishek, G.D. 2019. Data Fertilization Prediction. Kaggle : https://www.kaggle.com/datasets/gdabhishek/fertilizer-prediction?select=Fertilizer+Prediction.csv diakses pada 30 Oktober 2023.
Khairani, N., & Siregar, L. A. (2015). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJURUSAN SISWA MELALUI ANALISIS DISKRIMINAN. GENERASI KAMPUS, 8(2).
Kim, N. (2015). Tests based on skewness and kurtosis for multivariate normality. Communications for Statistical Applications and Methods, 22(4), 361-375.
Iqbal, M., Salsabila, I., Syahbani, D. A., Douw, J., Marzuki, M., & Rusyana, A. (2021). Analisis MANOVA Satu Arah untuk Melihat Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia Tahun 2017. Journal of Data Analysis, 3(1), 50-61.
Sutrisno, S., & Wulandari, D. (2018). Multivariate analysis of variance (MANOVA) untuk memperkaya hasil penelitian pendidikan. AKSIOMA: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(1), 37-53.