Penerapan K-Means Clustering dalam Pengelompokan Negara Berdasarkan Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate

Silvia Intan Aulia

07 November 2023


1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Bunuh diri merupakan suatu isu global yang cukup kompleks dan masih menunjukkan angka yang terus meningkat hingga saat ini. Bunuh diri adalah sebuah perilaku pemusnahan secara sadar yang ditujukan pada diri sendiri oleh seorang individu yang memandang bunuh diri sebagai solusi terbaik dari sebuah isu (Leenaars, 1999). Mengutip data dari WHO (World Health Organization), salah satu narasumber dalam acara “Working Together to Prevent Suicide” menyatakan bahwa bunuh diri telah menyebabkan kematian pada hampir 800.000 individu tiap harinya, artinya setiap 40 detik ada satu makhluk bumi yang meninggal karena bunuh diri, dan untuk tiap makhluk yang meninggal karena hal tersebut, diperkirakan sebanyak 25 individu lainnya mencoba melakukan tindakan bunuh diri (Nurchayanti dalam Idham, dkk, 2019). Jumlah orang yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah orang yang terbunuh dalam perang. Secara global, bunuh diri telah menjadi penyebab kematian nomor 4 di dunia dalam rentang usia 15 hingga 29 tahun dimana 77% dari bunuh diri terjadi pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2023).

Istilah “bunuh diri” atau dalam bahasa Inggris yang berarti “suicide” berasal dari bahasa Latin Sui (diri sendiri) dan Caedere (untuk membunuh). Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali pada abad ke-17 dalam buku yang berjudul Religio Medici oleh seorang physician sekaligus philosopher berkebangsaan Inggris bernama Sir Thomas Browne (De Leo, Burgis, Bertolote, Kerkhof, & Bille-Brahe, 2006).

Terdapat berbagai alasan yang mendorong seseorang untuk melalukan tindakan bunuh diri mulai dari tekanan psikologis, rasa ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dalam hidup, masalah hubungan, serta kesulitan finansial. Selain itu, kondisi lingkungan di suatu wilayah atau negara seperti kemiskinan, ketidaksetaraan, atau kurangnya akses ke layanan kesehatan mental juga terkadang dapat mendorong rakyatnya mengambil jalan pintas yakni dengan melakukan bunuh diri.

Pada bulan Januari hingga Oktober tahun 2023, tercatat ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri). Salah satu kasus bunuh diri yang sempat ramai diberitakan media adalah kasus dugaan bunuh diri seorang mahasiswa berinisial NJW yang ditemukan tewas di Mal Paragon Semarang, Jawa Tengah pada 10 Oktober 2023. Peningkatan angka kasus bunuh diri tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga terjadi di Korea Selatan. Kementerian Kesehatan dan Badan Pengendalian & Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan terdapat 39,454 kasus bunuh diri yang terjadi di Korea Selatan dalam tiga tahun terakhir (2020-2022).

Berdasarkan fenomena di atas, penelitian terkait kasus bunuh diri di berbagai negara di dunia dirasakan cukup penting untuk membantu masyarakat memahami faktor-faktor yang memengaruhi tingkat bunuh diri dan mengembangkan strategi pencegahan atau pengurangan angka kasus bunuh diri dari setiap negara. Penelitian ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait urgensi kasus bunuh diri dan peran penting kesehatan mental. Dalam mewujudkan tujuan yang telah dipaparkan sebelumnya, penelitian ini menggunakan Analisis Cluster dengan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan negara-negara yang memiliki karakteristik yang sama menjadi satu kesatuan kelompok. Karakteristik tersebut ditentukan berdasarkan tingkat harapan hidup laki-laki dan wanita (life expectancy rate for men and women), tingkat kebahagiaan atau tingkat kepuasan dalam hidup (happiness score, life satisfication score), rata-rata kesuburan oleh perempuan (fertility rate), dan GDP Perkapita. Dimana tingkat harapan hidup, tingkat kebahagiaan, dan rata-rata kesuburan termasuk indikator sosial serta GDP Perkapita termasuk indikator perekonomian.

1.2 Tinjauan Pustaka

1.2.1 Analisis Cluster

Clustering adalah proses membuat pengelompokan sehingga semua anggota dari setiap partisi mempunyai persamaan berdasarkan matriks tertentu. Analisis Cluster atau analisis kelompok merupakan teknik analisa data yang bertujuan untuk mengelompokkan individu atau objek ke dalam beberapa kelompok yang memiliki sifat berbeda antar kelompok, sehingga individu atau objek yang terletak di dalam satu kelompok akan mempunyai sifat relatif homogen. Tujuan analisis cluster adalah mengelompokkan objek-objek tersebut.

Proses dalam melakukan analisis cluster adalah sebagai berikut.

  1. Menetapkan ukuran jarak antar data.

  2. Melakukan proses standarisasi data jika diperlukan.

  3. Melakukan pengklasteran.

Proses inti clustering adalah pengelompokan data, yang biasa dilakukan dengan dua metode yaitu:

a. Metode Hierarki

Metode hierarki memulai pengelompokkan dengan dua atau lebih objek yang memiliki kesamaan paling dekat. Kemudian proses diteruskan ke objek lain yang memiliki kedekatan kedua. Demikian seterusnya sehingga cluster akan membentuk semacam pohon dimana ada hierarki (tingkatan yang jelas antara objek). Dendogram biasanya digunakan untuk membantu memperjelas proses hierarki tersebut.

b. Metode Non Hierarki

Dibandingkan dengan metode hierarki, metode ini justru dimulai dengan menentukan jumlah cluster yang diinginkan terlebih dahulu. Setelah jumlah cluster diketahui, proses cluster dilakukan tanpa mengikuti proses hierarki. Metode ini juga disebut K-Means cluster.

  1. Melakukan penanaman cluster-cluster yang terbentuk.

  2. Melakukan validasi dan profiling cluster.

Adapun ciri-ciri cluster adalah homogenitas (kesamaan) yang tinggi antara anggota dalam satu cluster (within cluster) dan heterogenitas (perbedaan) yang tinggi antara cluster yang satu dengan yang lain (between-cluster).

Analisis cluster memiliki beberapa istilah penting antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Distance between cluster centers, yaitu jarak yang menunjukkan bagaimana terpisahnya pasangan individu cluster.

  2. Keanggotaan cluster (cluster membership), yakni keanggotaan yang menunjukkan cluster untuk setiap objek yang menjadi anggotanya.

  3. Pusat cluster (cluster centers), adalah titik awal dimulai pengelompokkan dalam cluster non hierarki.

  4. Rata-rata lama cluster (clusters centroid), yaitu nilai rata-rata variabel dari semua objek atau observasi dalam cluster tertentu.

  5. Agglomeration schedule, adalah jadwal yang memberikan informasi tentang objek atau kasus yang dikelompokkan pada setiap tahap pada suatu proses analisis cluster yang hierarki.

1.2.2 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif adalah metode-metode statistika yang digunakan untuk menggambarkan data yang telah dikumpulkan (Mason, 1996). Data yang telah dikumpulkan perlu disajikan agar mudah dimengerti, menarik, komunikatif, dan informatif bagi pembaca.

1.2.3 Asumsi Analisis Cluster

1.2.3.1 Sampel Representatif

Sampel representatif adalah keadaan ketika sampel yang diambil dapat merepresentasikan atau mewakili populasi yang ada. Analisis asumsi sampel representatif ini dapat dilakukan menggunakan uji Kaise Mayer Olkin (KMO).

Rumus uji KMO didefinisikan sebagai berikut (Supranto, 2004).

\[ KMO = \frac {\sum^{n}_{i=1} \sum^{n}_{j=1} {r_{ij}^2}} {\sum^{n}_{i=1} \sum^{n}_{j=1} {r_{ij}^2}+ {\sum^{n}_{i=1} \sum^{n}_{j=1} {a_{ij}^2}}} \]

Keterangan :

  • \(a_{ij}\) = \(-\frac {v_{ij}} {\sqrt{v_{ii} v_{jj}}}\)

  • \(n\) = banyaknya variabel

  • \(r_{ij}\) = korelasi antar variabel \(x_i\) dan \(x_j\)

  • \(a_{ij}\) = korelasi parsial antara variabel \(x_i\) dan \(x_j\)

  • \(v_{ij}\) = invers matriks korelasi antara variabel \(x_i\) dan \(x_j\)

Jika nilai uji KMO menunjukkan sebesar 0.5 sampai 1, maka sampel dikatakan telah representatif atau mewakili populasi.

1.2.3.2 Uji Multikolinearitas

Pengujian multikolinearitas adalah untuk melihat apakah ada variabel yang memberikan informasi yang sama dengan variabel lain atau biasa disebut dengan redundan. Untuk menguji multikolinearitas akan dilihat dari nilai Variance Inflation Faktor (VIF). Model dikatakan memiliki multikolinearitas jika nilai VIF > 10 yang mengindikasikan bahwa hasil estimasi yang kurang baik. Berikut adalah rumus untuk menghitung nilai VIF.

\[ VIF_k = (1-{R_k}^2)^{-1} \]

Keterangan :

  • \({R_k}^2\) = Koefisien determinasi \(X_k\) dengan variabel lainnya yang ada pada model

  • \(k\) = 1,2,…,p

  • \(p\) = jumlah variabel

1.2.4 K-Means Clustering

K-Means merupakan salah satu metode analisis clustering non hierarki yang berusaha mempartisi data yang ada ke dalam bentuk satu atau lebih cluster atau kelompok. Metode analisis cluster ini mempartisi data ke dalam cluster atau kelompok sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama dan data yang memiliki karakteristik yang berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Tujuan dari metode ini adalah untuk meminimalisasikan objective function yang di set dalam proses clustering, yang pada umumnya berusaha meminimalisasikan variasi di dalam suatu cluster dan memaksimalisasikan variasi antar cluster.

1.2.5 Tahapan Algoritma K-Means Clustering

Adapun tahapan dalam algoritma K-Means Clustering adalah sebagai berikut (Wakhidah, 2010).

1.2.5.1 Menentukan jumlah cluster

Dalam metode K-Means banyaknya cluster ditentukan sendiri oleh pengguna. Oleh karena itu, perlu dicari jumlah cluster yang optimum yang dapat mengelompokkan objek dengan baik (perlu diketahui bahwa metode ini relatif subjektif). Beberapa metode yang sering digunakan antara lain :

1.2.5.1.1 Metode Elbow

Metode Elbow adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan informasi dalam menentukan jumlah cluster terbaik dengan cara melihat persentase hasil perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik (Madhulata dalam Merliana, dkk, 2015). Metode ini menggunakan nilai total wss (within sum square) sebagai penentu K optimalnya.

1.2.5.1.2 Metode Silhoutte

Silhoutte Coefficient adalah sebuah metode yang digunakan untuk melihat kualitas dan kekuatan cluster, seberapa baik suatu objek ditempatkan dalam suatu cluster. Metode Silhoutte Coefficient merupakan sebuah metode gabungan dari metode cohesion dan metode separation. Metode cohesion adalah sebuah ukuran untuk mengetahui seberapa dekat relasi antara objek dalam sebuah cluster. Sedangkan metode separation adalah sebuah ukuran seberapa jauh atau terpisah sebuah cluster dengan cluster yang lainnya (Wira, dkk, 2019).

1.2.5.2 Standarisasi Data

Standarisasi perlu dilakukan dengan tujuan untuk mempersempit dan menyamakan peubah yang memiliki satuan yang berbeda-beda. Melakukan standarisasi data yakni dengan transformasi ke dalam bentuk Z-Score jika terdapat perbedaan ukuran satuan yang besar pada data antar variabel. Standarisasi menggunakan rumus Z-Score yaitu :

\[ Z_i = \frac {x_i - \bar{x}} {s} \]

Keterangan :

  • \(Z_i\) = nilai Z-Score ke - i ; i = 1, 2, 3, …, n

  • \(x_i\) = nilai data ke - i

  • \(\bar{x}\) = nilai rata-rata

  • \(s\) = nilai standarisasi

1.2.5.3 Menentukan nilai centroid untuk awal iterasi secara acak

Selanjutnya jika menentukan nilai centroid yang merupakan tahap dari iterasi, dapat digunakan rumus berikut.

\[ \bar{V_{ij}} = \frac {1}{N_i} \sum^{N_i}_{k=0}{x_{kj}} \]

Keterangan :

  • \(\bar{V_{ij}}\) = centroid/ rata-rata cluster ke - i untuk variabel ke - j

  • \(k\) = indeks dari cluster

  • \(j\) = indeks dari variabel

  • \(N_i\) = jumlah data yang menjadi anggota cluster ke - i

  • \(x_{kj}\) = nilai data ke - k yang ada di dalam cluster tersebut untuk variabel ke - j

1.2.5.4 Menghitung Euclidean Distance

Perhitungan Euclidean Distance dilakukan untuk mengetahui jarak antara titik centroid dengan titik tiap objek menggunakan rumus berikut.

\[ D_e = \sqrt{(x_i-S_i)^2+(y_i-t_i)^2} \]

Keterangan :

  • \(D_e\) = Euclidean Distance

  • \(i\) = banyaknya objek (0,1,2,…,n)

  • \((s,t)\) = koordinat centroid

  • \((x,y)\) = koordinat objek

1.2.5.5 Pengelompokkan objek dalam menentukan anggota cluster dengan menghitung jarak minimum objek

Misalkan nilai yang diperoleh adalah 0 atau 1, nilai 1 berarti data yang dialokasikan ke suatu cluster dan nilai 0 data yang dialokasikan ke cluster yang lain.

1.2.5.6 Kembali ke tahap 2 sampai diperoleh nilai centroid tetap dan anggota cluster tidak berpindah ke cluster yang lain

1.3 Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari situs web Kaggle. Data Suicide Rate merupakan data yang dikumpulkan dari 131 negara di dunia yang diidentifikasi berdasarkan indikator sosial ekonomi yaitu Life Expectancy for Men (X1), Life Expectancy for Women (X2), Happiness Score or Life Satisfaction Score (X3), Fertility Rate (X4), dan GDP Per Capita (X5) pada tahun 2022.

Keterangan :

  • Untuk variabel Life Expectancy dalam satuan tahun
  • Untuk variabel Fertility Rate dalam satuan angka kelahiran setiap perempuan

Tabel 1: Data Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate di Negara-Negara di Dunia Tahun 2022

Country Life Expectancy (Men) Life Expectancy (Women) Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
Afghanistan 60.6 68.2 3.794 4.7 1105
Albania 74.8 81.3 4.959 1.7 4932
Algeria 73.3 78.9 5.605 2.9 4534
Andorra 81.7 84.8 6.955 1.4 46622
Angola 58.1 65.6 4.105 5.3 2077
…. …. …. …. …. ….
United States 76.1 81.1 6.94 1.7 65112

2 Source Code

2.1 Library yang dibutuhkan

> # Library
> library(readxl)
> library(knitr)
> library(tidyverse)
> library(dplyr)
> library(psych)
> library(magrittr)
> library(factoextra)
> library(ggplot2)
> library(GGally) 
> library(ggiraphExtra)
  • library(readxl) : Pustaka yang digunakan untuk memasukkan dan membaca file Excel (dalam bentuk .xlsx) di R.

  • library(knitr) : Pustaka yang digunakan untuk menghasilkan laporan dan dokumentasi dalam R Markdown serta membantu menyajikan hasil analisis dalam format yang lebih rapi dan terstruktur.

  • library(tidyverse) : Suatu kelompok pustaka dalam R yang menyediakan berbagai fungsi dan analisis data yang kuat. Kelompok pustaka ini mencakup pustaka seperti dplyr, ggplot2, dan tidyr untuk manipulasi dan visualisasi data.

  • library(dplyr) : Pustaka yang menyediakan beberapa fungsi yang sangat berguna untuk melakukan pemrosesan, transformasi, dan agresi data dengan mudah dan efisien.

  • library(psych) : Pustaka yang berfokus pada analsis statistik dan psikometri.

  • library(magrittr) : Pustaka yang menyediakan operasi pipa (%>%) untuk memanipulasi data dengan cara yang lebih mudah dibaca.

  • library(factoextra) : Pustaka yang digunakan untuk visualisasi hasil dari analisis faktor, analisis komponen utama, dan analisis cluster.

  • library(ggplot2) : Pustaka yang digunakan untuk membuat visualisasi data yang sangat fleksibel dan menarik dengan menggunakan Grammar od Graphics.

  • library(GGally) : Pustaka yang digunakan untuk memperluas kemampuan visualisasi data.

  • library(ggiraphExtra) : Pustaka yang digunakan untuk memperluas kemampuan visualisasi data.

2.2 Memanggil Data

> data_suicide <- read_excel("C:/Users/Silvia Intan/Documents/Suicide Rate.xlsx")
> data_suicide
# A tibble: 131 × 6
   Country             Life_Expectancy_Men Life_Expectancy_Women Happiness_Score
   <chr>                             <dbl>                 <dbl>           <dbl>
 1 Afghanistan                        60.6                  68.2            3.79
 2 Albania                            74.8                  81.3            4.96
 3 Algeria                            73.3                  78.9            5.60
 4 Andorra                            81.7                  84.8            6.96
 5 Angola                             58.1                  65.6            4.11
 6 Antigua and Barbuda                74.4                  78.9            6.10
 7 Argentina                          74.7                  80.4            6.36
 8 Armenia                            72.6                  79.4            4.85
 9 Australia                          80.5                  84.3            7.31
10 Austria                            81.2                  84.2            7.46
# ℹ 121 more rows
# ℹ 2 more variables: Fertility_Rate <dbl>, GDP_Per_Capita <dbl>

Memanggil data dalam bentuk .xlsx menggunakan fungsi read_excel yang disimpan dalam data_suicide. Dalam fungsi terdapat argumen yang menunjukkan letak data tersimpan di penyimpanan komputer.

data_suicide berisikan indikator sosial ekonomi dari negara-negara di dunia yang mempengaruhi suicide rate atau tingkat bunuh diri.

2.3 Inisialisasi Variabel

> data_suicide <- data.frame(data_suicide)
> rownames(data_suicide) = data_suicide$Country
> data_suicide
                                          Country Life_Expectancy_Men
Afghanistan                           Afghanistan                60.6
Albania                                   Albania                74.8
Algeria                                   Algeria                73.3
Andorra                                   Andorra                81.7
Angola                                     Angola                58.1
Antigua and Barbuda           Antigua and Barbuda                74.4
Argentina                               Argentina                74.7
Armenia                                   Armenia                72.6
Australia                               Australia                80.5
Austria                                   Austria                81.2
Azerbaijan                             Azerbaijan                70.7
Bahamas                                   Bahamas                71.6
Bahrain                                   Bahrain                75.7
Bangladesh                             Bangladesh                68.5
Barbados                                 Barbados                74.7
Belarus                                   Belarus                72.2
Belgium                                   Belgium                80.5
Belize                                     Belize                72.2
Benin                                       Benin                61.1
Bhutan                                     Bhutan                68.6
Bolivia                                   Bolivia                69.2
Bosnia and Herzegovina     Bosnia and Herzegovina                74.1
Botswana                                 Botswana                62.4
Brazil                                     Brazil                72.9
Brunei                                     Brunei                76.2
Bulgaria                                 Bulgaria                73.1
Burkina Faso                         Burkina Faso                59.5
Burundi                                   Burundi                61.8
Cambodia                                 Cambodia                66.2
Cameroon                                 Cameroon                61.1
Canada                                     Canada                80.8
Central African Republic Central African Republic                57.6
Chad                                         Chad                59.9
Chile                                       Chile                78.7
China                                       China                76.1
Colombia                                 Colombia                72.5
Comoros                                   Comoros                69.6
Costa Rica                             Costa Rica                79.1
Cote d'Ivoire                       Cote d'Ivoire                59.3
Croatia                                   Croatia                76.5
Cuba                                         Cuba                78.1
Cyprus                                     Cyprus                78.6
Czech Republic                     Czech Republic                76.9
Denmark                                   Denmark                78.9
Djibouti                                 Djibouti                65.7
Dominica                                 Dominica                74.5
Dominican Republic             Dominican Republic                73.9
Ecuador                                   Ecuador                76.5
Egypt                                       Egypt                73.3
El Salvador                           El Salvador                74.1
Equatorial Guinea               Equatorial Guinea                64.4
Eritrea                                   Eritrea                66.4
Estonia                                   Estonia                74.6
Ethiopia                                 Ethiopia                64.1
Fiji                                         Fiji                71.1
Finland                                   Finland                80.6
France                                     France                82.0
Gabon                                       Gabon                64.6
Gambia                                     Gambia                64.2
Georgia                                   Georgia                74.0
Germany                                   Germany                79.5
Ghana                                       Ghana                64.7
Greece                                     Greece                81.5
Grenada                                   Grenada                74.6
Guatemala                               Guatemala                73.1
Guinea                                     Guinea                63.2
Guinea-Bissau                       Guinea-Bissau                61.0
Guyana                                     Guyana                67.6
Haiti                                       Haiti                63.5
Honduras                                 Honduras                72.3
Hungary                                   Hungary                74.8
Iceland                                   Iceland                81.8
India                                       India                68.5
Indonesia                               Indonesia                70.3
Iran                                         Iran                74.9
Iraq                                         Iraq                72.3
Ireland                                   Ireland                81.1
Israel                                     Israel                82.5
Italy                                       Italy                82.7
Jamaica                                   Jamaica                74.1
Japan                                       Japan                84.0
Jordan                                     Jordan                74.6
Kazakhstan                             Kazakhstan                71.5
Kenya                                       Kenya                66.0
Kiribati                                 Kiribati                68.5
Kuwait                                     Kuwait                78.1
Kyrgyzstan Republic           Kyrgyzstan Republic                71.0
Laos                                         Laos                67.5
Latvia                                     Latvia                74.8
Lebanon                                   Lebanon                76.5
Lesotho                                   Lesotho                60.6
Liberia                                   Liberia                64.0
Libya                                       Libya                74.4
Lithuania                               Lithuania                74.3
Luxembourg                             Luxembourg                82.5
Madagascar                             Madagascar                67.5
Malawi                                     Malawi                64.1
Malaysia                                 Malaysia                74.4
Maldives                                 Maldives                74.4
Mali                                         Mali                60.5
Malta                                       Malta                82.0
Marshall Islands                 Marshall Islands                66.9
Mauritania                             Mauritania                66.8
Mauritius                               Mauritius                73.5
Mexico                                     Mexico                76.3
Moldova                                   Moldova                74.0
Mongolia                                 Mongolia                71.1
Montenegro                             Montenegro                76.4
Morocco                                   Morocco                74.4
Mozambique                             Mozambique                66.7
Myanmar                                   Myanmar                67.0
Namibia                                   Namibia                66.1
Nepal                                       Nepal                70.6
Netherlands                           Netherlands                82.0
New Zealand                           New Zealand                81.5
Nicaragua                               Nicaragua                73.6
Niger                                       Niger                62.7
Nigeria                                   Nigeria                52.9
Norway                                     Norway                82.2
Oman                                         Oman                76.4
Pakistan                                 Pakistan                66.5
Palau                                       Palau                74.4
Panama                                     Panama                78.2
Papua New Guinea                 Papua New Guinea                63.5
Paraguay                                 Paraguay                75.0
Peru                                         Peru                74.9
Philippines                           Philippines                72.0
Poland                                     Poland                77.1
Portugal                                 Portugal                82.0
United Kingdom                     United Kingdom                79.0
United States                       United States                76.1
                         Life_Expectancy_Women Happiness_Score Fertility_Rate
Afghanistan                               68.2           3.794            4.7
Albania                                   81.3           4.959            1.7
Algeria                                   78.9           5.605            2.9
Andorra                                   84.8           6.955            1.4
Angola                                    65.6           4.105            5.3
Antigua and Barbuda                       78.9           6.102            2.2
Argentina                                 80.4           6.365            2.3
Armenia                                   79.4           4.853            1.8
Australia                                 84.3           7.313            1.7
Austria                                   84.2           7.456            1.5
Azerbaijan                                75.8           5.129            2.1
Bahamas                                   75.2           6.591            2.1
Bahrain                                   78.8           6.498            2.1
Bangladesh                                75.7           4.527            2.2
Barbados                                  78.4           6.189            1.9
Belarus                                   77.0           5.892            1.5
Belgium                                   83.5           7.409            1.6
Belize                                    75.6           5.906            2.5
Benin                                     67.6           4.923            5.4
Bhutan                                    73.9           5.075            2.2
Bolivia                                   75.1           5.139            3.4
Bosnia and Herzegovina                    80.6           5.246            1.5
Botswana                                  69.9           4.517            3.1
Brazil                                    78.2           6.226            1.8
Brunei                                    78.7           6.298            1.6
Bulgaria                                  76.6           5.687            1.5
Burkina Faso                              66.9           4.944            5.5
Burundi                                   66.2           3.557            6.1
Cambodia                                  72.2           4.639            2.5
Cameroon                                  67.2           4.442            4.9
Canada                                    84.1           7.632            1.6
Central African Republic                  65.2           3.351            5.4
Chad                                      66.2           4.053            5.5
Chile                                     84.1           6.744            1.7
China                                     81.5           5.906            1.6
Colombia                                  78.3           5.805            1.9
Comoros                                   74.2           4.365            3.9
Costa Rica                                83.1           6.707            1.9
Cote d'Ivoire                             66.3           4.664            4.9
Croatia                                   81.5           5.872            1.4
Cuba                                      81.5           6.376            1.7
Cyprus                                    82.6           6.749            1.3
Czech Republic                            81.8           6.646            1.5
Denmark                                   82.7           7.596            1.7
Djibouti                                  71.3           4.526            3.7
Dominica                                  79.2           6.175            2.1
Dominican Republic                        78.8           5.972            2.2
Ecuador                                   81.5           5.958            2.1
Egypt                                     77.3           5.041            3.4
El Salvador                               78.4           5.788            2.2
Equatorial Guinea                         68.8           4.935            3.9
Eritrea                                   71.1           4.906            4.6
Estonia                                   81.6           6.899            1.6
Ethiopia                                  67.6           4.575            4.9
Fiji                                      76.5           5.532            2.3
Finland                                   84.6           7.769            1.8
France                                    86.2           6.657            1.9
Gabon                                     70.1           4.991            4.2
Gambia                                    68.3           4.421            4.4
Georgia                                   79.1           5.225            1.7
Germany                                   84.1           6.995            1.5
Ghana                                     69.2           4.687            4.0
Greece                                    85.7           6.456            1.3
Grenada                                   79.6           5.854            2.1
Guatemala                                 78.0           5.703            2.5
Guinea                                    67.5           4.064            5.5
Guinea-Bissau                             66.4           3.652            5.5
Guyana                                    72.9           4.654            2.5
Haiti                                     70.0           3.766            3.2
Honduras                                  77.6           5.821            2.5
Hungary                                   80.2           5.958            1.5
Iceland                                   84.8           7.594            1.9
India                                     70.7           4.527            2.4
Indonesia                                 74.3           5.135            2.2
Iran                                      78.8           4.707            1.8
Iraq                                      77.0           4.739            3.9
Ireland                                   84.2           6.977            1.9
Israel                                    84.6           7.488            2.5
Italy                                     87.0           6.442            1.3
Jamaica                                   78.2           5.897            2.3
Japan                                     89.5           6.444            1.4
Jordan                                    78.6           5.081            3.2
Kazakhstan                                77.3           5.766            2.3
Kenya                                     72.3           4.471            4.3
Kiribati                                  73.2           4.934            3.5
Kuwait                                    82.0           6.107            2.3
Kyrgyzstan Republic                       76.3           5.136            2.6
Laos                                      73.3           4.811            2.6
Latvia                                    81.3           6.646            1.4
Lebanon                                   80.8           5.466            1.7
Lesotho                                   66.7           3.971            3.4
Liberia                                   69.3           3.979            5.4
Libya                                     79.4           6.342            2.8
Lithuania                                 80.8           6.643            1.8
Luxembourg                                86.5           7.143            1.6
Madagascar                                73.5           4.525            4.1
Malawi                                    68.2           3.973            5.4
Malaysia                                  78.4           6.141            2.1
Maldives                                  78.2           5.248            2.3
Mali                                      66.5           4.354            6.2
Malta                                     85.5           6.441            1.3
Marshall Islands                          72.0           5.253            3.3
Mauritania                                71.9           4.532            4.8
Mauritius                                 78.8           5.974            1.7
Mexico                                    81.3           6.578            2.2
Moldova                                   79.5           5.936            1.5
Mongolia                                  76.8           5.225            1.9
Montenegro                                80.5           5.679            1.5
Morocco                                   79.4           5.253            2.3
Mozambique                                71.5           4.325            5.2
Myanmar                                   72.3           4.768            2.4
Namibia                                   72.1           4.931            2.9
Nepal                                     75.6           4.643            2.3
Netherlands                               85.0           7.488            1.7
New Zealand                               85.0           7.286            2.1
Nicaragua                                 78.3           5.562            2.3
Niger                                     68.3           4.348            7.6
Nigeria                                   55.6           3.357            5.7
Norway                                    86.1           7.594            1.8
Oman                                      81.0           6.306            2.5
Pakistan                                  72.0           5.194            3.3
Palau                                     80.1           5.995            2.5
Panama                                    82.8           6.701            2.2
Papua New Guinea                          67.7           4.739            3.9
Paraguay                                  81.2           5.841            2.4
Peru                                      81.3           6.139            2.2
Philippines                               77.1           5.199            2.8
Poland                                    82.9           6.442            1.3
Portugal                                  85.5           6.346            1.3
United Kingdom                            83.0           6.720            1.7
United States                             81.1           6.940            1.7
                         GDP_Per_Capita
Afghanistan                        1105
Albania                            4932
Algeria                            4534
Andorra                           46622
Angola                             2077
Antigua and Barbuda               14447
Argentina                         14647
Armenia                            3456
Australia                         59542
Austria                           61906
Azerbaijan                         6441
Bahamas                           22986
Bahrain                           34734
Bangladesh                         1573
Barbados                          21743
Belarus                            8749
Belgium                           45532
Belize                             4246
Benin                              1578
Bhutan                             3906
Bolivia                            3005
Bosnia and Herzegovina             5632
Botswana                           8779
Brazil                             9581
Brunei                            78467
Bulgaria                           7386
Burkina Faso                       1302
Burundi                             463
Cambodia                           1387
Cameroon                           2038
Canada                            54087
Central African Republic            751
Chad                               1053
Chile                             19266
China                             10097
Colombia                           6486
Comoros                            1107
Costa Rica                        10918
Cote d'Ivoire                      2315
Croatia                           13931
Cuba                               7623
Cyprus                            30902
Czech Republic                    22982
Denmark                           60069
Djibouti                           1599
Dominica                           9719
Dominican Republic                10743
Ecuador                            6755
Egypt                              5311
El Salvador                        5012
Equatorial Guinea                 16758
Eritrea                             556
Estonia                           21179
Ethiopia                            793
Fiji                               4638
Finland                           43966
France                            43828
Gabon                              9829
Gambia                             1064
Georgia                            4361
Germany                           50746
Ghana                              2045
Greece                            24362
Grenada                            8917
Guatemala                          4543
Guinea                              976
Guinea-Bissau                       675
Guyana                             3936
Haiti                               879
Honduras                           2939
Hungary                           15421
Iceland                           73181
India                              2190
Indonesia                          4541
Iran                               5716
Iraq                               4119
Ireland                           75638
Israel                            41260
Italy                             33362
Jamaica                            5399
Japan                             41672
Jordan                             5907
Kazakhstan                        11420
Kenya                              1631
Kiribati                           3623
Kuwait                            70976
Kyrgyzstan Republic                3421
Laos                               2398
Latvia                            19945
Lebanon                            6620
Lesotho                            2303
Liberia                             647
Libya                              6971
Lithuania                         21140
Luxembourg                       118287
Madagascar                         1266
Malawi                              806
Malaysia                          10906
Maldives                           8828
Mali                               1078
Malta                             29097
Marshall Islands                   4970
Mauritania                         1757
Mauritius                         13931
Mexico                             9481
Moldova                            2547
Mongolia                           4927
Montenegro                         7658
Morocco                            4067
Mozambique                         1065
Myanmar                            1495
Namibia                            5647
Nepal                              1184
Netherlands                       53582
New Zealand                       43144
Nicaragua                          2942
Niger                               947
Nigeria                            2009
Norway                            75588
Oman                              19695
Pakistan                           1626
Palau                             14947
Panama                            11978
Papua New Guinea                   2939
Paraguay                           4527
Peru                               6927
Philippines                        3150
Poland                            18746
Portugal                          24027
United Kingdom                    39720
United States                     65112
  • Membuat salinan data asli untuk diubah menjadi bentuk description dengan menggunakan fungsi data.frame yang diberi nama data_suicide.

  • Memberi nama-nama baris pada data frame dengan fungsi rownames agar sesuai dengan nama dari kolom Country pada data asli.

  • Mencetak data frame dengan nama data_suicide.

2.4 Analisis Cluster

2.4.1 Statistika Deskriptif

> statdesk <- summary(data_suicide)
> statdesk

Menghitung statistika deskriptif dengan fungsi summary yang disimpan dalam statdesk. Hasil dari perintah tersebut menunjukkan rangkuman ukuran pemusatan dan persebaran data pada masing-masing variabel.

2.4.2 Uji Asumsi

2.4.2.1 Uji Asumsi Sampel Representatif

> KMO <- KMO(data_suicide[,2:6])
> KMO

Melakukan uji asumsi sampel representatif menggunakan fungsi KMO dengan argumen di dalamnya adalah data [,2:6] yang disimpan dengan nama KMO. Argumen dalam data [,2:6] menunjukkan data yang dianalisis adalah data pada kolom kedua hingga kolom keenam pada data frame data_suicide. Berarti data yang dianalisis adalah data Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, Fertility Rate, dan GDP Per Capita.

2.4.2.2 Uji Non-Multikolinearitas

> CekVIF <- function(data) {
+   corr = as.matrix(cor(data))
+   VIF = diag(solve(corr))
+   
+   return(VIF)
+ }
> 
> CekVIF(data_suicide[2:6])

Fungsi yang berisikan:

  1. Menghitung korelasi antara variabel-variabel dalam data dan disimpan dalam matriks corr.

  2. Menghitung VIF dengan memecahkan matriks korelasi corr menjadi faktor-faktor eigen dan mengambil nilai diagonal dari inversnya.

  3. Menghitung VIF dari variabel ke-2 hingga ke-6 pada data_suicide.

Cek Nilai VIF Setelah Dikeluarkan Salah Satu Variabel

> CekVIF(data_suicide[3:6])

Nilai VIF variabel lain, ketika variabel Life Expectancy Men dikeluarkan.

> CekVIF(data_suicide[,c(2,4,5,6)])

Nilai variabel lain, ketika variabel Life Expectancy Women dikeluarkan.

Data Baru yang Telah Dibersihkan

> data_suicide_new <- data_suicide[,3:6]
> data_suicide_new

Menghasilkan data baru dari data_suicide tanpa variabel Life Expectancy Men.

2.4.3 Penerapan Metode K-Means Clustering

2.4.3.1 Standarisasi Data

> data_suicide_stand <- scale(data_suicide_new)
> data_suicide_stand %>% kable(caption = "Hasil Standarisasi Data Indikator Sosial Ekonomi Terhadap *Suicide Rate* di Negara-Negara di Dunia Tahun 2022")

Melakukan standarisasi menggunakan fungsi scale dengan argumen yang berisi data baru yang telah dibersihkan sebelumnya.Untuk menampilkan data ke bentuk data frame dapat menggunakan operator pipa %>%.

2.4.3.2 Penentuan Jumlah Cluster

2.4.3.2.1 Metode Elbow
> fviz_nbclust(data_suicide_stand, kmeans, method = 'wss')

Fungsi untuk menentukan jumlah cluster optimum menggunakan metode Within-Cluster Sum of Squares (WSS).

2.4.3.2.2 Metode Silhoutte
> fviz_nbclust(data_suicide_stand, kmeans, method = 'silhouette' )

Fungsi untuk menentukan jumlah cluster optimum menggunakan metode Silhouette.

2.4.3.3 Hasil Pembagian Cluster

> set.seed(131)
> suicide_rate_kmeans <- kmeans(x = data_suicide_stand, centers = 3)
> suicide_rate_kmeans

Mencetak hasil dari analisis cluster berdasarkan data yang telah distandarisasi yaitu data_suicide_stand dan membagi data ke dalam 3 cluster.

> aggregate(data_suicide_stand, by = list(cluster=suicide_rate_kmeans$cluster), mean)

Fungsi aggregate digunakan untuk menghitung statistik ringkasan, seperti mean atau rata-rata berasarkan kelompok tertentu dalam data.

> table(suicide_rate_kmeans$cluster)

Fungsi untuk menghasilkan tabel distribusi frekuensi yang menunjukkan berapa banyak pengamatan yang termasuk dalam masing-masing cluster.

> suicide_rate_kmeans$cluster

Fungsi untuk hanya menampilkan kolom cluster dalam suicide_rate_kmeans. Kolom ini berisi nomor cluster dari masing-masing negara.

2.4.3.4 Plot

> fviz_cluster(object = suicide_rate_kmeans, data = data_suicide_stand)
  • Fungsi fviz_cluster digunakan untuk membuat visualisasi cluster menggunakan output dari analisis cluster.

  • Parameter object = suicide_rate_kmeans mengacu pada objek suicide_rate_kmeans yang menyimpan informasi terkait cluster yang telah terbentuk, seperti pusat dan anggota-anggota cluster.

  • Parameter data = data_suicide_stand merujuk pada data yang digunakan untuk melakukan analisis cluster yaitu data yang telah distandarisasi (data tanpa variabel Life Expectancy for Men). Parameter ini digunakan untuk menampilkan data asli dan cluster pada grafik yang dihasilkan.

> fviz_cluster(suicide_rate_kmeans, data = data_suicide_stand,
+              palette = c("#2E9FDF", "#00AFBB", "#E7B800"),
+              ellipse.type = "euclid", 
+              ellipsestar.plot = TRUE, 
+              repel = TRUE, 
+              ggtheme = theme_minimal())
  • Parameter palette untuk mengatur palet warna yang akan digunakan dalam visualisasi cluster.

  • ellipse.type = "euclid untuk mengatur jenis elips berdasarkan matriks Euclidean distance yang akan digunakan dalam visualisasi cluster.

  • ellipsestar.plot = TRUE mengindikasikan apakah pengguna ingin menambahkan bintang pada pusat cluster. Bintang merupakan titik yang menunjukkan lokasi cluster.

  • repel = TRUE untuk mengatur apakah label cluster harus dihindari tumpang tindih satu sama lain agar lebih mudah dibaca.

2.4.3.5 Profiling

> data_suicide$Cluster <- suicide_rate_kmeans$cluster
> ggRadar(
+   data = data_suicide,
+   mapping = aes(colours = Cluster),
+   interactive = T
+ )
  • Fungsi ggRadar digunakan untuk membuat grafik radar (spider plot) dengan menggunakan pustaka ggradar di pemrograman R.

  • Parameter data = data_suicide mengacu pada data frame yang akan digunakan untuk membuat grafik radar yakni data asli atau data dengan variabel Life Expectancy for Men.

  • Parameter mapping untuk mengaitkan variabel cluster dengan warna, berarti elemen-elemen dalam grafik radar akan diwarnai berdasarkan nilai dalam variabel cluster.

  • Parameter interactive = T untuk menentukan apakah grafik radar akan menjadi interaktif atau tidak.

> data_profil <- data_suicide %>%
+   select(-Country) %>% 
+   group_by(Cluster) %>% 
+   summarise_all(mean)
> 
> round(data_profil, 3)

Membuatdata_profil yang berisikan:

  • Memasukkan objek data_suicide ke dalam fungsi-fungsi berikutnya menggunakan operator pipa %>%.

  • select(-Country) untuk memilih semua kolom kecuali kolom Country.

  • group_by(Cluster) untuk mengelompokkan data berdasarkan kolom Cluster.

  • Fungsi summarise_all(mean) untuk menghitung nilai rata-rata dari setiap variabel numerik dalam setiap cluster.

Fungsi round(data_profil, 3) untuk membulatkan nilai-nilai dalam data frame hasil perhitungan menjadi tiga desimal.

3 Hasil dan Pembahasan

3.1 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk memberikan gambaran umum dan menyajikan data Indikator Sosial Ekonomi pada peubah Life Expectancy for Men \(X_1\), Life Expectancy for Women \(X_2\), Happiness Score \(X_3\), Fertility Rate \(X_4\), dan GDP Per Capita \(X_5\). Informasi tersebut disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 2: Ringkasan Umum Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate

Life Expectancy for Men Life Expectancy for Women Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
Nilai Minimum 52.90 55.60 3.351 1.30 463
Nilai Maksimum 84.00 89.50 7.769 7.60 118287
Rata-Rata 72.11 77.00 5.605 2.74 15959
  • Negara di dunia yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 131 negara dan setiap negara mempunyai Life Expectancy for Men atau tingkat harapan hidup laki-laki. Negara yang memiliki Life Expectancy for Men terendah adalah Nigeria yaitu sebesar 52,9 tahun, sedangkan negara yang memiliki Life Expectancy for Men tertinggi adalah Japan yakni sebesar 84 tahun. Rata-rata nilai Life Expectancy for Men di dunia adalah 72.11 tahun.

  • Negara di dunia yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 131 negara dan setiap negara mempunyai Life Expectancy for Women atau tingkat harapan hidup perempuan. Negara yang memiliki Life Expectancy for Women terendah adalah Nigeria yaitu sebesar 55.6 tahun, sedangkan negara yang memiliki Life Expectancy for Men tertinggi adalah Japan yakni sebesar 89.5 tahun. Rata-rata nilai Life Expectancy for Women di dunia adalah 77 tahun.

  • Negara di dunia yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 131 negara dan setiap negara mempunyai Happiness Score atau tingkat kebahagiaan. Dalam penelitian ini tingkat kebahagiaan penduduk di setiap negara juga mewakili Life Satisfaction Score atau tingkat kepuasan dalam hidup penduduk suatu negara. Negara yang memiliki Happiness Score terendah adalah Central African Republic dengan nilai sebesar 3.351, sedangkan negara yang memiliki Happiness Score tertinggi adalah Finland dengan nilai sebesar 7.769. Rata-rata nilai Happiness Score di dunia adalah 5.605.

  • Negara di dunia yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 131 negara dan setiap negara mempunyai Fertility Rate atau total rata-rata kesuburan untuk perempuan. Negara yang memiliki Fertility Rate paling rendah adalah Cyprus yaitu sebesar 1.3 atau 1 kelahiran setiap perempuan, sedangkan negara yang memiliki Fertility Rate paling tinggi adalah Niger yakni sebesar 7.6 atau 8 kelahiran setiap perempuan. Rata-rata nilai Fertility Rate di dunia adalah 2.74 atau 3 kelahiran setiap perempuan.

  • Apabila Fertility Rate berada di bawah angka 2.1, maka jumlah penduduk pada suatu negara akan mengalami penurunan. Sementara itu, apabila Fertility Rate berada di atas 2.1, maka jumlah penduduk pada suatu negara akan mengalami pertumbuhan.

  • Negara di dunia yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 131 negara dan setiap negara mempunyai GDP (Gross Domestic Product) Per Capita. GDP Per Capita merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kondisi perekonomian suatu negara. Negara yang memiliki GDP Per Capita terendah adalah Burundi yaitu sebesar 463, sedangkan negara yang memiliki GDP Per Capita tertinggi adalah Luxembourg yakni sebesar 118287. Rata-rata nilai GDP Per Capita di dunia adalah 15959.

3.2 Uji Asumsi Analisis Cluster

3.2.1 Uji Asumsi Sampel Representatif

Uji asumsi pertama adalah uji sampel representatif menggunakan uji Kaiser-Mayen-Olkin (KMO) yang dilakukan untuk menguji apakah sampel telah representatif atau mewakili populasi. Berikut disajikan tabel hasil uji KMO.

Tabel 3: Hasil Uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) untuk Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate

Life Expectancy for Men Life Expectancy for Women Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
0.76 0.76 0.92 0.96 0.84

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh beberapa informasi berikut.

  • Nilai uji KMO pada jumlah tahun dari Life Expectancy for Men dan Life Expectancy for Women di dunia memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 0.76.

  • Nilai uji KMO pada Happiness Score di dunia adalah sebesar 0.92.

  • Nilai uji KMO pada Fertility Rate di dunia adalah sebesar 0.96.

  • Nilai uji KMO pada GDP Per Capita di dunia adalah sebesar 0.84.

Uji KMO pada masing-masing variabel tersebut memiliki nilai lebih dari 0.5 dan kurang dari 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel telah representatif atau mewakili populasi.

3.2.2 Uji Non-Multikolinearitas

Uji asumsi analisis cluster yang kedua adalah uji asumsi non-multikolinearitas yang dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel. Nilai VIF tersebut akan disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4: Nilai VIF untuk Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate

Life Expectancy for Men Life Expectancy for Women Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
43.619337 41.191360 6.199145 3.804561 2.467241

Berdasarkan informasi dalam tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai VIF pada variabel Life Expectancy for Men dan Life Expectancy for Women lebih dari 10. Sehingga terdapat multikolinearitas antara Life Expectancy for Men dan Life Expectancy for Women. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menghilangkan variabel yang memiliki masalah multikolinearitas. Oleh karena itu, akan dicek nilai multikolinearitas variabel ketika salah satu kedua variabel tersebut dihilangkan.

Tabel 5: Nilai VIF Setelah Mengeluarkan Variabel Life Expectancy for Men

Life Expectancy for Women Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
6.988083 6.025808 3.799259 2.321027

Tabel 6: Nilai VIF Setelah Mengeluarkan Variabel Life Expectancy for Women

Life Expectancy for Men Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
7.399987 6.165925 3.626215 2.370951

Dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas ketika salah satu variabel dihilangkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai VIF yang kurang dari 10. Oleh karena itu, dapat digunakan model tanpa variabel Life Expectancy for Men atau Life Expectancy for Women, namun untuk penelitian ini saya memilih untuk menggunakan model tanpa variabel Life Expectancy for Men.

Menurut saya, model tanpa variabel Life Expectancy for Men lebih tepat karena seperti yang telah disebutkan tadi bahwa indikator sosial ekonomi pada penelitian ini memiliki variabel lain yang berkaitan dengan perempuan yaitu variabel Fertility Rate. Sehingga hasil uji nanti dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat.

3.3 Standarisasi Data

Hal pertama yang dilakukan sebelum melakukan clustering adalah standarisasi data. Apabila satuan data sama maka tidak perlu melakukan standarisasi, namun jika satuan berbeda maka standarisasi harus dilakukan, agar mempersempit dan menyamakan satuan peubah yang berbeda-beda.

Karena dalam penelitian ini satuan peubah ada yang berbeda, maka harus dilakukan standarisasi. Standarisasi pada penelitian ini hanya menggunakan 4 variabel sesuai dengan hasil keputusan pada uji multikolinearitas sebelumnya.

Berikut adalah hasil data Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate di Negara-Negara di Dunia Tahun 2022 yang sudah di standarisasi.

Hasil Standarisasi Data Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate di Negara-Negara di Dunia Tahun 2022
Life_Expectancy_Women Happiness_Score Fertility_Rate GDP_Per_Capita
Afghanistan -1.4056111 -1.6928596 1.4284546 -0.6886819
Albania 0.6873773 -0.6036470 -0.7584666 -0.5112480
Algeria 0.3039291 0.0003283 0.1163019 -0.5297007
Andorra 1.2465727 1.2625059 -0.9771587 1.4216549
Angola -1.8210133 -1.4020912 1.8658388 -0.6436164
Antigua and Barbuda 0.3039291 0.4649966 -0.3939797 -0.0700973
Argentina 0.5435843 0.7108875 -0.3210823 -0.0608246
Armenia 0.3838141 -0.7027514 -0.6855692 -0.5796808
Australia 1.1666877 1.5972167 -0.7584666 2.0206740
Austria 1.1507107 1.7309140 -0.9042613 2.1302778
Azerbaijan -0.1913582 -0.4447062 -0.4668771 -0.4412851
Bahamas -0.2872203 0.9221854 -0.4668771 0.3258024
Bahrain 0.2879521 0.8352354 -0.4668771 0.8704832
Bangladesh -0.2073353 -1.0075439 -0.3939797 -0.6669837
Barbados 0.2240440 0.5463370 -0.6126718 0.2681723
Belarus 0.0003659 0.2686579 -0.9042613 -0.3342777
Belgium 1.0388716 1.6869715 -0.8313639 1.3711185
Belize -0.2233123 0.2817472 -0.1752876 -0.5430535
Benin -1.5014731 -0.6373051 1.9387362 -0.6667518
Bhutan -0.4949214 -0.4951933 -0.3939797 -0.5588171
Bolivia -0.3031973 -0.4353567 0.4807888 -0.6005908
Bosnia and Herzegovina 0.5755383 -0.3353174 -0.9042613 -0.4787934
Botswana -1.1340019 -1.0168933 0.2620967 -0.3328868
Brazil 0.1920900 0.5809300 -0.6855692 -0.2957031
Brunei 0.2719751 0.6482461 -0.8313639 2.8981071
Bulgaria -0.0635422 0.0769939 -0.9042613 -0.3974714
Burkina Faso -1.6133122 -0.6176712 2.0116336 -0.6795482
Burundi -1.7251513 -1.9144418 2.4490178 -0.7184474
Cambodia -0.7665306 -0.9028299 -0.1752876 -0.6756073
Cameroon -1.5653812 -1.0870143 1.5742494 -0.6454245
Canada 1.1347336 1.8954646 -0.8313639 1.7677600
Central African Republic -1.8849214 -2.1070408 1.9387362 -0.7050946
Chad -1.7251513 -1.4507085 2.0116336 -0.6910928
Chile 1.1347336 1.0652322 -0.7584666 0.1533294
China 0.7193314 0.2817472 -0.8313639 -0.2717794
Colombia 0.2080670 0.1873176 -0.6126718 -0.4391988
Comoros -0.4469904 -1.1590052 0.8452756 -0.6885891
Costa Rica 0.9749635 1.0306392 -0.6126718 -0.2337148
Cote d’Ivoire -1.7091743 -0.8794562 1.5742494 -0.6325818
Croatia 0.7193314 0.2499590 -0.9771587 -0.0940210
Cuba 0.7193314 0.7211719 -0.7584666 -0.3864832
Cyprus 0.8950785 1.0699069 -1.0500560 0.6928174
Czech Republic 0.7672624 0.9736075 -0.9042613 0.3256169
Denmark 0.9110555 1.8618065 -0.7584666 2.0451076
Djibouti -0.9103237 -1.0084788 0.6994809 -0.6657782
Dominica 0.3518601 0.5332477 -0.4668771 -0.2893049
Dominican Republic 0.2879521 0.3434536 -0.3939797 -0.2418285
Ecuador 0.7193314 0.3303644 -0.4668771 -0.4267269
Egypt 0.0482969 -0.5269814 0.4807888 -0.4936761
El Salvador 0.2240440 0.1714235 -0.3939797 -0.5075389
Equatorial Guinea -1.3097490 -0.6260858 0.8452756 0.0370492
Eritrea -0.9422777 -0.6531992 1.3555572 -0.7141355
Estonia 0.7353084 1.2101489 -0.8313639 0.2420231
Ethiopia -1.5014731 -0.9626665 1.5742494 -0.7031474
Fiji -0.0795192 -0.0679228 -0.3210823 -0.5248789
Finland 1.2146187 2.0235522 -0.6855692 1.2985129
France 1.4702509 0.9838919 -0.6126718 1.2921147
Gabon -1.1020479 -0.5737288 1.0639678 -0.2842049
Gambia -1.3896340 -1.1066482 1.2097625 -0.6905828
Georgia 0.3358831 -0.3549513 -0.7584666 -0.5377217
Germany 1.1347336 1.2999037 -0.9042613 1.6128588
Ghana -1.2458410 -0.8579525 0.9181730 -0.6451000
Greece 1.3903658 0.7959677 -1.0500560 0.3895988
Grenada 0.4157682 0.2331299 -0.4668771 -0.3264886
Guatemala 0.1601360 0.0919530 -0.1752876 -0.5292835
Guinea -1.5174501 -1.4404240 2.0116336 -0.6946628
Guinea-Bissau -1.6931973 -1.8256219 2.0116336 -0.7086183
Guyana -0.6546916 -0.8888057 -0.1752876 -0.5574262
Haiti -1.1180249 -1.7190381 0.3349940 -0.6991601
Honduras 0.0962280 0.2022767 -0.1752876 -0.6036508
Hungary 0.5116302 0.3303644 -0.9042613 -0.0249391
Iceland 1.2465727 1.8599366 -0.6126718 2.6530285
India -1.0061858 -1.0075439 -0.2481849 -0.6383773
Indonesia -0.4310134 -0.4390965 -0.3939797 -0.5293762
Iran 0.2879521 -0.8392535 -0.6855692 -0.4748988
Iraq 0.0003659 -0.8093352 0.8452756 -0.5489417
Ireland 1.1507107 1.2830747 -0.6126718 2.7669442
Israel 1.2146187 1.7608323 -0.1752876 1.1730527
Italy 1.5980670 0.7828784 -1.0500560 0.8068722
Jamaica 0.1920900 0.2733326 -0.3210823 -0.4895961
Japan 1.9974922 0.7847483 -0.9771587 1.1921546
Jordan 0.2559981 -0.4895836 0.3349940 -0.4660434
Kazakhstan 0.0482969 0.1508547 -0.3210823 -0.2104403
Kenya -0.7505536 -1.0599009 1.1368651 -0.6642946
Kiribati -0.6067605 -0.6270207 0.5536861 -0.5719381
Kuwait 0.7992164 0.4696714 -0.3210823 2.5507966
Kyrgyzstan Republic -0.1114732 -0.4381615 -0.1023902 -0.5813035
Laos -0.5907835 -0.7420191 -0.1023902 -0.6287336
Latvia 0.6873773 0.9736075 -0.9771587 0.1848103
Lebanon 0.6074923 -0.1296292 -0.7584666 -0.4329860
Lesotho -1.6452662 -1.5273741 0.4807888 -0.6331382
Liberia -1.2298639 -1.5198945 1.9387362 -0.7099165
Libya 0.3838141 0.6893838 0.0434045 -0.4167124
Lithuania 0.6074923 0.9708026 -0.6855692 0.2402150
Luxembourg 1.5181819 1.4382758 -0.8313639 4.7443098
Madagascar -0.5588295 -1.0094138 0.9910704 -0.6812173
Malawi -1.4056111 -1.5255042 1.9387362 -0.7025446
Malaysia 0.2240440 0.5014596 -0.4668771 -0.2342712
Maldives 0.1920900 -0.3334475 -0.3210823 -0.3306150
Mali -1.6772202 -1.1692896 2.5219152 -0.6899337
Malta 1.3584118 0.7819435 -1.0500560 0.6091310
Marshall Islands -0.7984847 -0.3287728 0.4078914 -0.5094862
Mauritania -0.8144617 -1.0028691 1.5013520 -0.6584527
Mauritius 0.2879521 0.3453235 -0.7584666 -0.0940210
Mexico 0.6873773 0.9100311 -0.3939797 -0.3003395
Moldova 0.3997912 0.3097955 -0.9042613 -0.6218254
Mongolia -0.0315881 -0.3549513 -0.6126718 -0.5114798
Montenegro 0.5595613 0.0695143 -0.9042613 -0.3848605
Morocco 0.3838141 -0.3287728 -0.3210823 -0.5513526
Mozambique -0.8783697 -1.1964030 1.7929415 -0.6905364
Myanmar -0.7505536 -0.7822218 -0.2481849 -0.6706000
Namibia -0.7825076 -0.6298255 0.1163019 -0.4780979
Nepal -0.2233123 -0.8990901 -0.3210823 -0.6850191
Netherlands 1.2785267 1.7608323 -0.7584666 1.7443463
New Zealand 1.2785267 1.5719731 -0.4668771 1.2604019
Nicaragua 0.2080670 -0.0398744 -0.3210823 -0.6035117
Niger -1.3896340 -1.1748993 3.5424784 -0.6960073
Nigeria -3.4187144 -2.1014311 2.1574283 -0.6467691
Norway 1.4542739 1.8599366 -0.6855692 2.7646260
Oman 0.6394463 0.6557257 -0.1752876 0.1732194
Pakistan -0.7984847 -0.3839347 0.4078914 -0.6645264
Palau 0.4956532 0.3649574 -0.1752876 -0.0469155
Panama 0.9270325 1.0250295 -0.3939797 -0.1845693
Papua New Guinea -1.4854961 -0.8093352 0.8452756 -0.6036508
Paraguay 0.6714003 0.2209756 -0.2481849 -0.5300253
Peru 0.6873773 0.4995897 -0.3939797 -0.4187524
Philippines 0.0163429 -0.3792599 0.0434045 -0.5938681
Poland 0.9430095 0.7828784 -1.0500560 0.1292202
Portugal 1.3584118 0.6931236 -1.0500560 0.3740670
United Kingdom 0.9589865 1.0427935 -0.7584666 1.1016526
United States 0.6554233 1.2484817 -0.7584666 2.2789198

3.4 Penentuan Jumlah Cluster

3.4.1 Metode Elbow

Berdasarkan grafik di atas, dengan menggunakan Metode Elbow dapat diketahui bahwa posisi grafik curam dari titik pertama, setelah itu pergerakannya mulai landai. Pergerakan grafik yang mulai landai adalah pada titik ke 3-4. Sehingga jumlah cluster optimum yang disarankan berdasarkan metode ini adalah 3.

3.4.2 Metode Silhoutte

Cara melihat nilai optimum pada Metode Silhoutte adalah dengan melihat titik tertinggi pada garis atau titik yang dituju oleh garis putus-putus secara vertikal. Berdasarkan grafik di atas, garis putus-putus terletak pada k = 3. Sehingga Sehingga jumlah cluster optimum yang disarankan berdasarkan metode ini adalah 3.

Hasil dari perhitungan menggunakan Metode Elbow dan Metode Silhoutte menghasilkan jumlah cluster optimum yang sama, yaitu sebanyak 3 cluster.

3.5 Analisis Cluster dengan Metode K-Means

Berdasarkan clustering yang telah dilakukan menggunakan metode K-Means Clustering pada RStudio, dihasilkan 3 cluster. Berikut beberapa informasi yang diperoleh.

  • Cluster 1 beranggotakan 35 negara.
  • Cluster 2 beranggotakan 27 negara.
  • Cluster 3 beranggotakan 69 negara.

Tabel 7: Anggota Cluster

Cluster Negara
1 Afghanistan, Angola, Benin, Botswana, Burkina Faso, Burundi, Cameroon, Central African Republic, Chad, Comoros, Cote d’Ivoire, Djibouti, Equatorial Guinea, Eritrea, Ethiopia, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Haiti, Iraq, Kenya, Kiribati, Lesotho, Liberia, Madagascar, Malawi, Mali, Mauritania, Mozambique, Niger, Nigeria, Pakistan, Papua New Guinea
2 Andorra, Australia, Austria, Bahrain, Belgium, Brunei, Canada, Cyprus, Denmark, Finland, France, Germany, Greece, Iceland, Ireland, Israel, Italy, Japan, Kuwait, Luxembourg, Malta, Netherlands, New Zealand, Norway, Portugal, United Kingdom, United States
3 Albania, Algeria, Antigua and Barbuda, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahamas, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belize, Bhutan, Bolivia, Bosnia and Herzegovina, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Chile, China, Colombia, Costa Rica, Croatia, Cuba, Czech Republic, Dominica, Dominican Republic, Ecuador, Egypt, El Salvador, Estonia, Fiji, Georgia, Grenada, Guatemala, Guyana, Honduras, Hungary, India, Indonesia, Iran, Jamaica, Jordan, Kazakhstan, Kyrgyzstan Republic, Laos, Latvia, Lebanon, Libya, Lithuania, Malaysia, Maldives, Marshall Island, Mauritius, Mexico, Moldova, Mongolia, Montenegro, Morocco, Myanmar, Namibia, Nepal, Nicaragua, Oman, Palau, Panama, Paraguay, Peru, Philippines, Poland

3.6 Plot

Selain disajikan dalam bentuk tabel, pembagian cluster tersebut juga dapat disajikan dalam bentuk plot sebagai berikut.

Berdasarkan plot di atas, diperoleh informasi sebagai berikut.

  • Terbentuk 3 cluster yang beranggotakan 131 negara, dimana Cluster 1 ditandai dengan warna merah, Cluster 2 ditandai dengan warna hijau, dan Cluster 3 ditandai dengan warna biru. Cluster 3 beranggotakan paling banyak negara jika dibandingkan dengan cluster lainnya.

  • Titik-titik negara yang berdekatan menandakan bahwa negara-negara tersebut memiliki karakteristik Life Expectancy for Women, Happiness Score, Fertility Rate, dan GDP Per Capita yang hampir sama.

  • Negara Luxembourg pada Cluster 2 terletak berjauhan dari anggota cluster nya karena negara ini memiliki range nilai rata-rata indikator sosial dan ekonomi yang sangat tinggi dengan negara lainnya.

  • Sama seperti plot sebelumnya, plot di atas membagi negara menjadi 3 cluster, dimana Cluster 1 ditandai dengan warna biru tua, Cluster 2 ditandai dengan warna biru muda, dan Cluster 3 ditandai dengan warna coklat muda. Cluster 3 juga memiliki anggota terbanyak dibandingkan cluster lainnya.

  • Titik-titik negara pada plot ini juga menunjukkan hubungan kesamaan karakteristik antar negara berdasarkan Life Expectancy for Women, Happiness Score, Fertility Rate, dan GDP Per Capita.

Yang membedakan kedua plot di atas adalah dari segi visual nya, plot pertama memiliki penempatan nama negara yang tumpang tindih sehingga sulit untuk melihat jumlah dan nama negara anggota cluster tersebut. Sedangkan plot kedua menempatkan nama negara cukup teratur pada lingkaran cluster. Selain itu, didukung dengan adanya garis yang menghubungkan nama negara dengan cluster sehingga informasi yang terkandung di dalam plot bisa dilihat dengan cukup mudah.

3.7 Interpretasi dan Profiling

Setelah menentukan jumlah cluster dan anggota cluster yang terbentuk, selanjutnya adalah memberikan ciri spesifik untuk menggambarkan isi cluster tersebut. Setiap cluster memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan indikator sosial ekonomi yang memengaruhi Suicide Rate di setiap negara di dunia. Karakteristik indikator tersebut dapat dilihat melalui summarise data dari masing-masing cluster. Summarise data setiap variabel pada masing-masing cluster disajikan pada tabel berikut.

Tabel 8: Summarise Data Indikator Sosial Ekonomi Terhadap Suicide Rate

Cluster Life Expectancy for Men Life Expectancy for Women Happiness Score Fertility Rate GDP Per Capita
1 63.297 68.786 4.362 4.723 2387.371
2 80.563 84.226 6.992 1.685 52570.704
3 73.264 78.335 5.692 2.148 8516.652
  • Cluster 1 : Memiliki nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, dan GDP Per Capita yang rendah dan merupakan paling rendah diantara 3 cluster. Sedangkan, untuk rata-rata Fertility Rate, cluster 1 memiliki nilai yang tinggi dan merupakan paling tinggi di antara 3 cluster.

  • Cluster 2 : Memiliki nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, dan GDP Per Capita yang tinggi dan termasuk tertinggi dibandingkan cluster lain. Sedangkan, untuk rata-rata Fertility Rate, cluster 2 memiliki nilai yang rendah dan merupakan paling rendah dibandingkan dengan cluster lainnya.

  • Cluster 3 : Memiliki nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, Fertility Rate, dan GDP Per Capita yang cukup tinggi. Nilai Fertility Rate tergolong tinggi karena apabila Fertility Rate lebih dari 2.1, berarti jumlah penduduk suatu negara akan mengalami pertumbuhan.

Selain dengan menggunakan summarise data, karakteristik dari tiap cluster juga dapat dilihat melalui visualisasi data berikut.

Berdasarkan spider plot di atas, diperoleh informasi sebagai berikut.

  • Cluster 1 memiliki negara dengan nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, dan GDP Per Capita terendah dibandingkan cluster lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara-negara di Cluster 1 memiliki indikator sosial yang tidak cukup baik dan indikator perekonomian yang rendah. Namun, negara di Cluster 1 memiliki nilai rata-rata kesuburan yang tinggi.

  • Cluster 2 memiliki negara dengan nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, dan GDP Per Capita tertinggi dibandingkan cluster lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara-negara di Cluster 2 memiliki indikator sosial yang cukup baik dan indikator perekonomian yang maju. Namun, negara di Cluster 2 memiliki nilai rata-rata kesuburan yang rendah.

  • Cluster 3 memiliki negara dengan nilai rata-rata Life Expectancy for Men, Life Expectancy for Women, Happiness Score, Fertility Score dan GDP Per Capita yang cukup tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara-negara di Cluster 3 memiliki indikator sosial yang cukup baik dan indikator perekonomian menengah.

4 Penutup

4.1 Kesimpulan

  1. Berdasarkan analisis cluster dengan metode K-Means yang telah dilakukan di atas, negara-negara di dunia dikelompokkan menjadi tiga cluster berdasarkan indikator sosial ekonomi yang mempengaruhi Suicide Rate. Indikator sosial terdiri dari variabel Life Expectancy for Women, Happiness Score, dan Fertility Rate. Sedangkan indikator perekomian adalah variabel GDP Per Capita.

  2. Secara keseluruhan karakteristik pengelompokkan cenderung memiliki kesamaan yaitu:
  • Pada cluster 1 beranggotakan negara dengan indikator sosial dan indikator perekonomian yang rendah. Selain itu, beberapa negara diantaranya masih memiliki konflik yang cukup mengkhawatirkan di negaranya.

  • Pada cluster 2 beranggotakan negara dengan indikator sosial yang tinggi dan indikator perekonomian yang maju. Negara-negara pada cluster ini cukup berpengaruh di dunia.

  • Pada cluster 3 beranggotakan negara dengan indikator sosial yang cukup tinggi dan indikator perekonomian menengah. Sebagian besar negara dalam cluster ini merupakan negara berkembang. Namun ada beberapa negara yang tergolong negara maju.

4.2 Saran

Dari hasil analisis pada penelitian ini, terlihat bahwa mayoritas negara di dunia memiliki indikator sosial yang cukup tinggi dan indikator perekonomian menengah. Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, tingkat bunuh diri atau Suicide Rate tidak hanya disebabkan oleh tinggi atau rendahnya kedua indikator tersebut, melainkan dapat juga karena adanya faktor psikologis, faktor lingkungan. Hal tersebut dapat memicu keinginan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, bagi pemerintah dari setiap negara diharapkan lebih memperhatikan pentingnya beberapa indikator sosial dan ekonomi seperti tingkat harapan hidup, tingkat kebahagiaan, angka kelahiran, dan GDP Perkapita yang ada di negara nya agar mampu mengurangi tingkat bunuh diri.

Selain itu, terdapat beberapa saran umum lain bagi pemerintah untuk mengurangi tingkat bunuh diri di negaranya antara lain sebagai berikut.

  • Untuk negara dengan indikator perekonomian rendah atau menengah seperti halnya pada negara-negara di Cluster 1,pemerintah dapat menjalankan program pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial yang lebih intensif. Negara-negara tersebut memiliki kesempatan untuk menjadi negara dengan indikator sosial dan perekonomian yang maju karena negara-negara tersebut didukung dengan rata-rata kesuburan yang sangat tinggi sehingga memungkinkan jumlah penduduk mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

  • Untuk negara yang terlibat konflik, pemerintah dapat membangun kerja sama dengan organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO) untuk mendapatkan dukungan finansial dan teknis dalam mengimplementasikan program-program kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri.

  • Meningkatkan fokus dan investasi dalam program kesejahteraan mental dan layanan kesehatan mental.

  • Menyebarkan edukasi dan kesadarkan tentang kesehatan mental kepada masyarakat.

4.3 Daftar Pustaka

  • De Leo, D., Burgis, S., Bertolote, J. M., Kerkhof, A. J., & Bille-Brahe, U. (2006). Definition of Suicidal Behavior: Lessons Learned from The WHO/EURO Multicentre Study. Crisis, 27(1), 4-15.

  • Hidayat, A. (2022). Klasterisasi Penyebaran COVID-19 di Indonesia Berdasarkan Provinsi Menggunakan K-Means Cluster. Retrieved from https://rpubs.com/Anoe/lbb-kmeans.

  • Idham, A. F., Sumantri, M. A., & Rahayu, P. (2019). Ide dan Upaya Bunuh Diri Pada Mahasiswa. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 11(3), 178.

  • Kaggle. (2022). Suicide Rate and Life Expectancy. Retrieved from https://www.kaggle.com/datasets/marshuu/suicide-rate-and-life-expectancy/?select=Life+expectancy.csv.

  • Leenaars, A. (Ed.). (1999). Lives and Deaths: Selections from The Works of Edwin S. Schneidman. Philadelphia: Brunner/Mazel.

  • Mason, R. D. (1996). Teknik Statistika untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

  • Merliana, N. P. E., Ernawatii & Santoso, A. J. (2015). Analisa Penentuan Jumlah Cluster Terbaik pada Metode K-Means Clustering, ISBN: 978-979-3649-81-8.

  • Pradita, H. A. (2022, 18 Mei). Analisis Cluster dalam Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Faktor-Faktor Penyebab Kekerasan Seksual. Retrieved from https://rpubs.com/helvaaldha/PenerapanAnalisisCluster.

  • Supranto & Johanes. (2004). Analisis Multivariat Arti & Interpretasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

  • Wakhidah, N. (2010). Clustering Menggunakan K-Means Algorithm. Jurnal Transformatika, 8(1), 33-39.

  • WHO. (2023, 28 Agustus). Suicide. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/suicide.

  • Wira, Bagus, Budianto, A. E., & Wiguna, A. S. (2019). Implementasi Metode K-Medoids Clustering Untuk Mengetahui Pola Pemilihan Program Studi Mahasiswa Baru Tahun 2018 di Universitas Kanjuruhan Malang. Rainstek: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi 1.3, 53-68.