# Sample data
data <- c(3, 5, 6, 7, 8,
11, 12, 14, 15, 16)
# Mean and standard deviation of the data
mean <- mean(data)
sd <- sd(data)
Bagian ini adalah bagian setup, dimana kita menentukan data sampel yang akan digunakan. Dalam contoh ini, data sampel yang digunakan adalah 3, 5, 6, 7, 8, 11, 12, 14, 15, dan 16. Kemudian, kita menghitung rata-rata (mean) dan standar deviasi (sd) dari data tersebut menggunakan fungsi mean() dan sd().
# Probability within 1 SD
z_lower <- (mean - sd - mean) / sd
z_upper <- (mean + sd - mean) / sd
p_1_sd <- pnorm(z_upper) - pnorm(z_lower)
cat('Probability within 1 standard deviation:',
p_1_sd, '\n')
## Probability within 1 standard deviation: 0.6826895
Bagian ini menghitung probabilitas data yang berada dalam rentang 1 standar deviasi dari rata-rata. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
1.Menghitung z-score untuk batas bawah (z_lower) dan batas atas (z_upper) rentang 1 standar deviasi. Z-score dihitung dengan mengurangkan rata-rata dari data dan membaginya dengan standar deviasi. 2.Menghitung probabilitas dengan menggunakan fungsi pnorm(). Fungsi ini digunakan untuk menghitung probabilitas dalam distribusi normal standar. 3.Menghitung probabilitas data yang berada dalam rentang 1 standar deviasi dengan mengurangi probabilitas batas bawah dari probabilitas batas atas. 4.Mencetak hasil probabilitas ke layar menggunakan fungsi cat().
Dalam keseluruhan program, kita menghitung probabilitas data yang berada dalam rentang 1 standar deviasi dari rata-rata, berdasarkan data sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Output berupa probabilitas tersebut dicetak ke layar menggunakan fungsi cat().