1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kasus
Di sebuah desa yang subur, terdapat seorang petani bernama Andi yang ingin melakukan sebuah pengamatan di sawahnya. Pada musim ini, Andi memutuskan untuk menanam 3 tipe kentang yang berbeda. Ketiga tipe kentang tersebut adalah Kentang A, Kentang B, dan Kentang C. Setelah beberapa bulan menanam, tiba saatnya untuk memanen kentang.
Tujuan dari pengamatan Andi adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata berat dari ketiga tipe kentang yang dia tanam. Oleh karena itu, ia memilih 5 sampel kentang acak dari setiap tipe kentang untuk diukur beratnya. Terdapatnya perbedaan rata-rata berat menyebabkan adanya analisis keragaman. Analisis ini dipilih sebagai alat analisis yang dapat memberikan jawaban apakah terdapat perbedaan pada hal tersebut.
2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Asumsi dan Hipotesis dalam ANOVA Satu Arah
ANOVA memerlukan beberapa asumsi dasar yang perlu dipenuhi yaitu (JF Hair,2010):
Asumsi keberdistribusian normal: Data dalam setiap kelompok diambil dari populasi yang berdistribusi normal.
Asumsi homogenitas varians: Varians dalam setiap kelompok adalah homogen, artinya variabilitas data dalam setiap kelompok relatif sama.
Asumsi independensi: Observasi dalam setiap kelompok adalah independen satu sama lain, artinya tidak ada ketergantungan atau pengaruh antarobservasi.
pelanggaran terhadap salah satu asumsi akan memungkinkan data menjadi tidak sesuai
Hipotesis yang diajukan dalam ANOVA satu arah adalah sebagai berikut:
- Hipotesis nol (H0): Tidak ada perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok.
- Hipotesis alternatif (Ha): Terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok.
2.2 One-Way ANOVA
ANOVA satu arah adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk membandingkan rata-rata antara tiga atau lebih kelompok atau perlakuan yang independen. Metode ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok atau perlakuan yang sedang dibandingkan.
Dalam ANOVA satu arah, terdapat satu variabel independen kategorikal (disebut juga faktor) dengan tiga atau lebih level atau kelompok. Variabel dependen adalah variabel kontinu, dan tujuan kita adalah untuk memeriksa apakah terdapat perbedaan signifikan dalam rata-rata variabel dependen antara kelompok-kelompok tersebut.
Hipotesis nol (H0) dalam ANOVA satu arah menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok atau perlakuan. Hipotesis alternatif (Ha) mengindikasikan bahwa setidaknya satu rata-rata kelompok atau perlakuan berbeda secara signifikan.
Untuk melakukan ANOVA satu arah, kita menghitung statistik F, yaitu rasio antara variansi antar kelompok dengan variansi dalam kelompok. Jika nilai F yang dihitung lebih besar daripada nilai kritis dari distribusi F pada tingkat signifikansi tertentu (biasanya 0,05), maka hipotesis nol ditolak dan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok (K.Setiawan,2019).
3 SOURCE CODE
3.1 Library yang Dibutuhkan
> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")
> # install.packages("tseries")
> # install.packages("agricolae")
> # install.packages("car")3.2 Menampilkan Data
> Type = factor(rep(c("Type1","Type2","Type3"),each=5))
> Weight = c(254,263,241,237,251,234,218,235,227,216,200,222,197,206,204)
> Data1<-data.frame(Type,Weight)
> print(Data1)
Type Weight
1 Type1 254
2 Type1 263
3 Type1 241
4 Type1 237
5 Type1 251
6 Type2 234
7 Type2 218
8 Type2 235
9 Type2 227
10 Type2 216
11 Type3 200
12 Type3 222
13 Type3 197
14 Type3 206
15 Type3 2043.3 Boxplot
> boxplot(Weight~Type, data = Data1, main = "Boxplot Berat Tiap 3 Kentang",
+ xlab = "Type", ylab = "Weight per grams", col="cyan2")3.4 Smooth Scatter plot
> smoothScatter(data,xlab ="Type",ylab ="Weight", main = "Gambar 1. Smooth ScatterPlot")
Error in as.double(y): cannot coerce type 'closure' to vector of type 'double'
>
> scatter.smooth(x = Type, y = Weight, main = "Hubungan Berat Tiap 3 Kentang")3.5 Perhitungan ANOVA
> anova=aov(Weight~Type, data=Data1)
> summary(anova)
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Type 2 4716 2358.2 25.27 4.99e-05 ***
Residuals 12 1120 93.3
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 13.6 Pemeriksaan Sisaan dengan Diagnostic Plots
> par(mfrow=c(2,2))
> plot(anova,1)
> plot(anova,2)
> plot(anova,3)
> title("Diagnostic Plots untuk ANOVA",line=-1,outer=TRUE)3.7 Uji Lanjut BNT
> library(agricolae)
> bnt=LSD.test(anova,"Type",alpha=0.05)
> bnt$groups
Weight groups
Type1 249.2 a
Type2 226.0 b
Type3 205.8 c
> plot(bnt)
## Uji Lanjut BNJ
> bnj=TukeyHSD(anova,conf.level=0.95)
> bnj
Tukey multiple comparisons of means
95% family-wise confidence level
Fit: aov(formula = Weight ~ Type, data = Data1)
$Type
diff lwr upr p adj
Type2-Type1 -23.2 -39.49801 -6.901995 0.0066342
Type3-Type1 -43.4 -59.69801 -27.101995 0.0000342
Type3-Type2 -20.2 -36.49801 -3.901995 0.0159903
> plot(bnj)3.8 Pengujian Asumsi
3.8.1 Uji Normalitas galat
3.8.1.1 Uji Jarque Berra
> sisa=residuals(anova)
> library(tseries)
> jarque.bera.test(sisa)
Jarque Bera Test
data: sisa
X-squared = 0.99179, df = 2, p-value = 0.6093.8.1.2 Uji Shapiro Wilk
> sisa=residuals(anova)
> shapiro.test(sisa)
Shapiro-Wilk normality test
data: sisa
W = 0.94355, p-value = 0.42913.8.2 Uji Kehomogenan ragam antar perlakuan
3.8.2.1 Uji Leneve
> library(car)
> leveneTest(Weight~Type,data=Data1)
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
Df F value Pr(>F)
group 2 0.0924 0.9124
12 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Anova One - Way
Hipotesis dalam Anova sebagai berikut:
\(H_0\) :Tidak Terdapat perbedaan rata-rata berat pada tiap 3 kentang
\(H_1\) : Terdapat perbedaan rata-rata berat pada tiap 3 kentang
Hasil output statistik ditampilkan sebagai berikut:
> anova=aov(Weight~Type, data=Data1)
> summary(anova)
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Type 2 4716 2358.2 25.27 4.99e-05 ***
Residuals 12 1120 93.3
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
keputusan : p - value < alpha, maka tolak H0
Kesimpulan : Dengan taraf nyata 5%, telah cukup bukti bahwa terdapat perbedaan rata-rata berat pada tiap 3 kentang karena Tolak H0 maka Uji lanjut.
4.2 Uji BNT
> library(agricolae)
> bnt=LSD.test(anova,"Type",alpha=0.05)
> bnt$groups
Weight groups
Type1 249.2 a
Type2 226.0 b
Type3 205.8 c
> plot(bnt)
pada tabel dan plot yang digambarkan di atas dapat kita ketahui pada taraf signifikan 5% telah memiliki cukup bukti bahwa terdapat perbedaan rata-rata berat tiap 3 kentang tersebut.
4.3 Uji BNJ
> bnj=TukeyHSD(anova,conf.level=0.95)
> bnj
Tukey multiple comparisons of means
95% family-wise confidence level
Fit: aov(formula = Weight ~ Type, data = Data1)
$Type
diff lwr upr p adj
Type2-Type1 -23.2 -39.49801 -6.901995 0.0066342
Type3-Type1 -43.4 -59.69801 -27.101995 0.0000342
Type3-Type2 -20.2 -36.49801 -3.901995 0.0159903
> plot(bnj)
pada tabel dan plot diatas dapat kita simpulkan bahwa Terdapat perbedaan antara berat Kentang type 1 dengan berat kentang type 2 dan 3 terhadap hasil. hal ini dikarenakan selang nilai lwr hingga upr tidak melewati angka 0 dan p-value=0.05.
4.4 Pengujian Asumsi
4.4.1 Uji Normalitas Jarque Bera
Hipotesis dalam Uji Jarque Bera sebagai berikut:
\(H_0\) : Galat berdistribusi normal vs.
\(H_1\) : Galat tidak berdistribusi normal
Hasil output statistik ditampilkan sebagai berikut:
> sisa=residuals(anova)
> library(tseries)
> jarque.bera.test(sisa)
Jarque Bera Test
data: sisa
X-squared = 0.99179, df = 2, p-value = 0.609
berdasarkan output diatas, kita peroleh nilai p-value = 0.609.
Keputusan: P-value > alpha(0.05), maka Terima H0. Dapat disimpulkan dengan taraf signifikan 5% dengan uji Jarque Bera, galat hasil model ANOVA masih menyebar normal.
4.4.2 Uji Normalitas Saphiro
Hipotesis dalam Uji Saphiro sebagai berikut:
\(H_0\) : Tidak terdapat perbedaan perlakuan ke-i dengan perlakuan ke-j
\(H_1\) : Minimal terdapat satu perbedaan perlakuan ke-i dengan perlakuan ke-j
Hasil output statistik ditampilkan sebagai berikut:
> sisa=residuals(anova)
> shapiro.test(sisa)
Shapiro-Wilk normality test
data: sisa
W = 0.94355, p-value = 0.4291
keputusan : P-value > alpha (0.05) Kesimpulan : Dengan taraf nyata 5%, Tidak terdapat perbedaan perlakuan ke-i dengan perlakuan ke-j maka masih menyebar normal
4.4.3 Uji Kehomogenan Levene
Hipotesis dalam Uji Levene sebagai berikut:
\(H_0\) : Ragam antar perlakuan sama
\(H_1\) : Ragam antar perlakuan tidak sama
Hasil output statistik ditampilkan sebagai berikut:> library(car)
> leveneTest(Weight~Type,data=Data1)
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
Df F value Pr(>F)
group 2 0.0924 0.9124
12
keputusan : p - value > alpha, maka terima H0
Kesimpulan : Dengan taraf nyata 5%, telah cukup bukti bahwa ragam antarĀ perlakuanĀ sama
4.5 Diagnostic Plot
- Residuals vs Fitted : garis merah masih terlihat datar (horizontal). model sudah tepat
- Q-Q plots : titik-titik sudah berada tidak jauh dari garis mengikuti arah garis. secara grafis tidak ada indikasi pelanggaran normalitas.
- Scale-location : garis merah sudah hampr mengikuti pola garis horizontal. model sudah tepat.
5 KESIMPULAN
Berdasarkan analisis variansi (Anova) menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata berat tiap 3 kentang karena p value sebesar 0,0000499 lebih kecil dari alpha 0,05 sehingga dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT dan BNJ. Berdasarkan hasil uji BNT terdapat perbedaan rata-rata berat tiap 3 kentang. Berdasarkan hasi uji BNJ terdapat perbedaan antara berat kentang type 1 dengan berat kentang type 2 dan 3 terhadap hasil, begitupula untuk berat kentang type 2 dan seterusnya.
6 DAFTAR PUSTAKA
Field, A (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics., books.google.com, https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=c0Wk9IuBmAoC&oi=fnd&pg=PP2&dq=%22field+a%22+discovering&ots=LcHmMIZuYB&sig=-r2B7hwiRlpR2dhvzS6bCWo_Do4
Hair, JF (2010). Multivariat Data Analisis.(7th) Edition)., New Jersey Pearson Education Inc
Setiawan, K (2019). Buku ajar metodologi penelitian (anova satu arah)., repository.lppm.unila.ac.id, http://repository.lppm.unila.ac.id/11352/1/Buku%20Ajar%202019%20MP.pdf
Suntoyo Yitnosumarto. 1991.Percobaan (Perancangan, analisis, dan Interpretasinya). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Tabachnick, B. G., & Fidell, L. S. (2013). Using Multivariate Statistics (6th ed.). Pearson Education