Untuk membuat vektor pada R, kita dapat menggunakan fungsi c() (singkatan dari “concatenate”) atau fungsi vector().

v <- c(907,220,625,502)

Bisa kita lihat fungsi diatas akan membuat vektor 4 dimensi yang berisi 907,220,625,502.

v <- 2:6

Simbol “:” pada fungsi vektor diatas untuk membuat vektor dengan data yang sekuensial atau berurutan.

Sedangkan untuk membuat fungsi matriks pada bahasa R kita dapat memanggilnya dengan fungsi berikut ini.

M <- matrix(c(1,1,1,2,1,3,1,4),nrow=2,ncol=4)

Sekarang kita akan mencoba untuk menggabungkan dua matriks atau lebih dengan fungsi rbind() yang dimana fungsi tersebut akan menggabungkan matriks secara vertikal. Fungsi rbind pada bahasa R digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih matriks secara berbaris atau secara vertikal (row-wise).

r1 <- c(1, 1, 1, 1) 
r2 <- c(1, 2, 3, 4)

M <- rbind(r1, r2)
print(M)
##    [,1] [,2] [,3] [,4]
## r1    1    1    1    1
## r2    1    2    3    4

Di sini Anda dapat mengabaikan r1 dan r2 pada output karena mereka adalah sisa dari rbind(). Dalam pembelajaran statistik atau ilmu data, informasi ini dapat berguna, tetapi untuk saat ini Anda dapat mengabaikannya. Untuk membuat sebuah matriks dari vektor-vektor kolom dalam R kita dapat menggunakan fungsi cbind(). Untuk contoh ini, pertama-tama kita akan membuat empat vektor kolom c1, c2, c3, dan c4 dengan fungsi c().

c1 <- c(1, 1) 
c2 <- c(1, 2) 
c3 <- c(1, 3) 
c4 <- c(1, 4)

M <- cbind(c1,c2,c3,c4)
print(M)
##      c1 c2 c3 c4
## [1,]  1  1  1  1
## [2,]  1  2  3  4

Jika kita ingin mencoba untuk membuat vektor dengan nilai yang sama kita bisa menggunakan fungsi rep pada R

rep(0, 5)
## [1] 0 0 0 0 0

Fungsi diag() berfungsi untuk membuat matriks dengan ukuran atau identitas yang di inginkan. Contoh kita ingin membuat matriks 3x3 dan 4x4, maka

diag(3)
##      [,1] [,2] [,3]
## [1,]    1    0    0
## [2,]    0    1    0
## [3,]    0    0    1
diag(4)
##      [,1] [,2] [,3] [,4]
## [1,]    1    0    0    0
## [2,]    0    1    0    0
## [3,]    0    0    1    0
## [4,]    0    0    0    1